Sabtu, 19 Mei 2018 - 07:37:30 WIB
Bantuan Keuangan Khusus Senilai Rp 2 M Jadi Ajang Bancakan (Bag 3)Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 76 kali

Baca Juga:Banjir Bandang di Aceh Tenggara, 6 Orang Hilang dan 50 Rumah RusakJalin Silahturahmi, Kementerian Lingkungan Hidup Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Yatim PiatuBarang Bukti Dari Korlantas di BukaSesuai Spesifikasi Pelaksanaan Kerja, Rehabilitasi Bendungan Irigasi Koto Kandis Dilakukan

Mojokerto, Jaya Pos

Desa Kuto Girang adalah salah satu desa di Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto pada tahun anggaran 2016 mengajukan pembangunan jalan rabat beton di Dusun Mendek dan 2 dusun lainnya. Dan pada awal tahun 2017 disetujui mendapat bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto di Satuan Kerja Sekretaris Daerah (Setda Kab) Senilai Rp 2 miliar.

Sayangnya, bantuan keuangan yang bertujuan untuk membangun infrastruktur desa (jalan desa) dikelola secara sembarangan dan terindikasi dijadikan ajang bagi–bagi oleh oknum Kepala Desa Didik dan kroninya.

Menyoroti hal ini, LSM Wadah Aspirasi Rakyat (WAR) mendapati fakta bahwa pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dana dari bantuan keuangan desa diduga merugikan negara sampai Rp 672 juta.

Selain itu, setelah dijadikan ajang bagi-bagi uang rakyat oleh Kepala Desa Kuto Girang mulai dari Polo (kepala dusun) sampai Camat Ngoro Hidayat, terungkap juga bahwa itikat awalnya kurang baik (mensrea) dari kepala desa, itu dapat dideteksi dari pengambilan dana untuk pembangunan jalan rabat beton, begitu uang masuk ke rekening bendahara desa, kadesnya langsung mengajak bendahara untuk mengambil uang tersebut ke Bank Jatim. “Sehingga semua dikuasai oleh kepala desa,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Semua pengeluaran proyek pembangunan jalan rabat beton, lanjutnya dikoordinir oleh kepala desa, sehingga Tim Pengelola Kegiatan Desa (TPKD) sama sekali tidak difungsiukan. Ini dimaksudkan bertujuan agar pengeluaran proyek jalan tidak diketahui oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat desa, apalagi papan proyek kegiatan sama sekali tidak dipasang dengan maksud menutupi kegiatan tersebut dari pantauan masyarakat.

Ketua LSM WAR Ir Didik Wahono SH MSi yang dimintai komentar, (17/5) terkait dugaan korupsi di Desa Kuto Girang mengemukakan, ada dua hal yang dilaporkan pihaknya ke aparat hukum, pertama melaporkan terjadinya korupsi dalam pembangunan jalan yang diduga merugikan negara hingga Rp 672 juta dan kedua bahwa Kepala Desa Kuto Girang juga diduga menjual asset desa kepada salah satu pabrik di desa tersebut, yaitu berupa saluran irigasi desa seluas kurang lebih 1800 m2.

“Kepala desa diduga telah menerima uang ratusan juta rupiah terkait asset desa yang dikuasai oleh salah satu perusahaan yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan pabrik,” sebutnya.(ZEIN)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36869)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13338)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12715)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7889)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5237)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4483)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3809)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3549)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3472)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3401)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar