Senin, 13 Agustus 2012 - 09:44:22 WIB
Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 769 kali

Baca Juga:Pemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda JambiDKP Kabupaten Indramayu Ciptakan Lingkungan Bersih dan HijauUntuk Meningkatkan Kebersamaan, DPK PKPI Buka Puasa Bersama dan Santuni Seribu Anak Yatim Piatu

-Sahat Maruli Hutagalung Bertindak Sebagai Aktor Intelektual..?

Pandan Tapteng, Jaya Pos

Dugaan pemalsuan dokumen untuk pengajuan tenaga honorer kategori 2 (K-2) atas nama warga Kelurahan P. O. Kolang Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara, Elisadikin Nababan oleh elemen Masyarakat telah dilaporkan pada pihak penegak hukum guna diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Menjadi pertanyaan, apakah kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang digunakan untuk melamar perkerjaan dan saat ini sedang diproses pihak Kepolisian Resort (Polres) Tapteng murni hasil rekayasa sendiri oknum pegawai tenaga kerja sukarela (TKS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng tersebut..?
Berdasarkan keterangan Elisadikin Nababan pada Jaya pos, usai memberi keterangan pada pihak Polres Tapteng telah menunjukkan titik terang aktor intelektual dugaan pemalsuan surat tersebut.

Sesuai keterangan Elisadikin Nababan, dalang pemalsuan sebagai syarat K-2 adalah abang iparnya, Sahat Maruli Hutagalung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Dinkes Pemkab Tapteng di Desa Hutaimbaru Kecamatan Kolang Tapteng .

“Maklumlah status pekerjaan-ku selama ini hanya TKS dan aku tidak memiliki gaji pokok. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargapun hanya mengharapkan pemberian dari pimpinan, orang yang selama ini merasa terbantu dari hasil pekerjaan-ku dan hasil kerja serabutan. Wajarlah kalau aku berkeinginan menaikkan pekerjaan-ku menjadi tenaga honorer.”

“Mingkin karena hormat pada Abang Ipar atau karena didorong rasa kasihan sama Saya, Abang Ipar dengan sukarela telah mengajari membuat persyaratan administrasi K-2. Bahkan Abang Ipar dengan senang hati membantu Saya termasuk untuk biaya ongkos dan foto copy berkas. Berhubung karena aku tidak berpengalaman bagian administrasi apalagi membuat persyaratan K-2, Abang Iparlah yang mengajariku membuat daftar kehadiran, menggunting, menempel dan memfoto copy tanda tangan Kepala puskesmas Kolang sekarang dan yang dulu.”

Laporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat untuk melamar pekerjaan yang dilakukan elemen masyarakat terhadap Elisadikin Nababan tidak terlepas dari andil Abang Iparnya itu.

Pasalnya, yang mengetahui, mengajari dan memfasilitasi dirinya membuat persyaratan administrasi pengusulan tenaga honorer K-2 konon membawa dirinya menghadap pada Kadis Kesehatan Pemkab Tapteng yang saat itu dijabat  Hajopan Simanjuntak guna meminta tanda tangan sebagai pejabat yang mengetahui adalah abang iparnya itu.

Penilaian pria berusia 34 tahun itu sangat signifikan dengan penuturan nara sumber berinisial SMH pada salah satu media lokal yang getol mengekspos dugaan tindak pidana tersebut.

Pria memiliki 1 orang putra berpenampilan low-profile dan terkesan lugu itu menepis anggapan bila tindakan yang mereka (Elisadikin Nababan dan Sahat Maruli Hutagalung) lakukan atas sepengetahuan kakaknya yang kebetulan istri dari Sahat Maruli Hutagalung dan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kolang Tapteng serta pimpinan langsung mereka.

“Tindakan itu kami lakukan berdua secara rahasia. Kalau kerjaan kami itu diketahui  Kakak pasti surat dari Puskesmas tidak dikeluarkan bahkan aku akan dimarahi,” tandasnya.

Menjadi pertanyaan besar, apa yang memotivasi Sahat Maruli Hutagalung sehingga dituding sebagai aktor pelaporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan adik iparnya, Elisadikin Nababan..?

Yang pasti, saat ini mahligai rumah tangga oknum Kapustu Hutaimbaru dengan oknum Kapus Kolang Tapteng itu sedang diterpa badai pertengkaran besar konon terancam diambang perceraian.

Pasalnya, Gugatan Cerai yang dilakukan Sahat Maruli Hutagalung terhadap istri yang melahirkan empat anaknya sedang berlangsung di Pengadilan negeri Sibolga.

Apakah benar tudingan bahwa istri selingkuh alias memiliki Pria Idaman Lain (PIL)..?

Hingga berita ini dilansir bapak dari empat orang anak itu belum dapat membuktikan terhadap istrinya.

Patut diduga, Sahat Maruli Hutagalung mengalamatkan tudingan sang istri memiliki PIL hanya topeng belaka untuk menutupi kondisi perilakunya yang sebaliknya. Kenapa tidak..? Informasi yang dihimpun Jaya Pos dari nara sumber yang layak dipercaya di Kecamatan Kolang Tapteng, justru oknum Kapustu itu disinyalir yang selingkuh alias memiliki Wanita Idaman Lain (WIL).

Bukti penggunaan jasa pesan sms yang sampai pada Jaya Pos, Sahat Maruli Hutagalung dengan salah seorang WIL berstatus PNS dan bekerja di Puskesmas dibilangan Kelurahan Belimester Kampung Melayu Jakarta Timur acap menggunakan kata kata mesra “Papa-Mama” hingga mengirim uang via anak WIL.

Foto seksi berupa foto telanjang dada sang WIL tak luput dikoleksi guna mengingat masa indah yang pernah diukir bersama wanita selingkuhan konon satu angkatan/alumni di akademi keperawatan Tarutung Tapanuli Utara.

Sahat Maruli Hutagalung ketika dikonfirmasi Jaya Pos usai melakukan wajib lapor di Mapolres Tapteng mengakui, yang memberitahukan serta memberikan data dugaan pemalsuan surat/berkas K-2 Adik Iparnya, Elisadikin Nababan pada salah satu elem masyarakat guna dilaporkan pada pihak penegak hukum adalah dirinya.

Hal itu dilakukannya dengan harapan sang istri ikut terlibat dalam permasalahan tersebut dan dihukum sebagai wujud balas demdam atas pelaporan yang dilakukan Kapus Kolang Tapteng itu terhadapnya terkait dugaan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 jo 266 KUHPidana.

Ketika ditanya terkait tudingan memiliki WIL, Sahat Maruli Hutagalung memilih bungkam dan beranjak dari tempat duduknya seraya berlalu. (JP/SG-86)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (113024)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (81947)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (14366)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (10148)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (8195)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8030)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (7414)Harian JAYA POS (6574)Demo di Kantor Bupati Tapteng, Minta Bonaran Situmeang Segera Ditangkap (6394)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (6359)
Bedah JayaposDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPKBantaeng, Jaya Pos Kegiatan reklamasi proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga ...


Kejaksaan Akan Usut Dugaan Korupsi PDAM TirtaweningProyek peningkatan Sistem Lalu Lintas Kapal di Dumai, Publik Pertanyakan Bentuk Proyek dan KeberadaaAhli Waris Keluarga Tiga Menteng, Menuntut Pembayaran Ganti Rugi Lahan SDN No 14 dan 41Putihkan 5.000 Ha Sawit Ilegal Milik PT. BGA Group, Pejabat Ketapang Diisukan Terima Fee Rp 40 M52 unit Perumahan Dibangun PT Erminta Diduga Tanpa IMBButuh Perhatian Kapoldasu, Pemerasan dan Perampokan Marak di JalinsumDiduga Manager PT. PAL Main dengan Mafia Tanah
Laporan KhususJokowi - JK deklarasikan kemenangannya di Sunda KelapaJakarta, Jaya Pos Setelah Komisi Pemilihan Umum Pusat Jakarta, Selasa Malam, menetapkan Joko Widodo dan ...


"Ida Hinadenggan ni Angka na Sarohai"Tradisi Budaya Mudik Tradisi Mudik Bagi Kaum PerantauQuck Count dari Berbagai Lembaga Survei, Pasangan Jokowi-JK Unggul SementaraKelompok Tani Pribumi Kalbar Dukung Jokowi-JK Jadi Presiden RIGerakan Batak Bersatu Dukung Jokowi-JKBudaya Adat Totokng Simpang Pasir Dukung Jokowi-JKPuisi Gejolak Asmara & Kaca Oleh: Sarah Engeline Joseph.