Kamis, 10 Mei 2018 - 05:02:43 WIB
Warga Tiga Desa di Maros Sepakat Tidak Ada Perubahan Lahan Jalur KAKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 120 kali

Baca Juga:DPC PPP Berikan 100 Bingkisan Sembako Kepada Masyarakat Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanPemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda Jambi

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Maros, Jaya Pos

Ratusan warga yang me­rupakan penduduk asli Desa Tellupocoe, Desa Ma’rumpa, dan Desa Temmappadduae Kecamatan Marusu Kabupa­ten Maros Sulawesi Selatan, melakukan rapat koordinasi, berkaitan dengan kesepakatan, soal lahan pembangunan jalur Kereta Api (KA), yang telah disepakati dengan pihak terkait, pada pertengahan 2017 lalu. Rapat yang digelar pada 12 April lalu tersebut, para warga sepakat jika tidak ada perubahan jalur, pada lahan milik warga, yang akan dibangun jalur KA tersebut.

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Utusan warga yang juga sekaligus sebagai kuasa dari warga pemilik lahan, telah bertemu dengan Humas Dirjen Perkeretaapian Zulfikri MSc DEA, yang mana pihak Dirjen mengatakan: “Tidak ada perubahan lokasi lahan, yang ada di Kabupaten Maros, untuk kepentingan pembangunan jalur KA dimaksud”.

Menurut Andi Asis Maskur, pihaknya telah mendapatkan jawaban yang positif dari Chandra dan Regina selaku Humas Dirjen Perkeretaapian, saat bertemu langsung di kantor Kemenhub Jakarta, beberapa waktu lalu. “Gambar yang digunakan untuk pembangunan jalur KA masih tetap gambar yang dibuat pada tahun 2014 dan belum ada perubahan sama sekali,”, tutur Andi Asis kepada Jaya Pos, Rabu lalu, meniru ucapan pihak Dirjen Perkeretaapian.

Untuk meyakinkan warga, maka pihak Dirjen Per­keretaapian akan membuat surat tertulis, yang ditunjukan kepada warga agar tidak ada lagi keresahan di lapangan nantinya, yang sejak awal 2018 mengahantui warga masyarakat pemilik lahan. “Insyaalah dalam minggu ini, pihak Dirjen Perkeretaapian akan mengirim surat kepada kami, sebagai bukti, jika memang benar tidak ada perubahan pembangunan jalur KA pada lahan warga yang sudah disepakati bersama”, tegas Andi Asis. “Intinya masih tetap menggunakan peta yang lama dan tidak ada perubahan soal lahan milik warga,” tegas Andi Asis.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2018, warga Maros yang ada di 3 desa tersebut, menjadi resah dan melakukan protes keras atas berubahnya lokasi lahan milik mereka, yang akan dibangun jalur KA, sehingga mereka merasa rugi karena sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak terkait soal lahan yang akan dibangun jalur KA dimaksud.

Aktivis LSM Pekan 21 Amir Kadir yang juga ikut mendampingi warga dalam persoalan ini mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi warga pemilik lahan, untuk mendapatkan haknya. “Sehingga dengan mengirim utusan ke Jakarta, maka kami sangat yakin persoalan ini akan terang benderang, dan insyaallah akan berpihak kepada warga,” sebutnya.

“Sampai saat ini, belum ada surat tertulis yang resmi dari pihak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang menjelaskan adanya perubahan lokasi lahan, yang akan dibangun jalur KA di Kabupaten Maros”, tandasnya.(JK/AH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50469)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (18735)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13556)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12870)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8132)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5423)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5177)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (4414)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (4069)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3684)
Bedah JayaposDugaan Pungli Program Redis di Kecamatan Sobang, LSM Setempat Siap Laporkan ke Aparat HukumPandeglang, JAYAPOS - Terkait dugaan pungutan liar (pungli) Program Redistibusi yang sedang berjalan ...


Futsal Pogot Samping Balai RW Asal Jadi, Penyelenggara Dispora BungkamKebakaran Jenggot, Kadis PUTR Kabupaten Agam Marah-Marah Pemasangan Lampu PJU Darmo Terindikasi DikorupsiDiduga Tanpa IMB, Pembangunan Pasar Rao-Rao Tetap DilanjutkanTPM P3TGAI Desa Banyubiru Tertutup Pada WartawanAnggota DPRD Geram, Bangun Drainase Tidak Sesuai HarapanKejati Minta Tindak PT Citra Indah Lestari, Proyek Rp 4 M di Kapuas Terindikasi Tak Sesuai Kontrak
Laporan KhususRapat Paripurna DPRD Tanah Datar Terkait APBDTanah Datar, JAYAPOS - Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar tahun 2017 ...


Publikasi Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2018Bupati Heri Amalindo Lepas Rombongan Karnaval HUT RI Ke-73Detik-Detik Proklamasi HUT Kemerdekaan RI di Muara Enim BerkumandangBangun Kesehatan, Padangpanjang Canangkan GermasRibuan Manusia Menari Maumere di Penutupan TMMD BanjarnegaraMengenang Sejarah Aceh di Pameran Aceh Story ExpoPangdam Diponegoro Bangun Jembatan Sutabrata Desa Sawangan