Selasa, 07 Agustus 2012 - 07:29:03 WIB
Kadisdik Kabupaten Sukabumi: UKG Tentukan Nasib Sertifikasi GuruKategori: Pendidikan - Dibaca: 368 kali

Baca Juga:Lelang Dinas Pertamanan DKI Jakarta Terindikasi KKNTender Disdik Sibolga Dikondisikan, Panitia Tak Kunjung Umumkan Pemenang LelangProyek PLN Resahkan Warga Desa Pal SembilanPetani Tembakau Dirgahayu Butuh Perhatian Pemkab

Sukabumi, Jaya Pos

Kali ini, para guru yang telah mendapatkan sertifikasi banyak yang menarik nafas yang diharuskan menghadapi program uji kompetensi guru (UKG). Program yang menjadi momok bagi para guru ini, akan disajikan lewat test online serempak se Indonesia.

Hal ini untuk mengukur kembali sejauh mana kemampuan dan keprofesionalan guru yang telah disertifikasi tersebut. Beberapa kepala sekolah banyak yang mengeluh, apalagi mereka yang belum bisa mengoprasikan laptop, mereka harus belajar mendadak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zaenal Mutaqin, saat berbincang-bincang dengan Wartawan Jaya Pos di ruang kerjanya, seputar UKG itu, mengatakan, sebenarnya program UKG itu bagus tujuannya yaitu untuk mendeteksi kemampuan guru yang sudah disertifikasi dan keprofesionalannya.

“Sebetulnya, sebelum adanya sertifikasi, bila kita bicara ke belakang, pada waktu itu sedang ada uji coba guru di lima kabupaten termasuk Sukabumi, salah satunya sertifikasi guru yang mengarah pada pendekatan kesejahteraan, ekonomi, pendidikan dan profesionalisme. Pada saat berjalan uji coba tersebut, tiba-tiba tingkat nasional menurunkan kebijakan sertifikasi yang mengarah pada kebijakan kesejahteraan guru dengan mendahulukan senioritas, usia, masa kerja kemudian pendidikan,” terangnya.

Menurut Zaenal, mengapa sertifikasi pada waktu itu lebih terkesan pendekatan kesejahteraan, karena pada waktu itu guru banyak yang jelek kinerjanya, karena penghasilannya rendah, dan tak sedikit guru yang menambah penghasilannya dengan ngojeg atau kerja sampingan.

“Otomatis kerja pokok terganggu. Dengan adanya program sertifikasi ini, rame-rame para guru buat porto polio dengan mengumpulkan sertifikasi seminar. Walaupun walohualam, banyak yang tidak ikut seminar tapi punya sertifikat,” paparnya.

Disebutkan Zaenal, setelah sertifikasi berlangsung beberapa tahun nampaknya masih belum manghasilkan guru professional. Dalam arti, belum ada perubahan. Sebelumnya, bagi guru yang mau disertifikasi harus menjalani uji kompetensi (UK). Setelah lulus UK, baru disertifikasi. “Kali ini, pemerintah tingkat nasional mengadakan program UKG tiada lain untuk mengukur kembail guru yang sudah disertifikasi sejauh mana keprofesionalannya,” urainya.

Bagi yang lulus UKG, tambahnya, berlanjut terus, dan bagi yang tidak lulus UKG, mereka akan di didik dan di bina kembali. Bila masih tetap tidak ada perubahan, maka mereka harus mengikuti pendidikan yang lebih jauh atau dikuliahkan kembali. “Masih tetap saja tidak ada perubahan, guru tersebut akan dikurangi jam mengajarnya antara 10-18 jam. Otomatis, dengan sendirinya sertifikasinya menghilang, mereka tidak diberhentikan, cuma jam tatap muka yang akan dikurangi,” ujarnya. Aris


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49435)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres