Kamis, 26 April 2018 - 04:57:33 WIB
Pelebaran Jalan Rantepao-Palopo Senilai 141,6 M BermasalahKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 141 kali

Baca Juga:Ingin Kawin Lagi, Oknum Polisi Polairud Polres Pangkep Palsukan Akta CeraiTidak Punya Malu, Oknum Pegawai Pos Mengklaim Lahan yang Bukan MilikinyaPenyelundupan Solar Subsidi Gunakan Tangki SilumanKapolda SU Ajak Masyarakat Tidak Gunakan Petasan dan Kembang Api Saat Lebaran

Seharusnya proyek ini sudah berakhir pada Desember 2017 lalu, hingga memasuki tahun 2018,
pekerjaan belum rampung 100 persen, serta kualitas pekerjaan yang kurang begitu baik.

Rantepao, Jaya Pos

Proyek pelebaran jalan Rantepao-Palopo, yang dikerjakan sejak November 2015 (MYC) hingga 2017 dengan menggunakan dana APBN murni, menuai sorotan tajam. Proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp 141,6 miliar ini, dianggap bermasalah oleh banyak kalangan.

Seharus­nya proyek ini sudah berakhir pekerjaannya pada Desember 2017 lalu, namun hingga memasuki tahun 2018, pekerjaan juga belum rampung 100 persen, serta kualitas pekerjaan yang kurang begitu baik.

Ir Frans Teodorus, salah seorang warga Rantepao kepada Jaya Pos mengemukakan, seharusnya ada sanksi tegas yang diambil oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sulawesi Selatan, terhadap kontraktor pelaksana, bukan sebaliknya terjadi pembiaran. “Jika kita mengacu pada waktu pelaksanaan pekerjaan selama 750 hari kalender, maka proyek tersebut dilaksanakan dengan waktu selama dua tahun 1 bulan, mengacu pada tanggal kontrak 2 November 2015, dan harus berakhir pada 2 Desember 2017. Namun yang terjadi hingga memasuki bulan April 2018, proyek ini belum juga rampung,” ungkapnya ketika dikonfirmasi di Makassar, Rabu (18/4).

Karenanya, kata dia, ini jelas sudah terjadi pelanggaran, sebaiknya pihak PPK serta Satker menjelaskannya secara terbuka dan bertanggung jawab kepada publik. “Satu hal lagi yang menjadi perhatian kami, banyak pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta kualitas pekerjaan yang kurang baik,” tegas Frans.

Selama dua tahun, Frans mengaku melintas pada lokasi proyek tersebut, banyak menemukan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai, sehingga patut diduga proyek pelebaran jalan ini bermasalah. “Ini bukan anggaran kecil ya, sehingga jika kita berbicara kualitas dan mutu pekerjaan, maka hal tersebut harus sesuai dengan besaran anggaran yang digunakan,” tandas­nya.

Di lain pihak, aktivis mahasiswa dan LSM yang peduli dengan pembangunan di Kabupaten Toraja Utara, sangat menyesalkan kualitas proyek jalan yang sedemikian buruk. “Kami akan melakukan aksi dalam waktu dekat, untuk meminta pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR agar mengambil langkah tegas dalam penyelesaian proyek tersebut,” tutur Bahar, salah seorang aktivis mahasiswa, kepada koran ini, Kamis (19/4).

Sementara, PPK 07 (Koridor BTS Kota Makale-BTS Kota Palopo dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasio­nal Toraja Utara) Wahidah, yang hendak dikonfirmasi justru sedang berada di Jakarta. Dihubungi melalui smart phonenya, pejabat dimaksud mengaku dirinya baru bisa kembali ke Makassar pada Senin depan.

Saat ditanya kapan waktu kontrak pekerjaan proyek tersebut berakhir,Wahidah mengatakan, kontraknya sudah berakhir pada Februari lalu. Proyek Pelebaran jalan ini dikerjakan oleh perusahan plat merah milik pemerintah yakni PT WK.(JK)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50602)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (38359)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13872)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13369)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13003)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12266)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8331)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6331)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5746)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5562)
Bedah JayaposKasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangBinjai, Kasus penebangan beberapa pohon jati diklaim masih masuk areal Kebun Tandem Hilir PTPN II ...


Dirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek Masyarakat Kayuagung Tuntut PT Waskita Perbaiki Jalan RusakHibah Pemprov Jatim 2016 Terindikasi Mark Up Warga Geram
Laporan KhususPemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 2018Kuala Kurun, Pemerintah Kabupa­ten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat ...


2019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala NamuAlat Berat Dalam Pra TMMD Reguler Ke 103 di Desa Duren OmboJaya Baru dan Lueng Bata Juara II dan III Baiturrahman Juara Cerdas Cermat KIG 2018