Sabtu, 11 Agustus 2012 - 07:54:13 WIB
Pungutan Liar Pendidikan Makin Marak di Kota BandungKategori: Pendidikan - Dibaca: 356 kali

Baca Juga:Pengedar Ganja 0,5 Kg dan Sabu, Ditangkap Sat Narkoba Tanjungbalai Ditempat TerpisahDisinyalir Jual Bangku, Inspektorat dan Kejaksaan Diminta Periksa PPDB SMPN 12 Kota Tangerang8 Atlet Penyandang Cacat Asal Dumai Wakili Riau pada Peparnas XIV 2012Ingin Kawin Lagi, Oknum Polisi Polairud Polres Pangkep Palsukan Akta Cerai

Bandung, Jaya Pos

Kota Bandung saat ini di nilai sebagai kota terkorup dalam hal pungutan pada calon murid baru.

Penerimaan murid baru yang sekarang  menjadi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih identik dengan korusi musiman.
Sejumlah orang tua murid sempat melakukan demonstrasi di kantor DPRD kota Bandung ikhwal tingginya pungutan tersebut.

Oji Mahroji selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung saat di temui di ruang kerjanya, saat di Tanya mengenai maraknya pungutan liar yang di lakukan di semua sekolah di kota Bandung, dalam PPDB untuk ajaran 2012/2013.

“Saya tidak tahu itu, tidak ada laporan dari sekolah, sekolah yang boleh memungut dana hanya yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)” ujar Oji.

Menurut beberapa orang pengamat, Oji  gagal dalam memimpin kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, apalagi istrinya patut di duga pernah bersalah saat membangun gedung sekolah baru yang sempat ambruk, namun perkaranya tidak pernah di angkat ke pengadilan.

Pantauan Jaya Pos di lapangan, pungutan yang dilakukan sekolah pada umumnya bagi murid yang memiliki NEM di bawah standar yang sudah tentukan sekolah.

Nilai pungutan biasanya mencapai puluhan juta rupiah, hal tersebut menjadi aneh ketika di sekolah tersebut sudah mendapatkan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

Saat PPDB semua Kepala Sekolah seolah di atas segalanya, mereka menentukan kebijakannya di belakang tempat persembunyiannya, mereka baru mau keluar jika orang tua murid datang sambil membawa duit.

Mereka menyambut orang tua murid dengan senyum ramah, namun sebaliknya jika orang tua murid berbekal surat rekomendasi, Kepala Sekolah tetap menghindar,  dan biasanya hanya wakilnya yang menghadapi dengan muka masam, seperti yang di datangi Jaya Pos yaitu SMPN 4 di Jl. Centeh.

Menghindarnya para Kepala Sekolah seolah hasil dari intruksi para atasannya. Kepala Bidang SMP, Dede AMar, mapun Dedi Darmawan selaku Kepala Bidang SMA/SMK pun ikut menghilang, dan hal tersebut tidak mendapat teguran dari Kepala Dinas walaupun mereka tidak masuk kantor selama seminggu lebih.

Dua Kabid ini di duga berkantor di tempat persembunyiannya yaitu di sekolah-sekolah.

Oji Mahroji sudah dua kali di perpanjang jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, bukan karena prestasi, mungkin karena bagus setorannya kata beberapa orang yang berada di Kantor tersebut.
 

“ Itu sudah pernyataan politik ,saya tak mau masuk ranah politik, saya seorang birokrat.” Jawab Oji saat di Tanya benarkah pungutan para Kepala Sekolah dari calon murid baru untuk membantu biaya kampanye Walikota dan Sekda Kota Bandung yang sedang mengikuti pencalonan Gubernur Jabar dan Walikota Bandung. ND


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59698)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (52464)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51552)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15040)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14309)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14133)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13849)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13356)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (12403)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9328)
Bedah JayaposEksekusi bergaya premanisme, Hendra Laporkan ACC Finance ke BPSK Bukittinggi Bukittinggi, Jaya Pos Karena merasa dirugikan, Hendra Sutoto (39) melaporkan peristiwa yang dialaminya 3 ...


Kasus Tanah Kas Desa RancaudikTerkait Izin Tambang Pasir Laut Galesong, Diduga Antara Pengusaha dan Oknum di Dinas ESDM Ada KonspiBobroknya Pengerjaan Jalan di Kabupaten Dharmasraya, Hitungan Bulan Sudah RetakPenangkapan Kasus Narkoba Oleh Polres Pangkep Diduga Tidak Prosedural Dan RekayasaPembangunan Wisma Haji Lanjutan DipertanyakanPembangunan Gedung Produksi Kabupaten Dharmasraya Diduga Tidak Sesuai RABDenpom Pekanbaru Menertibkan Perjudian di Tapung
Laporan KhususPemdes Sukaramai Jalin Kerjasama Dengan Praktisi Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Tentang PerikaKampar, Jaya Pos Pemerintahan Desa (Pemdes) Sukaramai menjalin kerjasama dengan pegiat/praktisi pelatihan ...


Ketua PWI OKU Tutup Acara Penyuluhan Bahasa Indonesia dan Melantik PWI PeduliPolsek Jatisari Adakan Sosialisasi Di PKBM Tunas Baru DPRD Muba Setujui Perubahan R-APBD TA 2019DPRD Minta Pemkab Muba Fokus Tingkatkan PADEka Kartika Lantik Anggota DPRD Provinsi Kepri45 Anggota DPRD Muba Periode 2019-2024 Resmi Dilantik50 Anggota DPRD Subang Periode 2019-2024 Dilantik