Senin, 21 Mei 2018 - 07:25:26 WIB
Poktan Penerima Program Kedelai Keluhkan Kualitas BenihKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 137 kali

Baca Juga:Jembatan Suramadu MaduraBatugantung PARAPAT SUMATERA UTARABanjir Bandang di Aceh Tenggara, 6 Orang Hilang dan 50 Rumah RusakJalin Silahturahmi, Kementerian Lingkungan Hidup Adakan Buka Puasa Bersama Dengan Yatim Piatu

Pandeglang, Jaya Pos

Sejumlah kelompok tani (poktan) di Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Cibitung mengeluhkan kualitas benih yang diterima dari program kedele yang belum lama ini disalurkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang.

Bukan hanya kualitas benih yang tidak sesuai, keterlambatan penyaluran benih ke tiap-tiap poktan juga dikeluhkan. Seharusnya diterima pada musim tanam April, sampai saat ini kebutuham benih kelompok penerima program kedelai juga belum terpenuhi.

Seperti dikatakan Eman, salah satu anggota kelompok tani di Desa Leuwibalang Kecamatan Cikeusik, mengeluhkan kualitas benih yang diterimanya saat ditanam tidak jadi/tumbuh. “Benar pak, saya juga tanam pada waktu itu tapi tidak jadi, karena mungkin kualitasnya tidak bagus dan juga di labelnya sudah kadarluasa,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya Petugas Pendamping Lapangan (PPL) bahwa benihnya harus dikembalikan. “Akan tetapi kami dari gapoktan desa sudah terlanjur membagikan ke anggota kelompok sekitar 2 kwital lebih, tinggal sisa sekitar 8 kwital lagi, itupun sampai sekarang belum diambil lagi oleh dinas,” ujarnya via telepon, Rabu (16/5).

Sementara itu, Jasmani Ketua Gapoktan Karya Desa Malangnengah Kecamatan Cibitung, mengaku lahan yang sekarang ditanami kedelai bukan atas dasar pengajuan kelompok akan tetapi hasil dari Dinas Pertanian.

Kalau pihak kelompok yang mengajukan tidak akan sampai ratusan hektare namun Jasmani akan berupaya memenuhi keinginan pihak dinas agar lahan yang sudah ditentukan seluas 150 hektare tercapai walaupun sangat berat. “Karena ini permintaan dari Dinas Pertanian, kepala desa dan camat bersama petani akan berupaya untuk itu,” ucapnya.

Nasir M Daud, Kepala Bidang Pertanian saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/5) terkait hal tersebut mengatakan bahwa pihak dinas telah berupaya semaksimal mungkin penyaluran benih kedelai ke tiap-tiap kecamatan. Namun karena kesulitan mencari benih kedelai sehingga masih ada kelompok yang belum terpenuhi. “Setiap barang turun, kita selalu cek untuk diambil sampel kemudian benih itu diuji lab. Kalau tidak layak akan kita kembalikan dan diganti dengan yang baru,” bebernya.

Ahmad Nawawi selaku Anggota LSM RP-NKRI, pun angkat bicara terkait semrawutnya penyaluran program kedelai yang ada di beberapa wilayah yang ada. “Saya pikir ini bentuk ketidakmampuan pihak Dinas Pertanian dalam mengawal program kedelai. Kalau seperti ini saya pastikan program kedelai kali ini akan gagal, apalagi ada kesan kelompok tani dipaksakan untuk tanam kedelai diluar kemampuan mereka,” ujarnya.

Dirinya juga menyebut bahwa kulitas benih yang diterima oleh kelompok tani banyak yang jelek. “Kalau seperti itu, kelompok tani akan jadi korban dan ha­nya dijadikan alat memenuhi kepentingan golongan saja,” terangnya.(Yan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50602)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (38360)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13872)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13369)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13003)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12266)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8331)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6331)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5746)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5562)
Bedah JayaposKasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangBinjai, Kasus penebangan beberapa pohon jati diklaim masih masuk areal Kebun Tandem Hilir PTPN II ...


Dirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek Masyarakat Kayuagung Tuntut PT Waskita Perbaiki Jalan RusakHibah Pemprov Jatim 2016 Terindikasi Mark Up Warga Geram
Laporan KhususPemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 2018Kuala Kurun, Pemerintah Kabupa­ten Gunung Mas (Gumas) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat ...


2019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala NamuAlat Berat Dalam Pra TMMD Reguler Ke 103 di Desa Duren OmboJaya Baru dan Lueng Bata Juara II dan III Baiturrahman Juara Cerdas Cermat KIG 2018