Sabtu, 14 April 2018 - 06:18:33 WIB
Diduga Terjadi Mark Up Harga Material Dalam Proyek Jaringan Irigasi Batang AnaiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 207 kali

Baca Juga:Kemenhub Bangun Dua Bandara Baru Disulteng, Tahap II Pembangunan Terminal Penumpang Bandara MutiaraKP3L Pontianak Lakukan Penertiban Truk MuatanRazia Tanpa Plang di Pasar Cipulir, Sat Lantas Wilayah Jaksel Bikin MacetBelum Beroperasi, Kapal Bantuan DKP Rp 1,3 M Didaratkan

Padangpariaman, Jaya Pos

Proyek peningkatan jaringan irigasi D.I (Daerah Irigasi) Anai Sasapan, Kenagarian Guguak, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, mulai menuai pertanyaan dari warga masyarakat setempat. Masyarakat heran, kenapa proyek senilai Rp.1.030.000.000,- (satu milyar tiga puluh juta)itu hanya mengandalkan penggunaan material yang diambil di lokasi proyek.

Jikapun pihak kontraktor CV Rezka Mitra Putri ada melakukan pembelian pasir dan batu (sirtu), namun harga yang mereka patok ke masyarakat pengumpul, sangatlah minim, hanya kisaran Rp.30.000/M3. “Apa iya harga sirtu di RAB proyek hanya Rp.30.000 per-kubik,” tanya Si Is, salah seorang pengumpul batu di Batang Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman.

Proyek senilai Rp.1.030.000.000,-(satu milyar tiga puluh juta) tersebut di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Padang Pariaman yang menetapkan untuk kegiatan infrastruktur (DAK. Penugasan Pendukung Kedaulatan Pangan). Pekerjaan Peningkatan Jaringan Irigasi,D.I (Daerah Irigasi) Anai Sasapan. Lokasi Kenagarian Guguak, Kec 2×11 Kayu Tanam. Dengan nilai kontrak Rp 1,030,000,000. Dengan Kontraktor CV Rezka Mitra Putri. Konsultan Pengawas CV. Esatikon, dana anggaran tahun 2018.

Untuk pelaksanaan pembangunan proyek irigasi itu material berupa, pasir, sirtu diambil dari sungai di lokasi proyek tersebut. Karena kondisi Sungai Anai Sasapan itu memang harus diluruskan dulu agar tumpuan arus sungai terarah dan tidak membentur tebing sungai. Dan material itulah yang dimanfaatkan untuk pemasangan. Sementara batu kali yang digunakan untuk pasangan juga dikeluarkan dan diambil dari lokasi itu dengan sistim beli ke warga selaku pengumpul.dengan hitungan Rp 30,000/M3

Menyikapi laporan warga yang jadi pengumpul batu di lokasi proyek irigasi Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman tersebut yang mengeluh dengan nilai jual tersebut Jaya Pos melakukan investigasi ke lapangan. “Apalah daya karena tidak ada pekerjaan lain maka mau tidak mau terpaksa dikerjakan juga,” ujar salah seorang warga yang tak mau namanya disebutkan menyampaikan keluhannya ke Jaya Pos.

Sementara itu Direktur Eksekutif Goverment Againts Corruption & Discrimination (GACD) Andar Situmorang SH MH LLLM yang dihubungi Jaya Pos terkait hasil temuan Jaya Pos di lapangan mengatakan, “Sebaiknya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Padangpariaman melakukan peninjauan ulang kembali” ujarnya.

Ketika Jaya Pos komfirmasi langsung dengan pengawas lapangan inisial “A”. Namun setelah mendengar keluhan warga tersebut tentang harga batu kali kepada pengawas proyek yang juga sekaligus sebagai juru bayar, pada saat itu pengawas tersebut mengatakan, “Biar saya coba sampaikan ke pimpinan kami dulu pak,” jawab pengawas proyek itu kepada Jaya Pos.

Setelah menunggu selama 3 hari (tiga) sesudah itu Jaya Pos coba datangi lagi pengawas tersebut, namun pengawas proyek itu menjawab, “Sesuai dengan koordinasi saya dengan pihak kantor, harga batu tersebut memang tidak bisa di tambah lagi” jawab pengawas proyek irigasi Anai Sasapan Kabupaten Padangpariaman dengan tenang.

Jaya Pos mencoba mencari perbandingan dengan proyek lain yang sama memakai batu kali. Di situ harga batu kali bervariasi harga terendah Rp 120,000. sampai dengan Rp 150,000/M3. Warga meminta dan mengharapkan kepada dinas terkait agar dilakukan pengkajian kembali tentang harga material tersebut. Karena setiap proyek pasti punya acuan.yang dituangkan melalui RAB.(Dms/Mk)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50600)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (38115)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13869)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13369)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13003)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12266)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8329)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6320)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5733)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5561)
Bedah JayaposDirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaJambi, Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Anggota DPR RI yang berlangsung di Kantor ...


Anggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek Masyarakat Kayuagung Tuntut PT Waskita Perbaiki Jalan RusakHibah Pemprov Jatim 2016 Terindikasi Mark Up Warga GeramOknum Dinas Sosial Agam Diduga Menjual Kapal Boat Bantuan
Laporan Khusus2019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineKuala Kurun, Di tahun 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) menyiapkan ...


Usai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala NamuAlat Berat Dalam Pra TMMD Reguler Ke 103 di Desa Duren OmboJaya Baru dan Lueng Bata Juara II dan III Baiturrahman Juara Cerdas Cermat KIG 2018Pemkab Bersama Masyarakat Rayakan HUT Indramayu Ke 491