Senin, 13 Agustus 2012 - 09:18:10 WIB
Pemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKategori: Jakarta - Dibaca: 419 kali

Baca Juga:Kuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda JambiDKP Kabupaten Indramayu Ciptakan Lingkungan Bersih dan HijauUntuk Meningkatkan Kebersamaan, DPK PKPI Buka Puasa Bersama dan Santuni Seribu Anak Yatim PiatuPembangunan Kantor Depkominfo Dipertanyakan.

Jakarta, Jaya Pos

Pemeriksaan terhadap tersangka Siti Hartati Murdaya belum dipastikan oleh Komisi Pemberantas Korupsi.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P., mengatakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna lahan sawit di Buol, Sulawesi Tengah, itu baru akan diperiksa setelah Lebaran. “Pekan ini belum. Mungkin setelah Lebaran baru kami periksa,” kata Johan saat dihubungi.

Menurut Johan, KPK akan fokus memeriksa saksi-saksi kasus yang melibatkan Hartati sebelum Lebaran. Setelah pemeriksaan saksi rampung, barulah KPK akan memanggil Hartati. “Saksi dulu diperiksa, baru tersangka,” kata Johan.

Ia enggan menanggapi kemungkinan penahanan Hartati. Johan belum menerima informasi soal penahanan bekas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu. Tapi, sebelumnya, Ketua KPK Abraham Samad memastikan Hartati akan segera ditahan. “Penahanan akan dilakukan dalam proses ini,” katanya.

Hartati menjadi tersangka dugaan suap Bupati Buol Amran Batalipu sejak 8 Agustus lalu. Kasus suap ini terungkap setelah KPK mencokok General Manager PT Hardaya Inti Plantations, perusahaan milik Hartati, Yani Anshori, 26 Juni lalu. Ia diduga mengantar duit suap untuk Bupati Amran.

Amran juga ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap Rp 3 miliar terkait dengan penerbitan hak guna usaha perkebunan sawit PT Cipta Cakra Murdaya, juga milik Hartati, dan Hardaya Inti Plantations.

Kuasa hukum Hartati Murdaya, Tumbur Simanjuntak, mengaku belum mendapat surat panggilan pemeriksaan kliennya. Tumbur mengkritik rencana KPK menahan Hartati. “Untuk dijadikan tersangka saja alasannya tidak kuat, apalagi untuk penahanan,” katanya.

Tumbur meminta KPK meneliti lagi siapa yang bersalah dalam kasus itu. Ia menilai kasus yang membelit Hartati bukan tergolong suap. Musababnya, duit diberikan karena Amran meminta lebih dulu. Tumbur menilai kasus itu tak lebih dari pemerasan. Sor


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (66894)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60966)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52725)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18462)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16293)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15558)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14728)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiBandung, Jaya Pos Dugaan korupsi dana bantuan/hibah Gubernur Jawa Barat (Jabar) kepada Yayasan Pendidikan ...


Proyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal MutuKejari Kabupaten Bandung Setor Uang Pengganti Perkara Tipikor ke Kas Negara
Laporan KhususEmpat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiTanah Datar, Jaya Pos Sudah banyak hal yang diperbuat duet ini untuk Tanah Datar maju, sejahtera dan ...


MTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu DipertahankanDPRD Muba Tanggapi Audiensi Baznas Muba