Kamis, 09 Agustus 2012 - 06:57:06 WIB
Belum Beroperasi, Kapal Bantuan DKP Rp 1,3 M DidaratkanKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 396 kali

Baca Juga:PNPM Bina Karsa Bangun Gedung TKKinerja Para Camat Bobrok 2012, PAD Simalungun Baru Capai 30 PersenKasus Ilegal Fishing DipertanyakanLapor Polsek Kota Dipimpong ke Polres

Pandan-Tapteng, Jaya Pos

Kapal bantuan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (DKP-RI) terkesan proyek gagal alias mubajir. Pasalnya, kapal yang disumbangkan pemerintah pusat untuk kelompok nelayan Pulo Pane bersumber dana dari APBN tersebut masih berusia satu bulan terpaksa didaratkan di Desa Pulo Pane Kecamatan Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara.

Kenapa tidak? Selain kelompok nelayan tidak memiliki biaya operasional, belum melaut mesin kapal hasil hubah kebanggaan nelayan itu rusak berat alias jim.

“Waktu kita bawa kapal itu dari Mela Kecamatan Tapian Nauli menuju kemari, tiba tiba di perairan Pulo Sorkam datang angin kencang bersama hujan deras. Entah kenapa mesin kapal mati dan tidak bisa hidup lagi. Dari pada kapal tenggelam di tengah laut terpaksa kami tarik dan daratkan kemari memakai pongpong,” Ungkap Ketua Kelompok Nelayan Jaya Kecamatan Sirandorung Tapteng, Alpi Siregar pada Jaya Pos.

Alpi Siregar menjelaskan, KM INKA MINA 28 nomor: 1799/SSA berbobot 30 GT awalnya diserahkan pada kelompok nelayan KUB Rejeki Bersama Mela Kecamatan Tapian Nauli Tapteng. Namun, akibat kelompok nelayan tersebut tidak memiliki biaya operasional untuk melaut sehingga diserahkan pada kelompoknya atas persetujuan dari DKP Pemkab Tapteng.

Alpi Siregar lanjut menjelaskan, pihaknya telah berusaha mengidupkan mesin kapal tersebut seperti, mendatangkan montir dari luar, memohon montir berpengalaman dari perusahaan besar terdekat, PT. Nauli Sawit tapi tidak berhasil. Juga pihaknya telah memohon pada Kadis DKP Pemkab Tapteng agar mendatangkan montir yang pertama memasang mesin. Namun, oleh montir dimaksud meminta agar kapal tersebut ditarik ke Sibolga, sementara pihaknya tidak memiliki dana untuk biaya menarik dan memperbaiki di Sibolga.

Siregar juga mengakui, apabila KM INKA MINA 28 kebanggaan mereka berhasil dikerjakan, pihaknya tetap mendapat kendala biaya operasional. Sebab, biaya sekali melaut dapat menelan biaya sekira Rp 50.000.000 konon belum ada kepastian akan membawa hasil surplus dari laut sehingga saat ini mereka sedang mencari perusahaan yang berkenan menjadi bapak angkat.

“Darimana uang kita untuk biaya menarik dan memperbaiki ke Sibolga yang ditaksir mencapai ratusan juta. Belum lagi kita harus memikirkan biaya melaut yang belum tentu ada kepastian akan berhasil. Kalau kita punya uang, tentu kita tidak sepusing ini memikirkan itu,” pungkasnya.

Ia berharap biaya perawatan atas Kapal Tangkap Ikan tersebut dapat dicairkan dan pihak Pemkab Tapteng dan/atau DKP Pusat dapat membantu mereka dalam pembiayaan melaut. (JP/SG-86)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59215)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51052)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19654)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14389)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13836)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13525)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13446)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8925)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8844)
Bedah JayaposSidang Putusan di PN BLB, Hanya Dibacakan Dua Orang HakimKab Bandung, Jaya Pos Sidang pembacaan putusan perkara Curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang ...


Diduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanBermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung Jawab
Laporan KhususIlyas Panji Alam Ajak Warga OI Budayakan Gotong-RoyongIndralaya, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengajak warganya membudayakan gotong-royong (goro), ...


Sanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea Bulan