Selasa, 13 Maret 2018 - 05:55:52 WIB
Pembebasan Lahan Jalur Kereta Api Di Maros Mulai Menuai MasalahKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 186 kali

Baca Juga:SDN 21 Desa Parit Keladi Direhab TotalPT Ciomas Unit Sidoarjo Diduga Produksi Makanan HaramWarga Leuwicingcin Dambakan Jembatan Penyeberangan PermanenBandar Sabu Status Tahanan Melahirkan

Permasalahan terjadi dikarenakan adanya gambar dan titik lokasi lahan, yang telah berubah
dari yang telah disepakati oleh masyarakat.

Maros, Jaya Pos

Pembebasan lahan untuk jalur pembangunan rel kereta api di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, mulai menuai kritikan serta protes, dari warga Maros. Sebagian warga menilai adanya dugaan permainan praktek yang tidak terpuji, dalam pe­netapan lokasi lahan yang akan dibebaskan.

Lahan yang akan dibebaskan, mulai me­nuai masalah, dikarenakan adanya gambar dan titik lokasi lahan, yang telah berubah dari yang telah disepakati oleh masyarakat.

Menurut warga masyarakat di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros kepada Jaya Pos, saat ini mulai muncul konflik di tengah masyarakat, “Dikarenakan adanya oknum tertentu dari pihak Satker Perkeretaapian, yang merubah titik gambar lokasi lahan yang akan dibebaskan, tanpa ada koordinasi dengan warga,” ungkap warga yang enggan ditulis namanya tersebut, Kamis (8/3).

“Beberapa hari yang lalu, muncul gambar atau peta yang baru yang, dan tidak sesuai lagi dengan yang telah ditetapkan dari awal pada tahun 2017 lalu. Jika hal ini benar adanya, maka sebaiknya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta pihak Satker Perkeretaapian yang bertanggung jawab dalam masalah pembebasan lahan ini, harus bisa menjelaskan secara detail kepada warga, sehingga tidak ada masalah dikemudian hari, yang dapat menimbulkan konflik,” tegas warga tersebut.

“Kami telah menandatangani surat persetujuan pembebasan lahan, guna pembangunan jalur kereta api dimaksud, dan telah ditetapkan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKP2) Pemrov Sulsel pada bulai Mei 2017 lalu, serta lokasi yang akan dibebaskan masuk dalam area lahan milik warga. Akan tetapi pada awal Maret 2018, masyarakat dikecewakan dengan adanya gambar petah yang baru, yang muncul, serta tidak sesuai dengan yang telah disepakati lebih awal cetus warga. Jika hal ini benar adanya, maka kami sangat kecewa dengan pihak pemerintah, juga Satker Perkeretaapian tegas warga. Melihat adanya ketidak beresan dan mulai menuainya masalah dalam pembebasan lahan ini, akhirnya warga masyararakat, melaporkan hal ini kepada pihak LSM Pekan 21, guna meminta pendampingan, untuk memperjuangkan hak mereka,” ujar warga tersebut. 

Hal tersebut dibenarkan oleh Sekretaris LSM Pekan 21 Amir Kadir, saat dikonfirmasi Jaya Pos, Kamis lalu. Menurutnya, masyarakat mencurigai, adanya oknum tertentu yang bermain, dibalik perubahan peta lokasi, lahan yang akan dibebaskan serta telah disepakati sebelumnya. Apa bila hal ini benar adanya terjadi, maka aparat penegak hukum, harus mengusut permasalahan ini. (JK/AH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50563)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (33783)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13807)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13339)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12965)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12215)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8278)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (5791)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5597)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5514)
Bedah JayaposKades Cimanis - Sobang Diduga Korup Dana DesaPandengglang, JAYAPOS - Berawal dari pengaduan warga Desa Cimanis, Kec, Sobang yang tidak mau ...


Proyek Jalan Usaha Tani Senilai Ratusan Juta di Desa Brayung Kecamatan Puri HancurDiduga Ada Konspirasi, Bantuan Hibah Ternak Sapi 2017 MencurigakanCinta Sejati Berakhir di Balik Jeruji, Pelaku Pengeroyokan Malah Tidak Terjamah HukumEmbung Tanpa AirCV. Dewi Lestari Ketapang Diduga Mark-Up Proyek Jalan Usaha TaniPolisi Kecolongan, Ribuan Potong Kayu Log Ilegal lolosAMP Milik PT AKI Disinyalir Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususMasuk DCT, Pande-Iroot Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat MiskinManado, JAYAPOS -  Rasa syukur diungkapkan oleh Steven Pande-iroot salah satu Calon ...


Bulan Dana PMI Banyumas Targetkan 1,25 MRaih WTP 7 Kali, Pemkab OKI: Dampaknya untuk MasyarakatApel Akbar dan Pawai Muharram Terbesar Diikuti Ribuan SantriDanrem 071/Wk Juara 3rd Place "U Grade" IPSC Level III Standard DivisionRibuan Santri Banyumas Ikuti Pawai Taaruf Sambut Tahun BaruDrs Klusen Ketua Timses Kab MelawiSambut Tahun Baru Hijriyah, Bupati Banyumas Tabuh Bedug