Kamis, 10 Mei 2018 - 05:02:43 WIB
Warga Tiga Desa di Maros Sepakat Tidak Ada Perubahan Lahan Jalur KAKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 192 kali

Baca Juga:DPC PPP Berikan 100 Bingkisan Sembako Kepada Masyarakat Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanPemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda Jambi

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Maros, Jaya Pos

Ratusan warga yang me­rupakan penduduk asli Desa Tellupocoe, Desa Ma’rumpa, dan Desa Temmappadduae Kecamatan Marusu Kabupa­ten Maros Sulawesi Selatan, melakukan rapat koordinasi, berkaitan dengan kesepakatan, soal lahan pembangunan jalur Kereta Api (KA), yang telah disepakati dengan pihak terkait, pada pertengahan 2017 lalu. Rapat yang digelar pada 12 April lalu tersebut, para warga sepakat jika tidak ada perubahan jalur, pada lahan milik warga, yang akan dibangun jalur KA tersebut.

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Utusan warga yang juga sekaligus sebagai kuasa dari warga pemilik lahan, telah bertemu dengan Humas Dirjen Perkeretaapian Zulfikri MSc DEA, yang mana pihak Dirjen mengatakan: “Tidak ada perubahan lokasi lahan, yang ada di Kabupaten Maros, untuk kepentingan pembangunan jalur KA dimaksud”.

Menurut Andi Asis Maskur, pihaknya telah mendapatkan jawaban yang positif dari Chandra dan Regina selaku Humas Dirjen Perkeretaapian, saat bertemu langsung di kantor Kemenhub Jakarta, beberapa waktu lalu. “Gambar yang digunakan untuk pembangunan jalur KA masih tetap gambar yang dibuat pada tahun 2014 dan belum ada perubahan sama sekali,”, tutur Andi Asis kepada Jaya Pos, Rabu lalu, meniru ucapan pihak Dirjen Perkeretaapian.

Untuk meyakinkan warga, maka pihak Dirjen Per­keretaapian akan membuat surat tertulis, yang ditunjukan kepada warga agar tidak ada lagi keresahan di lapangan nantinya, yang sejak awal 2018 mengahantui warga masyarakat pemilik lahan. “Insyaalah dalam minggu ini, pihak Dirjen Perkeretaapian akan mengirim surat kepada kami, sebagai bukti, jika memang benar tidak ada perubahan pembangunan jalur KA pada lahan warga yang sudah disepakati bersama”, tegas Andi Asis. “Intinya masih tetap menggunakan peta yang lama dan tidak ada perubahan soal lahan milik warga,” tegas Andi Asis.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2018, warga Maros yang ada di 3 desa tersebut, menjadi resah dan melakukan protes keras atas berubahnya lokasi lahan milik mereka, yang akan dibangun jalur KA, sehingga mereka merasa rugi karena sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak terkait soal lahan yang akan dibangun jalur KA dimaksud.

Aktivis LSM Pekan 21 Amir Kadir yang juga ikut mendampingi warga dalam persoalan ini mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi warga pemilik lahan, untuk mendapatkan haknya. “Sehingga dengan mengirim utusan ke Jakarta, maka kami sangat yakin persoalan ini akan terang benderang, dan insyaallah akan berpihak kepada warga,” sebutnya.

“Sampai saat ini, belum ada surat tertulis yang resmi dari pihak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang menjelaskan adanya perubahan lokasi lahan, yang akan dibangun jalur KA di Kabupaten Maros”, tandasnya.(JK/AH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50601)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (38346)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13872)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13369)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13003)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12266)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8331)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6328)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5745)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5562)
Bedah JayaposKasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangBinjai, Kasus penebangan beberapa pohon jati diklaim masih masuk areal Kebun Tandem Hilir PTPN II ...


Dirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek Masyarakat Kayuagung Tuntut PT Waskita Perbaiki Jalan RusakHibah Pemprov Jatim 2016 Terindikasi Mark Up Warga Geram
Laporan KhususPemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 2018Kuala Kurun, Pemerintah Kabupa­ten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat ...


2019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala NamuAlat Berat Dalam Pra TMMD Reguler Ke 103 di Desa Duren OmboJaya Baru dan Lueng Bata Juara II dan III Baiturrahman Juara Cerdas Cermat KIG 2018