Sabtu, 24 Maret 2018 - 04:53:12 WIB
Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian'Kategori: Riau - Dibaca: 5102 kali

Baca Juga:Proyek PLN Resahkan Warga Desa Pal SembilanPetani Tembakau Dirgahayu Butuh Perhatian PemkabGemuruh Mesin PLTU 2 Banten Labuan Kejutkan Warga Saat Berbuka PuasaDisperindag Natuna Perkenalkan Produk Unggulan di Berbagai Pameran

Meski sudah dilakukan penembakan menggunakan peluru bius, harimau Bonita tidak juga bisa dilumpuhkan petugas. Bahkan, sudah beberapa kali dibidik oleh petugas tetap saja ada sebab, peluru tidak sampai menyentuh badan Bonita, sehingga warga berkesimpulan harimau Bonita adalah jadi-jadian, apalagi mandinya yang unik dan tanda lingkaran yang ada di kaki harimau tersebut.

Inhil, Jaya Pos

Harimau Bonita mulai menunjukkan sosok mistisnya setelah 3 bulan terus menghindar dari kejaran petugas. Harimau Bonita merupakan se­ekor Harimau Sumatera yang 3 bulan belakangan te­rus berkeliaran di Kampung Danau Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Provinis Riau.
Petugas pun kini kelihatan mulai percaya, Bonita bukan harimau asli. Bonita lebih mi­rip harimau ‘jadi-jadian’, sejumlah tanda berikut bisa jadi petunjuk.

1. Mulai sebut misterius

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyo­no, mengatakan tim kesulitan menangkap karena perilaku unik dan misterius dari harimau Bonita. Perilaku misterius disimpulkan dari sejumlah kejadian mistis saat petugas hendak menembak bonita dengan peluru bius. Setidaknya ada 3 kejadian misterius terkait urusan tembak-menembak bius ini.

Pertama usai harimau bonita menerkam Yusri Effendi, warga setempat. Ketika itu warga dan petugas sudah mendesak lalu menembak Bonita dengan senjata berpeluru bius.

Namun, lanjut Suharyono, keanehan terjadi ketika petugas menembakkan bius. Pelatuk senjata sudah ditekan, tetapi peluru justru tidak keluar. “Kami enggak tahu jugalah kenapa peluru tidak bisa keluar saat akan menembak bius Bonita,” ujar Suharyono.

Peristiwa kedua terjadi sebelum harimau Bonita menyerang Yusri. Suharyono menceritakan ketika itu timnya juga sempat berpapasan dengan harimau berusian 4 - 6 tahun itu.

Petugas yang memegang senjata sudah siap menembak. Namun saat si petugas mencoba melepaskan tembakan, amunisi hanya terlontar sekitar 4 meter dari petugas. “Jadi, sudah dua kali kejadian mistis yang dirasakan tim di lapangan,” kata Suharyono.

Di lain hari, harimau Bonita kembali membuat heran. Setelah ditembak obat bius, Bonita kembali berdiri setelah tumbang lebih kurang tiga jam.
Tim menyimpulkan obat bius tidak bereaksi secara maksimal. Oleh karena itu, pihak BBKSDA Riau menambah kadar obat bius yang akan ditembakkan. “Obat bius sudah kami kirim hari ini ke Estate Eboni Kecamatan Pelangiran,” ujar Suharyono, Minggu (18/3/2018) lalu se­perti dimuat Tribun.

2. Bonita disebut mandi seperti manusia

Suharyono juga mengatakan, harimau Bonita punya perilaku unik berdasarkan cerita warga. Hal itu terlihat sebelum Bonita menerkam Yusri. Suharyono mengatakan warga kampung danau melihat harimau Bonita seperti sedang mandi sebelum menerkam Yusri. “Kata warga, Bonita menarik ember yang berisi air lalu terlihat seperti mandi gitu,” kata Suharyono.

3.Senang dekat manusia

Suharyono juga menuturkan bahwa harimau Bonita memiliki perilaku yang tidak biasa, tidak seperti harimau-harimau pada umumnya. Perilaku harimau yang alami, lanjut Suharyono, biasanya mencari mangsa hanya pada malam hari, tetapi tidak dengan Bonita.

Sejak menerkam Yusri pada 10 Maret, harimau Bo­nita dinilai makin sering muncul di hadapan warga dan tim penyelamat. Bonita sempat naik ke tangga rumah warga tempat korban dievakuasi. Namun saat akan ditembak dengan bius, Bonita langsung kabur mencari tempat berlin­dung.

4.Bentuk fisik tak lazim

Suharyono juga ternyata mulai melihat adanya keunik­an fisik pada harimau Bo­nita. Menurut Suharyono, di kaki sebelah kanannya ada semacam pola lingkaran. “Selama ini enggak ada (pola) lingkaran di kaki harimau,” kata Suharyono.(Nippo)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerDinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13168)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12610)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (8573)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7726)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5102)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3638)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3474)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3276)PT Jembatan Nusantara Melakukan Pembohongan Terhadap Pelamar Pekerjaan (2265)Menuju Sumut 1 Djarot-Sihar Diunggulkan (2232)
Bedah JayaposPelebaran Jalan Rantepao-Palopo Senilai 141,6 M BermasalahSeharusnya proyek ini sudah berakhir pada Desember 2017 lalu, hingga memasuki tahun 2018, pekerjaan belum ...


Bibit Tanaman Bantuan Diembat Kabid dan PNS Perikanan dan Ketahanan PangaProyek Penataan Halaman Rusun di Kapuas Senilai Rp 1,3 M Terindikasi KKNAbaikan Persyaratan Dokumen Kontrak, CV. MGA Harus Bertanggung JawabPolsek Kualuh Hulu Diduga Tangkap Lepas Pemain JudiAPBDeS Balong Garut Dikorupsi ? (BAG. 3)Geruduk Kantor Bupati dan DPRD, Kampak Tuntut Sekda dan Kepala BPKPSDM Kembalikan Uang PungliBukan Hanya Sarat Pungli, Pengangkatan Pramubakti Di Kantor Kemenag Pandeglang Berbau Nepotisme
Laporan KhususDandim Salim 0304 Agam Lakukan Kegiatan Peduli Lingkungan Danau Maninjau Dan Berbagi KasihAgam, Jaya Pos Program kegiatan Peduli Lingkungan Danau Maninjau Kab.Agam Sumatera Barat dilakukan oleh ...


Rumahnya Dibangun, Napiah Berterimakasih Kepada Tim Wasev Kodam IV/DiponegoroDan TNI AL Adakan Kegiatan Terjun PayungTujuh Dinas Usul Perubahan AnggaranNiat Terpangil Meriahkan Penutupan TMMD Dengan Tari Rampak PurbalinggaKabupaten Ciamis Siap Kembali Meraih Adipura Kali Ke 9 71 Desa di Ciamis Terima Dana DesaBNN Kota Manado Giat Pengembangan Kapasitas P4GN di Instansi Pemerintah