Sabtu, 17 Maret 2018 - 05:05:15 WIB
Proyek Pengadaan Air Bersih Wali Nagari Sei Puar Gunakan Kwitansi PiktifKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 169 kali

Baca Juga:Pemkab Waykanan Dan Bukit Asam Teken MoU CSR Bantu Biaya SekolahKewenangan RW dan RT Kelurahan Sei Lekop Meresahkan Masyarakat SetempatSDN 21 Desa Parit Keladi Direhab TotalPT Ciomas Unit Sidoarjo Diduga Produksi Makanan Haram

Kerugian negara akibat dari proyek ini negara disinyalir mencapai Rp 200 juta

Agam, Jaya Pos

Masyarakat Nagari Sei Puar Kecamatan Palembayan sudah lama mendambakan pe­masangan jaringan air bersih ke setiap rumah, dan baru terlaksana pada pertengahan tahun 2017 kemarin. Proyek pemasangan pipa dan meteran air tersebut menggunakan dana nagari (dana desa) tahun 2017 yang sangat luar biasa besarnya, yakni mencapai Rp 365 juta.

Ketika Jaya Pos melihat langsung pipa dan meteran air yang tidak ada logo SNI nya alias meteran abal-abal ke nagari Sei Puar Kecamatan Palembayan dan ketika dikonfirmasi kepada salah seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya beberapa waktu lalu mengatakan bahwa proyek pengadaan dan pemasangan pipa tersebut penuh nuansa korupsi, apalagi yang belanja barang ke Padang adalah Wali Nagari Sei Puar sendiri.

“Kan sudah jelas-jelas penyalahgunaan wewenang. Apalagi sampai menggunakan kwitansi piktif karena kwitansi yang digunakan dari Toko Maransi yang sudah lama tutup,” katanya. “Mengherankan! Belanjanya di Toko Bangunan Padang tapi yang dipakai malah kwitansi Toko Maransi yang sudah lama tu­tup,” sambungnya.

Menurut narasumber, kerugian negara akibat dari proyek ini negara disinyalir mencapai Rp 200 juta. “Ini kan, tujuannya jelas-jelas mark up harga satuan barang, makanya dipakai kwitansi Toko Maransi,” sebutnya.

Ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya beberapa waktu lalu, Wali Nagari Sei Puar Novriadi membenarkan dirinya belanja material di Toko Bangunan Padang. Novriadi juga menjelaskan ada membeli pipa dan meteran air dengan harga Rp 80 ribu sebanyak 300 buah.

Dan, menurut informasi terakhir yang diperoleh Jaya Pos, kasus ini sudah ditangani Inspektorat Kabupaten Agam, dan ketika dikonfirmasi kepala Inspektorat Agam Junaidi, mengatakan sudah memanggil Wali Nagari Sei Puar. Junaidi bahkan membenarkan adanya proyek pengadaan air bersih tersebut. “Saya sudah lihat foto-fotonya dan tidak piktif. Masalah Toko Maransi yang beralamat di Maninjau, benar sudah lama tutup, bahkan saya sudah cari tokonya benar sudah tutup,” katanya.

Namun sangat disayangkan, sudah jelas-jelas menggunakan kwitansi piktif tapi tidak ada tindakan. Sehingga masyarakat pun bertanya-ta­nya, masa sudah beberapa bulan tidak ada tindakan tegas dari Inspektorat Kabupaten Agam. Atau memang sudah terjadi main mata antara Inspektorat dengan Wali Nagari Sei Puar hingga terjadi pembiaran?

Untuk itu dihimbau kepada pihak terkait khusus­nya Kejari Agam agar segera menindak tegas dan sekaligus menangkap Wali Nagari Sei Puar, karena sudah terbukti menggunakan kwitansi piktif.  (Regar)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (58981)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14143)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13626)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13294)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12576)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8608)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7703)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (7464)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6619)
Bedah JayaposGawat! Polisi Diduga Tangkap LepasPekanbaru,Jaya Pos Masyarakat Palamboyan, Kecamatan Tapung membeberkan adanya pe­nangkapan oleh ...


Proyek Pasar Rakyat Namang Diduga BermasalahLelang Proyek Kementerian PU Diduga Terjadi Praktik KKNDikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Jawabnya NgibulPerbaikan Bahu Jalan Link 157,158,160,162,163,164,165 Dikorupsi ?Mantan Kadis Kopumdag Dan Direktur CV Umrah Utama Dijebloskan Ke LapasBappeda Kab. Mojokerto Diduga Kuat Terlibat Penyelewengan Dan Pemalsuan Data Keuangan NegaraMafia Tanah Beraksi Di Bukit Timah Dumai, Jual Lahan Milik M Muhiddin
Laporan KhususBidang Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Mendapatkan Penghargaan Terbaik di Wilkum Kejati JabarKab Bandung, Jaya Pos Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung menjadi yang terbaik dibidang intelijen untuk ...


Unit Bisnis TAM PDAM Tirtawening Layani Warga Bandung 24 JamDanrem 071/Wijayakusuma Kunjungan Kerja Sambil Olahraga dan Mempererat SilatuhamiAwal Tahun, Padang Panjang Juarai Kategori Kota Kecil Smart CityCapaian 6 Misi Pembangunan Meningkat, Fachrori Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun JambiNatal Sagala Raja Bere Ibebere, Boru Dihadiri DPRD Deli Serdang Rosmawati Sitanggang SHPersit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Ikuti Donor Darah Hari Juang Kartika 2018Mayjen TNI Mochamad Effendi Resmi Jabat Pangdam IV/Diponegoro