Kamis, 10 Mei 2018 - 05:02:43 WIB
Warga Tiga Desa di Maros Sepakat Tidak Ada Perubahan Lahan Jalur KAKategori: Sulawesi Selatan - Dibaca: 34 kali

Baca Juga:DPC PPP Berikan 100 Bingkisan Sembako Kepada Masyarakat Mengungkap Aktor Intelektual Pemalsuan Dokumen Honorer K-2 Elisadikin NababanPemeriksaan Siti Hartati Murdaya Setelah LebaranKuasa Hukum Maya Supira Laporkan Penyidik Polres Kab Tanjab Barat ke Polda Jambi

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Maros, Jaya Pos

Ratusan warga yang me­rupakan penduduk asli Desa Tellupocoe, Desa Ma’rumpa, dan Desa Temmappadduae Kecamatan Marusu Kabupa­ten Maros Sulawesi Selatan, melakukan rapat koordinasi, berkaitan dengan kesepakatan, soal lahan pembangunan jalur Kereta Api (KA), yang telah disepakati dengan pihak terkait, pada pertengahan 2017 lalu. Rapat yang digelar pada 12 April lalu tersebut, para warga sepakat jika tidak ada perubahan jalur, pada lahan milik warga, yang akan dibangun jalur KA tersebut.

Kesepakatan ini diputuskan setelah warga mengirim utusan ke Jakarta, guna menemui pihak Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Utusan warga yang juga sekaligus sebagai kuasa dari warga pemilik lahan, telah bertemu dengan Humas Dirjen Perkeretaapian Zulfikri MSc DEA, yang mana pihak Dirjen mengatakan: “Tidak ada perubahan lokasi lahan, yang ada di Kabupaten Maros, untuk kepentingan pembangunan jalur KA dimaksud”.

Menurut Andi Asis Maskur, pihaknya telah mendapatkan jawaban yang positif dari Chandra dan Regina selaku Humas Dirjen Perkeretaapian, saat bertemu langsung di kantor Kemenhub Jakarta, beberapa waktu lalu. “Gambar yang digunakan untuk pembangunan jalur KA masih tetap gambar yang dibuat pada tahun 2014 dan belum ada perubahan sama sekali,”, tutur Andi Asis kepada Jaya Pos, Rabu lalu, meniru ucapan pihak Dirjen Perkeretaapian.

Untuk meyakinkan warga, maka pihak Dirjen Per­keretaapian akan membuat surat tertulis, yang ditunjukan kepada warga agar tidak ada lagi keresahan di lapangan nantinya, yang sejak awal 2018 mengahantui warga masyarakat pemilik lahan. “Insyaalah dalam minggu ini, pihak Dirjen Perkeretaapian akan mengirim surat kepada kami, sebagai bukti, jika memang benar tidak ada perubahan pembangunan jalur KA pada lahan warga yang sudah disepakati bersama”, tegas Andi Asis. “Intinya masih tetap menggunakan peta yang lama dan tidak ada perubahan soal lahan milik warga,” tegas Andi Asis.

Seperti diketahui, sejak awal tahun 2018, warga Maros yang ada di 3 desa tersebut, menjadi resah dan melakukan protes keras atas berubahnya lokasi lahan milik mereka, yang akan dibangun jalur KA, sehingga mereka merasa rugi karena sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak terkait soal lahan yang akan dibangun jalur KA dimaksud.

Aktivis LSM Pekan 21 Amir Kadir yang juga ikut mendampingi warga dalam persoalan ini mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi warga pemilik lahan, untuk mendapatkan haknya. “Sehingga dengan mengirim utusan ke Jakarta, maka kami sangat yakin persoalan ini akan terang benderang, dan insyaallah akan berpihak kepada warga,” sebutnya.

“Sampai saat ini, belum ada surat tertulis yang resmi dari pihak Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yang menjelaskan adanya perubahan lokasi lahan, yang akan dibangun jalur KA di Kabupaten Maros”, tandasnya.(JK/AH)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (18812)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13261)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12657)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7799)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5164)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3697)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3505)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3333)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (2819)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (2755)
Bedah JayaposKomnas PAN Subang Gugat Sertifikat HGB PT.Central Georgente NusantaraSubang, Jaya Pos Sidang gugatan perbuatan melawan hukum atas terbitnya sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), ...


6 Bulan Tidak Ditindaklanjuti Kejagung Koleksi Laporan Pengaduan?Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihPutusan Merasa Tidak Adil, Penggugat Curahkan Kemarahannya Pada HakimBantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 Milyar Jadi Ajang Bancakan (bag 2)Sering Dilalui Truk Tanah Milik PT Basuki, Jalan Menuju Kompleks Perkantoran Parbaba Rusak ParahDiduga Gunakan Ijazah Palsu, Kadus Dipecat
Laporan KhususStudy KomparasiAcara Study Komparasi dari DPRD Kabupaten Minaha Utara Provinsi Sulawesi Utara diterima dan dipimpin oleh ...


Kegiatan Ketahanan Pangan NasionalKegiatan Peningkatan Kapasitas TP-PKKPisah Sambut Dandim 0307/Tanah Datar, Sekaligus Penyambutan Komandan Secata B dan Ketua PA PadangpanJelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok di Depok Masih Stabil Bupati Labuhanbatu Apresiasi Pelaksanaan Isra Mi'raj Yang Diprakarsai Oleh Kodim 0209/LBBupati Instruksikan Warga Pungut Sampah di Deli SerdangKautsar Sarankan Bangun Monumen Reformasi, Walikota: Lokasinya di Banda Aceh