Sabtu, 14 April 2018 - 06:18:33 WIB
Diduga Terjadi Mark Up Harga Material Dalam Proyek Jaringan Irigasi Batang AnaiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 154 kali

Baca Juga:Kemenhub Bangun Dua Bandara Baru Disulteng, Tahap II Pembangunan Terminal Penumpang Bandara MutiaraKP3L Pontianak Lakukan Penertiban Truk MuatanRazia Tanpa Plang di Pasar Cipulir, Sat Lantas Wilayah Jaksel Bikin MacetBelum Beroperasi, Kapal Bantuan DKP Rp 1,3 M Didaratkan

Padangpariaman, Jaya Pos

Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I (Daerah Irigasi) Anai Sasapan, Kenagarian Guguak, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, mulai menuai pertanyaan dari warga masyarakat setempat. Masyarakat heran, kenapa proyek senilai Rp.1.030.000.000,- (satu milyar tiga puluh juta)itu hanya mengandalkan penggunaan material yang diambil di lokasi proyek.

Jikapun pihak kontraktor CV Rezka Mitra Putri ada melakukan pembelian pasir dan batu (sirtu), namun harga yang mereka patok ke masyarakat pengumpul, sangatlah minim, hanya kisaran Rp.30.000/M3. “Apa iya harga sirtu di RAB proyek hanya Rp.30.000 per-kubik,” tanya Si Is, salah seorang pengumpul batu di Batang Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman.

Proyek senilai Rp.1.030.000.000,-(satu milyar tiga puluh juta) tersebut di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Padang Pariaman yang menetapkan untuk kegiatan infrastruktur (DAK. Penugasan Pendukung Kedaulatan Pangan). Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi,D.I (Daerah Irigasi) Anai Sasapan. Lokasi Kenagarian Guguak, Kec 2×11 Kayu Tanam. Dengan nilai kontrak Rp 1,030,000,000. Dengan Kontraktor CV Rezka Mitra Putri. Konsultan Pengawas CV. Esatikon, dana anggaran tahun 2018.

Untuk pelaksanaan pembangunan proyek irigasi itu material berupa, pasir, sirtu diambil dari sungai di lokasi proyek tersebut. Karena kondisi Sungai Anai Sasapan itu memang harus diluruskan dulu agar tumpuan arus sungai terarah dan tidak membentur tebing sungai. Dan material itulah yang dimanfaatkan untuk pemasangan. Sementara batu kali yang digunakan untuk pasangan juga dikeluarkan dan diambil dari lokasi itu dengan sistim beli ke warga selaku pengumpul.dengan hitungan Rp 30,000/M3

Menyikapi laporan warga yang jadi pengumpul batu di lokasi proyek irigasi Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman tersebut yang mengeluh dengan nilai jual tersebut Jaya Pos melakukan investigasi ke lapangan. “Apalah daya karena tidak ada pekerjaan lain maka mau tidak mau terpaksa dikerjakan juga,” ujar salah seorang warga yang tak mau namanya disebutkan menyampaikan keluhannya ke Jaya Pos.

Sementara itu Direktur Eksekutif Goverment Againts Corruption & Discrimination (GACD) Andar Situmorang SH MH LLLM yang dihubungi Jaya Pos terkait hasil temuan Jaya Pos di lapangan mengatakan, “Sebaiknya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padangpariaman melakukan peninjauan ulang kembali” ujarnya.

Ketika Jaya Pos komfirmasi langsung dengan pengawas lapangan inisial “A”. Namun setelah mendengar keluhan warga tersebut tentang harga batu kali kepada pengawas proyek yang juga sekaligus sebagai juru bayar, pada saat itu pengawas tersebut mengatakan, “Biar saya coba sampaikan ke pimpinan kami dulu pak,” jawab pengawas proyek itu kepada Jaya Pos.

Setelah menunggu selama 3 hari (tiga) sesudah itu Jaya Pos coba datangi lagi pengawas tersebut, namun pengawas proyek itu menjawab, “Sesuai dengan koordinasi saya dengan pihak kantor, harga batu tersebut memang tidak bisa di tambah lagi” jawab pengawas proyek irigasi Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman dengan tenang.

Jaya Pos mencoba mencari perbandingan dengan proyek lain yang sama memakai batu kali. Di situ harga batu kali bervariasi harga terendah Rp 120,000. sampai dengan Rp 150,000/M3. Warga meminta dan mengharapkan kepada dinas terkait agar dilakukan pengkajian kembali tentang harga material tersebut. Karena setiap proyek pasti punya acuan.yang dituangkan melalui RAB.(Dms/Mk)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50370)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13454)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12783)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8009)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5335)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4892)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (4574)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3947)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (3797)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3616)
Bedah JayaposProgram PPLP di Dispora Jatim Jadi Ajang Korupsi ?Surabaya, JAYAPOS - Pemusatan Pelatihan Pelajar Provinsi Jawa Timur (PPLP) digulirkan sejak tahun ...


Kades Mekar Sari-Panimbang Diduga Manipulasi Data BSPS Kaum MiskinDana DAK Rehab, RKB dan Perpustakaan Sekolah Diduga Dipungli Hingga Ratusan Juta RupiahPerusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaPenggunaan Anggaran Pendidikan PAUD Mantan Pjs Mekar Jaya Diduga Tidak TransparanPungli di CV BB Travel Catut Nama Polres Penyidik Dilapor Ke Propam Polda KaltengPedestrian Merr-Kalidami Senilai Rp 3 Milyar Terkesan Asal JadiGalian C Desa Treman Kabupaten Minut Diduga Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususBuka Pekan Koperasi, Walikota Jabarkan Tiga Komponen ReformasiPekan koperasi yang digagas oleh DKUM Kota Depok ini mengusung tema koperasi bergerak bersama untuk ekonomi ...


Wagub Berikan Jawaban pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi SumselBupati OKI Minta Polisi Tindak Tegas Pembakaran LahanSrikandi Pasegeran Multi Peran di TMMDSembako Malam Disalurkan Kepada Warga Sasaran TMMD BanjarnegaraPeringatan Harganas XXV Tahun 2018, Bupati Irdinansyah Peroleh Tanda Kehormatan Manggala Karya KencaSuport Ibu-ibu Karanggondang Luar Biasa "Tak Ragu Langsir Material"Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga Santri