Sabtu, 19 Mei 2018 - 07:49:24 WIB
Betapa Perlunya Ketertiban dan Keamanan Guna Pembangunan di BonapasogitKategori: Advertorial - Dibaca: 169 kali

Baca Juga:Batugantung PARAPAT SUMATERA UTARABanjir Bandang di Aceh Tenggara, 6 Orang Hilang dan 50 Rumah RusakJalin Silahturahmi, Kementerian Lingkungan Hidup Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Yatim PiatuBarang Bukti Dari Korlantas di Buka

Oleh Dr. Ronsen LM Pasaribu, SH, MM (Ketua Umum FBBI)

Suasana di Surabaya dan Sidoarjo pasca ledakan bom oleh teroris di tiga gereja dan Rusunawa Sukodono, serta di Polwiltabes Surabaya disusul lagi di Mapolda Riau, memantik perhatian seluruh rakyat Indonesia. Korban berguguran di pihak Polisi dan rakyat, menyisakan kesusahan bagi keluarga.

Khawatir dan ketakutan, itulah yang menjadi sasaran antara para teroris, namun rakyat akhirnya berpikir bagaimana suasana khawatir dan ketakutan dapat segera diakhiri di tengah upaya pembangunan yang sedang giat-giatnya digencarkan pemerintah di segala bidang. Seakan ada dua arah yang berbeda, Pemerintah menggiring semua potensi ke arah bagaimana mencapai kesejahteraan agar umur panjang dan berbahagia. Sementara, teroris menggiring faham sebaliknya, bicara kematian dan kematian untuk mencari kebahagiaan di surga.

Arus pemikiran ini, membuat masyarakat kritis dan mengatakan melalui tagar #Kami tidak takut#. Sebuah kalimat pendek yang menyatakan ketidakdiamannya, sebab dalam situasi tidak menentu itu rakyat tidak diam. Disamping waspada atas keamanan diri sendiri dan keluarga, juga pemerintah harus mengambil langkah strategis untuk ambil langkah tegas, cepat, antisipatif dan tentu dengaan koridor hukum.

Masyarakat melalui ormas sosial, politik dan budaya, mempertegas tagar kami tidak takut, berarti berani menghadapi siapa saja yang mau menihilkan harapan hidup mereka.

Kembali ke koridor hukum menjadi penting untuk disahkan UU Anti Terorisme guna mengantisipasi sel-sel yang sudah terbentuk, baik yang masih tidur, masih angan-angan/cita-cita dan yang sedang aktif. Jika gerakan ini melebar di seluruh daerah maka mendesak kiranya disahkan peraturan setingkat Undang-Undang Anti Teror.

Jika UU Teroris yang ada lebih pada posisi pemadam kebakaran, Polisi bisa bergerak kalau sudah nyata ada bukti tanpa bisa berbuat walau sudah mengetahuinya sebuah rencana aksi teror. Payung hukum untuk “anti teror” ini perlu, dengan catatan segala langkah kerja tentu harus terukur diatur oleh aturan pelaksanaannya nantinya. Maksudnya supaya di lapangan tidak ada bias, yang dengan mudah ditarik menjadi pelanggaran HAM.

Jika UU belum juga dipandang tidak menjawab persoalan kekinian, misalnya lambat atau tidak bisa menuntaskan gerakan teroris ke akar-akarnya, maka Presiden bisa mensahkan Perpu UU Anti Teroris sebagai maksimalisasi peran Polri dalam hal preventif dan aksi pengamanan. Kemudian kedua, melaksanakan fungsi TNI sepanjang mengatur ketertiban dan keamanan negara oleh teroris baik dari dalam dan luar negeri.

Undang-Undang No 34/2004 tentang TNI Pasal 7 ayat 2 b 3 dan 10, Presiden diperbolehkan untuk melibatkan TNI untuk (3) mengatasi aksi terorisme dan (10) membantu Kepolisian RI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur oleh undang-undang. Bilamana ada yang mengkhawatirkan atas pelaksanaan UU itu, perlu dibuat Perpres khusus agar semua mengikat, sebagai landasan hukum bagi pemerintah dan diketahui oleh rakyat.

Dengan langkah itu, maka pembangunan yang sedang giat-giatnya di daerah-daerah seperti di Bonapasogit tetap terjaga kesinambungannya tanpa ada kekhawatiran soal keamanan bangsa dan negara. Jika ada rasa nyaman maka petani tenang bekerja, proses produksi mulai dari membuka lahan, pembibitan, menanaman, perawatan, pemupukan, pemeliharaan akan hama yang mengancam, panen dan konsumsi serta pemasarannya.

Semua tahapan ini bisa dilaksanakan dengan tenang. Begitu juga jika ada upaya pengembangan usaha selain pertanian, petani kita bisa mengembangkan usahanya tanpa ragu, tanpa takut dan dengan begitu ekonominya juga akan stabil. Agregatnya, ekonomi nasional juga akan tenang terkendali. Tidak ada spekulasi dan kekhawatiran bagi rakyat Indonesia di segala bidang.

Penting disampaikan disini, bahwa dalam proses produksi, ada faktor internal dan eksternal yang menentukan kinerjanya. Faktor internal adalah faktor produksi yang secara langsung berhubungan dengan siklus atau daur hidup suatu item produk. Katakan tenaga kerja, lahan, saprodi (sarana produksi), bunga pinjaman, tehnologi dan laba tak dibagi.

Sedangkan faktor eksternal, adalah sosial politik dan keamanan negara, serta ekonomi global seperti turun-naiknya saham, inflasi dan kurs mata uang luar negeri terutama dollar Amerika. Semua ini talitemali, dan untuk penguatan bisnis ini diperlukan kematangan para CEO/pengusaha/petani untuk mengendalikan semua strategi dan taktik usahanya untuk bisa memenangkan gelombang pengaruh diatas. Pilihan strategi, menurun (lari, colaps), bertahan atau meningkat sangat ditentukan kondisi masing-masing pada aras lingkungan yang dihadapi.

Di pundak siapa langkah preventif ini? Di ranah Pemerintah sebagai mandatoris suara rakyat sudah pasti. Tetapi, peran rakyat juga diperlukan oleh Pemerintah, kaitannya dengan informasi ancaman yang potensial ada di sekitar kita. Ingat, betapa luasnya wilayah kita, tak seimbangnya petugas dengan rakyat.

Disinilah tagar #kami tidak takut, dan Lapor segala keganjilan di sekitar kita ke aparat yang berwenang agar sebelum segalanya terjadi bisa diantisipasi oleh aparat untuk menjadikan semuanya tertib (ketertiban) dan aman (keamanan) sebagai faktor eksternal dalam usaha petani di Bonapasogit khususnya, dimanapun pada umumnya, dapat berusaha dengan tenang dan berkesinambungan, tanpa takut.(***)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50469)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (18678)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13556)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12869)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8132)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5423)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5175)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (4412)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (4069)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3684)
Bedah JayaposDugaan Pungli Program Redis di Kecamatan Sobang, LSM Setempat Siap Laporkan ke Aparat HukumPandeglang, JAYAPOS - Terkait dugaan pungutan liar (pungli) Program Redistibusi yang sedang berjalan ...


Futsal Pogot Samping Balai RW Asal Jadi, Penyelenggara Dispora BungkamKebakaran Jenggot, Kadis PUTR Kabupaten Agam Marah-Marah Pemasangan Lampu PJU Darmo Terindikasi DikorupsiDiduga Tanpa IMB, Pembangunan Pasar Rao-Rao Tetap DilanjutkanTPM P3TGAI Desa Banyubiru Tertutup Pada WartawanAnggota DPRD Geram, Bangun Drainase Tidak Sesuai HarapanKejati Minta Tindak PT Citra Indah Lestari, Proyek Rp 4 M di Kapuas Terindikasi Tak Sesuai Kontrak
Laporan KhususRapat Paripurna DPRD Tanah Datar Terkait APBDTanah Datar, JAYAPOS - Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Tanah Datar tahun 2017 ...


Publikasi Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Semester I Tahun 2018Bupati Heri Amalindo Lepas Rombongan Karnaval HUT RI Ke-73Detik-Detik Proklamasi HUT Kemerdekaan RI di Muara Enim BerkumandangBangun Kesehatan, Padangpanjang Canangkan GermasRibuan Manusia Menari Maumere di Penutupan TMMD BanjarnegaraMengenang Sejarah Aceh di Pameran Aceh Story ExpoPangdam Diponegoro Bangun Jembatan Sutabrata Desa Sawangan