Jumat, 10 Agustus 2012 - 07:22:12 WIB
Ingin Kawin Lagi, Oknum Polisi Polairud Polres Pangkep Palsukan Akta CeraiKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 461 kali

Baca Juga:Tidak Punya Malu, Oknum Pegawai Pos Mengklaim Lahan yang Bukan MilikinyaPenyelundupan Solar Subsidi Gunakan Tangki SilumanKapolda SU Ajak Masyarakat Tidak Gunakan Petasan dan Kembang Api Saat LebaranTim Safari Ramadhan Kunjungi Mesjid Al-Ikhlas

Pangkep, Jaya Pos

Jika sebuah keinginan tidak terpenuhi, maka dengan jalan dan cara apapun, seseorang manusia akan melakukan apa saja, walaupun akibatnya sangat fatal, termasuk berurusan dengan aparat penegak hukum.

Seperti dilakukan Bripka Her, salah seorang oknum anggota Polairud Polres Pangkep. Hanya karena ingin kawin lagi, Her nekat melakukan perbuatan melawan hukum, demi mewujudkan keinginannya, dengan cara melakukan pemalsuan akta cerai.

Perbuatan Bripka Her, berawal saat dirinya menemukan foto copy akta cerai nomor 422/AC/2009/MKS tertanggal 14 Desember 2011 di salah satu tempat foto copy. Her yang telah menjadi terdakwa ini, berniat menikah lagi dengan seorang perempuan berinisial Sar, walaupun terdakwa masih sah menjadi suami dari Nur.

Begitu menemukan akta cerai foto copy milik orang lain tersebut, terdakwa kemudian mengubah dan mengganti isi akta tersebut, dengan cara menepelkan identitas terdakwa dan istrinya Nur, yang selanjutnya terdakwa mengcopy ulang foto copy akta cerai tersebut.

Setelah semuanya dianggap rapi, terdakwa membawa akta cerai yang telah dipalsukan tersebut, untuk diperlihatkan kepada keluarga Sar, wanita yang ingin dinikahinya lagi tersebut.

Walaupun terdakwa Her telah mengetahui akta cerai tersebut palsu dan tidak sesuai dengan aslinya, namun terdakwa sudah tidak berfikir positif lagi tanpa mempertimbangkan proses hukum yang akan dia hadapi nanti. Dengan melakukan pemalsuan akta cerai tersebut, maka terdakwa dengan mudah melangsungkan akad nikah dengan Sar.

Merasa akta cerai palsu tersebut dapat diterima oleh pihak keluarga Sar, maka pada tanggal 24 Januari 2012, Her yang lahir pada 1 Mei 1980 ini akhirnya melangsungkan pernikahannya dengan disaksikan Imam Masjid bernama Patahuddin pada pukul 17.00 wit di Kampung Kokoa Desa Manakku, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep.

Belum genap sebulan usia pernikahannya dengan Sar, pada Tanggal 12 Februari 2012, istri pertama terdakwa, Nur, didampingi keluarganya melaporkan perbuatan Her ke Polres Pangkep, sehingga pihak Polres Pangkep menindaklanjuti laporan tersebut dengan memproses laporan istri Her melalui peradilan umum.

Setelah menjalani proses persidangan, dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akbar SH serta Fadli SH, 1,7 tahun penjara, akhirnya oknum polisi yang bertugas di Polairud Polres Pangkep ini hanya divonis 7 bulan penjara (tanpa hukuman badan) oleh Majelis Hakim PN Pangkajene yang diketuai Guse Prayudi SH serta didampingi anggota Majelis Hakim masing-masing Jenny Tulak SH MH dan Budi Setiawan SH.

Terkait putusan ini, Nur melakukan banding, karena menganggap vonis yang dijatuhkan tidak sesuai.

Sementara Kajari Pangkep yang baru Yeni Andriani SH MH saat dimintai komentar, mengatakan, jika putusan berkekuatan hukumnya sudah turun dari Pengadilan Tinggi, maka terdakwa segera akan dieksekusi, serta siap menjalani hukuman badan.

Di lain pihak, keluarga besar Nur, yang juga istri dari terdakwa, serta selaku pihak pelapor, kepada wartawan menegaskan, tidak dapat menerima hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa, karena ini adalah perbuatan pidana murni. “Kami berharap terdakwa Her dapat dihukum seberat-beratnya, dan dipecat dari kesatuannya,” ucap Risal mewakili Keluarga Nur, saat ditemui di warkop Buana Makassar.
“Kami akan mengawal terus kasus ini, dan melaporkannya ke Mabes Polri, jika ada permainan dalam perkara ini, karena akibat perbuatan terdakwa, keluarga Nur menjadi malu,” tegas Risal.JK


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51496)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49435)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14978)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13806)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13302)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11865)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9275)
Bedah JayaposMaladministrasi Pelayanan Mutasi Kendaraan di Samsat Kota Bekasi Semakin ParahBekasi, Jaya Pos Pelayanan mutasi kendaraan di Samsat Kota Bekasi sarat dengan maladministrasi, dimana ...


Punya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorPengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres