Senin, 13 Agustus 2012 - 09:44:22 WIB
Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 399 kali

Baca Juga:Pemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda JambiDKP Kabupaten Indramayu Ciptakan Lingkungan Bersih dan HijauUntuk Meningkatkan Kebersamaan, DPK PKPI Buka Puasa Bersama dan Santuni Seribu Anak Yatim Piatu

-Sahat Maruli Hutagalung Bertindak Sebagai Aktor Intelektual..?

Pandan Tapteng, Jaya Pos

Dugaan pemalsuan dokumen untuk pengajuan tenaga honorer kategori 2 (K-2) atas nama warga Kelurahan P. O. Kolang Kecamatan Kolang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara, Elisadikin Nababan oleh elemen Masyarakat telah dilaporkan pada pihak penegak hukum guna diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Menjadi pertanyaan, apakah kasus dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang digunakan untuk melamar perkerjaan dan saat ini sedang diproses pihak Kepolisian Resort (Polres) Tapteng murni hasil rekayasa sendiri oknum pegawai tenaga kerja sukarela (TKS) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng tersebut..?
Berdasarkan keterangan Elisadikin Nababan pada Jaya pos, usai memberi keterangan pada pihak Polres Tapteng telah menunjukkan titik terang aktor intelektual dugaan pemalsuan surat tersebut.

Sesuai keterangan Elisadikin Nababan, dalang pemalsuan sebagai syarat K-2 adalah abang iparnya, Sahat Maruli Hutagalung yang saat ini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Dinkes Pemkab Tapteng di Desa Hutaimbaru Kecamatan Kolang Tapteng .

“Maklumlah status pekerjaan-ku selama ini hanya TKS dan aku tidak memiliki gaji pokok. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluargapun hanya mengharapkan pemberian dari pimpinan, orang yang selama ini merasa terbantu dari hasil pekerjaan-ku dan hasil kerja serabutan. Wajarlah kalau aku berkeinginan menaikkan pekerjaan-ku menjadi tenaga honorer.”

“Mingkin karena hormat pada Abang Ipar atau karena didorong rasa kasihan sama Saya, Abang Ipar dengan sukarela telah mengajari membuat persyaratan administrasi K-2. Bahkan Abang Ipar dengan senang hati membantu Saya termasuk untuk biaya ongkos dan foto copy berkas. Berhubung karena aku tidak berpengalaman bagian administrasi apalagi membuat persyaratan K-2, Abang Iparlah yang mengajariku membuat daftar kehadiran, menggunting, menempel dan memfoto copy tanda tangan Kepala puskesmas Kolang sekarang dan yang dulu.”

Laporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat untuk melamar pekerjaan yang dilakukan elemen masyarakat terhadap Elisadikin Nababan tidak terlepas dari andil Abang Iparnya itu.

Pasalnya, yang mengetahui, mengajari dan memfasilitasi dirinya membuat persyaratan administrasi pengusulan tenaga honorer K-2 konon membawa dirinya menghadap pada Kadis Kesehatan Pemkab Tapteng yang saat itu dijabat  Hajopan Simanjuntak guna meminta tanda tangan sebagai pejabat yang mengetahui adalah abang iparnya itu.

Penilaian pria berusia 34 tahun itu sangat signifikan dengan penuturan nara sumber berinisial SMH pada salah satu media lokal yang getol mengekspos dugaan tindak pidana tersebut.

Pria memiliki 1 orang putra berpenampilan low-profile dan terkesan lugu itu menepis anggapan bila tindakan yang mereka (Elisadikin Nababan dan Sahat Maruli Hutagalung) lakukan atas sepengetahuan kakaknya yang kebetulan istri dari Sahat Maruli Hutagalung dan menjabat sebagai Kepala Puskesmas Kolang Tapteng serta pimpinan langsung mereka.

“Tindakan itu kami lakukan berdua secara rahasia. Kalau kerjaan kami itu diketahui  Kakak pasti surat dari Puskesmas tidak dikeluarkan bahkan aku akan dimarahi,” tandasnya.

Menjadi pertanyaan besar, apa yang memotivasi Sahat Maruli Hutagalung sehingga dituding sebagai aktor pelaporan dugaan tindak pidana pemalsuan surat yang dilakukan adik iparnya, Elisadikin Nababan..?

Yang pasti, saat ini mahligai rumah tangga oknum Kapustu Hutaimbaru dengan oknum Kapus Kolang Tapteng itu sedang diterpa badai pertengkaran besar konon terancam diambang perceraian.

Pasalnya, Gugatan Cerai yang dilakukan Sahat Maruli Hutagalung terhadap istri yang melahirkan empat anaknya sedang berlangsung di Pengadilan negeri Sibolga.

Apakah benar tudingan bahwa istri selingkuh alias memiliki Pria Idaman Lain (PIL)..?

Hingga berita ini dilansir bapak dari empat orang anak itu belum dapat membuktikan terhadap istrinya.

Patut diduga, Sahat Maruli Hutagalung mengalamatkan tudingan sang istri memiliki PIL hanya topeng belaka untuk menutupi kondisi perilakunya yang sebaliknya. Kenapa tidak..? Informasi yang dihimpun Jaya Pos dari nara sumber yang layak dipercaya di Kecamatan Kolang Tapteng, justru oknum Kapustu itu disinyalir yang selingkuh alias memiliki Wanita Idaman Lain (WIL).

Bukti penggunaan jasa pesan sms yang sampai pada Jaya Pos, Sahat Maruli Hutagalung dengan salah seorang WIL berstatus PNS dan bekerja di Puskesmas dibilangan Kelurahan Belimester Kampung Melayu Jakarta Timur acap menggunakan kata kata mesra “Papa-Mama” hingga mengirim uang via anak WIL.

Foto seksi berupa foto telanjang dada sang WIL tak luput dikoleksi guna mengingat masa indah yang pernah diukir bersama wanita selingkuhan konon satu angkatan/alumni di akademi keperawatan Tarutung Tapanuli Utara.

Sahat Maruli Hutagalung ketika dikonfirmasi Jaya Pos usai melakukan wajib lapor di Mapolres Tapteng mengakui, yang memberitahukan serta memberikan data dugaan pemalsuan surat/berkas K-2 Adik Iparnya, Elisadikin Nababan pada salah satu elem masyarakat guna dilaporkan pada pihak penegak hukum adalah dirinya.

Hal itu dilakukannya dengan harapan sang istri ikut terlibat dalam permasalahan tersebut dan dihukum sebagai wujud balas demdam atas pelaporan yang dilakukan Kapus Kolang Tapteng itu terhadapnya terkait dugaan pemalsuan surat sebagaimana diatur dalam pasal 263 jo 266 KUHPidana.

Ketika ditanya terkait tudingan memiliki WIL, Sahat Maruli Hutagalung memilih bungkam dan beranjak dari tempat duduknya seraya berlalu. (JP/SG-86)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59935)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54223)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51781)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15276)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14547)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14358)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14068)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13626)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13531)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9574)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik