Senin, 16 April 2018 - 08:12:13 WIB
Modus Komite MTsN Matur Melakukan Pungutan Terhadap MuridKategori: Pendidikan - Dibaca: 91 kali

Baca Juga:Kendati Puasa, Pembongkaran Bangunan Bermasalah di Jakarta Pusat Tetap DilakukanSDN Gununghalu 2 Salah Gunakan Anggaran BSMKemenhub Bangun Dua Bandara Baru Disulteng, Tahap II Pembangunan Terminal Penumpang Bandara MutiaraKP3L Pontianak Lakukan Penertiban Truk Muatan

Agam, Jaya Pos

Tahun Ajaran 2017-2018 yang akan berakhir, tetapi ada beberapa sekolah yang masih saja melakukan pu­ngutan terhadap anak didiknya. Salah satunya adalah MTsN Matur Kabupa­ten Agam Provinsi Sumbar.

Menurut orang tua murid yang memberitahu kepada Jaya Pos beberapa waktu lalu, anaknya yang kelas III dan akan segera tamat dimintai beberapa jumlah uang, antara lain uang kenang-kenangan Rp 200 ribu, uang komite Rp 200 ribu, uang detik-detik (buku pustaka) Rp 100 ribu, dan terakhir uang jalan-jalan Rp 180 ribu. Jadi semuanya berjumlah Rp 680 ribu.

Apalagi sebagian orang tua murid taraf kehidupannya serba pas-pasan, yang mayoritas sebagai petani. Untuk biaya hidup sehari-hari saja sudah susah, apalagi untuk biaya pendidikan anak.

Padahal sudah jelas-jelas Peraturan Presiden RI Nomor 87 Tahun 2016, melarang melakukan pemungutan dalam bentuk apapun terhadap murid.
Ketika Jaya Pos menyambangi MTsN Matur untuk konfirmasi kepada Kepala Madrasah Irma Yunita, (24/3) membenarkan piaknya melakukan pungutan terhadap murid yang ada di MTsN tersebut. “Tetapi itukan melalui komite,” katanya.

Menurut Irma, uang tersebut digunakan untuk pembangunan bak air bersih, karena menurutnya di MTsN ini susah air. “Jadi kalau bak airnya besar bisa menyimpan persediaan air,” sebutnya. Anehnya, kenapa demi pembangunan sebuah bak air, tetapi murid yang dikorbankan? Luar biasa.

Terkait hal ini, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kab Agam yang hendak dikonfirmasi sedang tidak berada di kantor. Menurut staf yang ditemui di sana, pim­pinannya tersebut jarang masuk kantor, mungkin karena hanya plt (pelaksana tugas), disamping yang bersangkutan masih aktif sebagai Kakankemenag di Bukittinggi, jadi hanya se­minggu sekali datang. “Cuma hari Senin masuknya,” sebutnya.

Ketika hal ini hendak dikonfirmasi kepada Thamrin, Kasi Pendidikan Madrasah Thamrin, beberapa waktu lalu, pejabat dimaksud juga sedang dinas luar. Ketika dihubu­ngi lewat ponselnya Thamrin mengatakan sedang melakukan monitoring ke beberapa madrasah yang ada di Agam Timur. Ditanya soal dugaan MTsN Matur melakukan pungutan, dirinya mengatakan, wajar kalau hal itu untuk kebaikan dan tujuannya jelas, “Karena untuk membangun bak air memang tidak ada di DIPA,” katanya.

Disinggung bahwa dalam Perpres telah melarang adanya pungutan liar, Thamrin malah terkesan kaget atau memang pura-pura kaget). “Apa ada Perpres yang melarangnya?” Thamrin setengah bingung.

Untuk itu dihimbau kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat untuk segera menindak dan mengambil tindakan tegas terhadap kepsek yang nakal, yang benar-benar telah merugikan orang tua murid. (Regar)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (58981)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50856)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14144)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13627)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13294)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12577)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8608)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7704)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (7496)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6619)
Bedah JayaposGawat! Polisi Diduga Tangkap LepasPekanbaru,Jaya Pos Masyarakat Palamboyan, Kecamatan Tapung membeberkan adanya pe­nangkapan oleh ...


Proyek Pasar Rakyat Namang Diduga BermasalahLelang Proyek Kementerian PU Diduga Terjadi Praktik KKNDikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Jawabnya NgibulPerbaikan Bahu Jalan Link 157,158,160,162,163,164,165 Dikorupsi ?Mantan Kadis Kopumdag Dan Direktur CV Umrah Utama Dijebloskan Ke LapasBappeda Kab. Mojokerto Diduga Kuat Terlibat Penyelewengan Dan Pemalsuan Data Keuangan NegaraMafia Tanah Beraksi Di Bukit Timah Dumai, Jual Lahan Milik M Muhiddin
Laporan KhususBidang Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Mendapatkan Penghargaan Terbaik di Wilkum Kejati JabarKab Bandung, Jaya Pos Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung menjadi yang terbaik dibidang intelijen untuk ...


Unit Bisnis TAM PDAM Tirtawening Layani Warga Bandung 24 JamDanrem 071/Wijayakusuma Kunjungan Kerja Sambil Olahraga dan Mempererat SilatuhamiAwal Tahun, Padang Panjang Juarai Kategori Kota Kecil Smart CityCapaian 6 Misi Pembangunan Meningkat, Fachrori Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun JambiNatal Sagala Raja Bere Ibebere, Boru Dihadiri DPRD Deli Serdang Rosmawati Sitanggang SHPersit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 Ikuti Donor Darah Hari Juang Kartika 2018Mayjen TNI Mochamad Effendi Resmi Jabat Pangdam IV/Diponegoro