Senin, 13 Agustus 2012 - 09:18:10 WIB
Pemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKategori: Jakarta - Dibaca: 360 kali

Baca Juga:Kuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda JambiDKP Kabupaten Indramayu Ciptakan Lingkungan Bersih dan HijauUntuk Meningkatkan Kebersamaan, DPK PKPI Buka Puasa Bersama dan Santuni Seribu Anak Yatim PiatuPembangunan Kantor Depkominfo Dipertanyakan.

Jakarta, Jaya Pos

Pemeriksaan terhadap tersangka Siti Hartati Murdaya belum dipastikan oleh Komisi Pemberantas Korupsi.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna lahan sawit di Buol, Sulawesi Tengah, itu baru akan diperiksa setelah Lebaran. “Pekan ini belum. Mungkin setelah Lebaran baru kami periksa,” kata Johan saat dihubungi.

Menurut Johan, KPK akan fokus memeriksa saksi-saksi kasus yang melibatkan Hartati sebelum Lebaran. Setelah pemeriksaan saksi rampung, barulah KPK akan memanggil Hartati. “Saksi dulu diperiksa, baru tersangka,” kata Johan.

Ia enggan menanggapi kemungkinan penahanan Hartati. Johan belum menerima informasi soal penahanan bekas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu. Tapi, sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad memastikan Hartati akan segera ditahan. “Penahanan akan dilakukan dalam proses ini,” katanya.

Hartati menjadi tersangka dugaan suap Bupati Buol Amran Batalipu sejak 8 Agustus lalu. Kasus suap ini terungkap setelah KPK mencokok General Manager PT Hardaya Inti Plantations, perusahaan milik Hartati, Yani Anshori, 26 Juni lalu. Ia diduga mengantar duit suap untuk Bupati Amran.

Amran juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 3 miliar terkait dengan penerbitan hak guna usaha perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya, juga milik Hartati, dan Hardaya Inti Plantations.

Kuasa hukum Hartati Murdaya, Tumbur Simanjuntak, mengaku belum mendapat surat panggilan pemeriksaan kliennya. Tumbur mengkritik rencana KPK menahan Hartati. “Untuk dijadikan tersangka saja alasannya tidak kuat, apalagi untuk penahanan,” katanya.

Tumbur meminta KPK meneliti lagi siapa yang bersalah dalam kasus itu. Ia menilai kasus yang membelit Hartati bukan tergolong suap. Musababnya, duit diberikan karena Amran meminta lebih dulu. Tumbur menilai kasus itu tak lebih dari pemerasan. Sor


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59935)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54223)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51781)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15276)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14547)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14358)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14068)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13626)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13531)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9574)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik