Selasa, 14 Agustus 2012 - 07:29:26 WIB
Rehab Samsat Rancaekek Diduga Salahi Bestek dan SPPKategori: Jawa Barat - Dibaca: 143 kali

Baca Juga:DPC PPP Berikan 100 Bingkisan Sembako Kepada Masyarakat Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanPemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda Jambi

Bandung, Jaya Pos

Dewasa ini daerah Rancaekek mulai berkembang dan tingkat kepadatan penduduk semakin meningkat. Dampaknya, jumlah kendaraan pun terus meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Samsat Rancaekek merehab gedung samsat yang sudah tidak memadai lagi.
Rehab itu ditaksir memakan biaya Rp 700 juta, yang dilaksanakan oleh CV RVL dan konsultan pengawas dari CV AND. Jangka waktu untuk perbaikan adalah lima bulan terhitung saat (9/6).

Saat ini, dari pengamatan Jaya Pos, pelaksanaan pembangunan “amburadul”. Bahkan tidak sedikit pengunjung samsat mengatakan gunjingannya. Di lokasi, saat ini tidak terdapat papan nama yang menunjukan sedang dalam perbaikan, proyeksi KIT bahkan pagar pengaman hanya terbuat dari bilik bambu.

Menurut sumber di lapangan menduga ada penyimpangan pelaksanaan dari bestek dan Surat Perjanjian Pemborongan (SPP), misalnya, adukan untuk pondasi dengan menggunakan pasir merah yang terlihat speri pasir urug dan semen yang hanya ditabur begitu saja tanpa melalui spesi (campuran adukan) yang seharusnya berkomposisi 1:4 atau 1:6, begitu pula hasil cor beton pada bobokan hasilnya nampak kurang rapi.

Salah seorang pensiunan karyawan Cipta Karya yang kebetulan sedang mengurus surat-surat kendaraan di Samsat Rancaekek yang enggan menyebutkan jati dirinya, mengomentari soal rehab gedung Samsat Rancaekek.

“Pengawasan dituntut ekstra ketat. Setiap tahapan, beton betulang harus berdasarkan Peraturan Beton Bertulang (PBI) dan K yang diizinkan, yaitu 225. Penulangan beton bertulang harus sangat dominan sebagai kolom-kolom dan ring balok untuk menahan kekuatan, kedalaman tanah pun harus di perhitungkan,” katanya.

KAUPP Samsat Rancaekek Drs H Dadang Warsono, M.Si, kepada Jaya Pos mengungkapkan, tahapan demi tahapan akan dilakukan pengawsan ekstra ketat. Bahkan, kata Dadang, kepada konsultan pengawas agar pengawas yang kurang jeli untuk segera di ganti.

Dadang yang dikenal pekerja keras di kalangan Samsat, yang merupakan manajer perpajakan belum tentu menguasai bidang bangunan. Maka dengan tegas, Dadang akan didampingi pengawas ahli saat melakukan pengawasan.

“Seharusnya direksi-direksi kit dibuat dan gambar proyek ditempelkan, termasuk time schedule, sehingga target 5 bulan bisa diketahui bobot prosentase kemajuan pekerjaan. Hal ini akan terlambat bila melihat tenaga kerja kurang professional. Tentu saja masyarakat yang mengurus surat-surat kendaraan di samsat penuh harap, nilai Rp 700 juta itu bukan uang sedikit, dan uang itu dari uang rakyat, maka selayaknya kualitas dan kuantitas harus sempurna,” tambah Dadang. ND


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50563)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (33783)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13807)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13339)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12965)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12215)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8278)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (5791)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5597)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5514)
Bedah JayaposKades Cimanis - Sobang Diduga Korup Dana DesaPandengglang, JAYAPOS - Berawal dari pengaduan warga Desa Cimanis, Kec, Sobang yang tidak mau ...


Proyek Jalan Usaha Tani Senilai Ratusan Juta di Desa Brayung Kecamatan Puri HancurDiduga Ada Konspirasi, Bantuan Hibah Ternak Sapi 2017 MencurigakanCinta Sejati Berakhir di Balik Jeruji, Pelaku Pengeroyokan Malah Tidak Terjamah HukumEmbung Tanpa AirCV. Dewi Lestari Ketapang Diduga Mark-Up Proyek Jalan Usaha TaniPolisi Kecolongan, Ribuan Potong Kayu Log Ilegal lolosAMP Milik PT AKI Disinyalir Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususMasuk DCT, Pande-Iroot Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat MiskinManado, JAYAPOS -  Rasa syukur diungkapkan oleh Steven Pande-iroot salah satu Calon ...


Bulan Dana PMI Banyumas Targetkan 1,25 MRaih WTP 7 Kali, Pemkab OKI: Dampaknya untuk MasyarakatApel Akbar dan Pawai Muharram Terbesar Diikuti Ribuan SantriDanrem 071/Wk Juara 3rd Place "U Grade" IPSC Level III Standard DivisionRibuan Santri Banyumas Ikuti Pawai Taaruf Sambut Tahun BaruDrs Klusen Ketua Timses Kab MelawiSambut Tahun Baru Hijriyah, Bupati Banyumas Tabuh Bedug