Sabtu, 19 Mei 2018 - 07:37:30 WIB
Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 297 kali

Baca Juga:Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 6 Orang Hilang dan 50 Rumah RusakJalin Silahturahmi, Kementerian Lingkungan Hidup Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Yatim PiatuBarang Bukti Dari Korlantas di BukaSesuai Spesifikasi Pelaksanaan Kerja, Rehabilitasi Bendungan Irigasi Koto Kandis Dilakukan

Mojokerto, Jaya Pos

Desa Kuto Girang adalah salah satu desa di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto pada tahun anggaran 2016 mengajukan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Mendek dan 2 dusun lainnya. Dan pada awal tahun 2017 disetujui mendapat bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto di Satuan Kerja Sekretaris Daerah (Setda Kab) Senilai Rp 2 miliar.

Sayangnya, bantuan keuangan yang bertujuan untuk membangun infrastruktur desa (jalan desa) dikelola secara sembarangan dan terindikasi dijadikan ajang bagi–bagi oleh oknum Kepala Desa Didik dan kroninya.

Menyoroti hal ini, LSM Wadah Aspirasi Rakyat (WAR) mendapati fakta bahwa pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dana dari bantuan keuangan desa diduga merugikan negara sampai Rp 672 juta.

Selain itu, setelah dijadikan ajang bagi-bagi uang rakyat oleh Kepala Desa Kuto Girang mulai dari Polo (kepala dusun) sampai Camat Ngoro Hidayat, terungkap juga bahwa itikat awalnya kurang baik (mensrea) dari kepala desa, itu dapat dideteksi dari pengambilan dana untuk pembangunan jalan rabat beton, begitu uang masuk ke rekening bendahara desa, kadesnya langsung mengajak bendahara untuk mengambil uang tersebut ke Bank Jatim. “Sehingga semua dikuasai oleh kepala desa,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Semua pengeluaran proyek pembangunan jalan rabat beton, lanjutnya dikoordinir oleh kepala desa, sehingga Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) sama sekali tidak difungsiukan. Ini dimaksudkan bertujuan agar pengeluaran proyek jalan tidak diketahui oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat desa, apalagi papan proyek kegiatan sama sekali tidak dipasang dengan maksud menutupi kegiatan tersebut dari pantauan masyarakat.

Ketua LSM WAR Ir Didik Wahono SH MSi yang dimintai komentar, (17/5) terkait dugaan korupsi di Desa Kuto Girang mengemukakan, ada dua hal yang dilaporkan pihaknya ke aparat hukum, pertama melaporkan terjadinya korupsi dalam pembangunan jalan yang diduga merugikan negara hingga Rp 672 juta dan kedua bahwa Kepala Desa Kuto Girang juga diduga menjual asset desa kepada salah satu pabrik di desa tersebut, yaitu berupa saluran irigasi desa seluas kurang lebih 1800 m2.

“Kepala desa diduga telah menerima uang ratusan juta rupiah terkait asset desa yang dikuasai oleh salah satu perusahaan yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan pabrik,” sebutnya.(ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59364)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51240)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32886)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14714)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14005)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13841)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13597)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9891)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9017)
Bedah JayaposWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikTidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari ...


Bobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?
Laporan KhususPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixCiamis, Jaya Pos Persoalan rencana pengaspalan hotmix jalan kabupaten lintas Buniseuri-Jalatrang yang ...


Lakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari Ramadhan