Senin, 21 Mei 2018 - 07:25:26 WIB
Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 196 kali

Baca Juga:Jembatan Suramadu MaduraBatugantung PARAPAT SUMATERA UTARABanjir Bandang di Aceh Tenggara, 6 Orang Hilang dan 50 Rumah RusakJalin Silahturahmi, Kementerian Lingkungan Hidup Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Yatim Piatu

Pandeglang, Jaya Pos

Sejumlah kelompok tani (poktan) di Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Cibitung mengeluhkan kualitas benih yang diterima dari program kedele yang belum lama ini disalurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang.

Bukan hanya kualitas benih yang tidak sesuai, keterlambatan penyaluran benih ke tiap-tiap poktan juga dikeluhkan. Seharusnya diterima pada musim tanam April, sampai saat ini kebutuham benih kelompok penerima program kedelai juga belum terpenuhi.

Seperti dikatakan Eman, salah satu anggota kelompok tani di Desa Leuwibalang Kecamatan Cikeusik, mengeluhkan kualitas benih yang diterimanya saat ditanam tidak jadi/tumbuh. “Benar pak, saya juga tanam pada waktu itu tapi tidak jadi, karena mungkin kualitasnya tidak bagus dan juga di labelnya sudah kadarluasa,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya Petugas Pendamping Lapangan (PPL) bahwa benihnya harus dikembalikan. “Akan tetapi kami dari gapoktan desa sudah terlanjur membagikan ke anggota kelompok sekitar 2 kwital lebih, tinggal sisa sekitar 8 kwital lagi, itupun sampai sekarang belum diambil lagi oleh dinas,” ujarnya via telepon, Rabu (16/5).

Sementara itu, Jasmani Ketua Gapoktan Karya Desa Malangnengah Kecamatan Cibitung, mengaku lahan yang sekarang ditanami kedelai bukan atas dasar pengajuan kelompok akan tetapi hasil dari Dinas Pertanian.

Kalau pihak kelompok yang mengajukan tidak akan sampai ratusan hektare namun Jasmani akan berupaya memenuhi keinginan pihak dinas agar lahan yang sudah ditentukan seluas 150 hektare tercapai walaupun sangat berat. “Karena ini permintaan dari Dinas Pertanian, kepala desa dan camat bersama petani akan berupaya untuk itu,” ucapnya.

Nasir M Daud, Kepala Bidang Pertanian saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/5) terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihak dinas telah berupaya semaksimal mungkin penyaluran benih kedelai ke tiap-tiap kecamatan. Namun karena kesulitan mencari benih kedelai sehingga masih ada kelompok yang belum terpenuhi. “Setiap barang turun, kita selalu cek untuk diambil sampel kemudian benih itu diuji lab. Kalau tidak layak akan kita kembalikan dan diganti dengan yang baru,” bebernya.

Ahmad Nawawi selaku Anggota LSM RP-NKRI, pun angkat bicara terkait semrawutnya penyaluran program kedelai yang ada di beberapa wilayah yang ada. “Saya pikir ini bentuk ketidakmampuan pihak Dinas Pertanian dalam mengawal program kedelai. Kalau seperti ini saya pastikan program kedelai kali ini akan gagal, apalagi ada kesan kelompok tani dipaksakan untuk tanam kedelai diluar kemampuan mereka,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut bahwa kulitas benih yang diterima oleh kelompok tani banyak yang jelek. “Kalau seperti itu, kelompok tani akan jadi korban dan ha­nya dijadikan alat memenuhi kepentingan golongan saja,” terangnya.(Yan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59364)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51240)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (32888)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14714)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14005)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13841)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13597)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13009)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9891)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9017)
Bedah JayaposWarga Huntara Korban Tsunami Keluhkan Air Bersih dan ListrikTidak hanya soal air bersih saja yang menjadikan penyebab kesulitan di Huntara, lampu penerangpun bagian dari ...


Bobroknya Sikap Oknum Pegawai Bank BNI BukittinggiRekanan Chevron Diduga Gunakan BBM BersubsidiSHM Ganda Diduga Dilakukan oleh Oknum Pegawai BPN Kota PekanbaruGus Irawan Yang Merekomondasikan, Abdul Karim Yang Kerjakan, Nilai Proyek Tidak Tahu Berapa ?Bangunan Pompanisasi Di Desa Gendro Mangkrak dan Perlu di AuditRS MMC Jambi Diduga Curangi Gaji Karyawan, Lebaran Terancam Tidak Terima THR Proyek U-ditch Dukuh Menanggal III Terindikasi dicurangi Pejabat Pemeriksa, Dinas Tutup Mata?
Laporan KhususPemkab Ciamis Pastikan Jalan Buniseuri-Jalatrang DihotmixCiamis, Jaya Pos Persoalan rencana pengaspalan hotmix jalan kabupaten lintas Buniseuri-Jalatrang yang ...


Lakukan Reformasi Koperasi Untuk Kesejahteraan Anggota, Naikan Pendapatan dan Pembangunan ApartemenPemkab Humbahas Raih WTP dari BPK RI Perwakilan SumutPatik Dalam Kehidupan Batak Safari Ramadan Wabub Bantaeng Sampaikan Pentingnya BersilaturrahimDPRD Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Walikota Tahun 2018DPRD Subang Gelar Rapat Paripurna LKPJ Bupati Tahun 2018 Pemkab OKI Gelar Safari Ramadhan