Selasa, 29 Mei 2018 - 06:59:43 WIB
Pencuri Listrik Divonis 2 TahunKategori: Tangerang - Dibaca: 147 kali

Baca Juga:Dugaan Korupsi Rp 4 M di Disdik Kab Tangerang Dilaporkan ke KejaksaanUang Haram Mirwan Amir ‘Mengalir’ ke Tina TalisaBentrok Antar Masa di Taman Palem Lestari Cengkareng (John Key cs Vs Hercules cs)Sejumlah Pejabat Dishub Riau Diperiksa

Tangerang, Jaya Pos

Menyesal kemudian apalah artinya. Seperti halnya dengan terdakwa Sutrisno Andi Saputra memohon kepada Ketua Majelis Hakim Dr M Hasannuddin untuk mengurangi vonis terhadap diri­nya. Terdakwa divonis 2 tahun penjara denda 100 juta subsidair 3 bulan pada kasus CV Cemerlang Jaya sedangkan pada toko Distro Bloods divonis 1 tahun 6 bulan penjara denda 20 juta rupiah subsidair 3 bulan.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Yansen Daw membacakan tuntutan 3 tahun denda 100 juta rupiah subsidair 6 bulan penjara pada perkara CV Cemerlang Jaya. Sedangkan pada Toko Dsistro Bloods, terdakwa dituntut 2 tahun penjara denda 20 juta rupiah subsidair 5 bulan. Permohonan terdakwa pun dijawab ketua majelis. “Itu kan sudah dikurangi. Kalau gak puas silakan banding atau pi­kir-pikir,” katanya.

Penjelasan itu pun disambut terdakwa Sutrisno untuk pikir-pi­kir dulu, karena permohonannya tidak dikabulkan. Untuk diketahui, pada Desember 2015 saksi Anggi Ardian membuka toko Distro Bloods di Jl Be­ringin Raya No 2 Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Kota Tangerang dengan menggunakan 1 unit alat listrik milik PLN berkapasitas 2200 volt ampere (va).

Setelah beberapa hari toko dibuka, ternyata aliran listrik sering turun karena daya listrik tidak mencukupi. Pada awal Februari 2016, saksi Anggi Ardian menghubungi terdakwa melalui ponsel untuk menambah daya dari 2200 va menjadi 4400 va. Selanjutnya terdakwa juga diminta memasang aliran listrik baru sebesar 11.000 va.

Terdakwa me­nyanggupi permintaan saksi asalkan dibayar 3-4 juta rupiah, sedangkan biaya per bulan Rp 1.500.000. Ternyata pemasangan aliran listrik tanpa izin dari PLN. Sedangkan CV Cemerlang sekitar tahun 2015 saki Johan meninggalkan garmen, CV Cemerlang Jaya pindah ke Jl Gatot Subroto Km 45 Gang Haji Jasirin No 58 Jatiuwung, Kota Tangerang yang disupply listrik dengan kapasitas 23.000 va yang digunakan untuk mesin jahit sebanyak 20 unit.

Sebulan kemudian mesin jahit ditambah sekitar 20 unit sehingga diperlukan penambahan daya listrik. Awalnya, terdakwa dikenalkan Manager Produksi CV Cemerlang, dimana terdakwa mampu untuk menambah daya tanpa diketahui PLN. Caranya, terdakwa menambah 1 Kwh meter dengan MCB (Miniatur Circuit Breaker) 35 Ampere atau daya sebesar 7700 va dan mendapat imbalan sebesar Rp 4 juta dengan biaya perbulan Rp 1.500.000 secara transfer.

Pada tahun 2015, mesin jahit CV Cemerlang terus bertambah hingga menjadi 160 unit sehingga saksi Johan meminta terdakwa menambah lagi daya listrik dan terpaksa 7700 va menjadi MCB 3 fase x 63 Ampere atau daya sebesar 41.500 Ampere.

Perbuatan terdakwa diancam pada pasal 51 ayat (3) UU RI No 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Bila demikian, muncul pertanyaan kemana tersangka yang lain? Mengingat terdakwa hanyalah disuruh. Lalu, mengapa yang menyuruh atau pemilik toko maupun pemilik garmen tidak diproses secara hukum? (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (36865)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13338)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12715)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (7889)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5237)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (4483)Dua Siswa Kelas 3 SMKN Tutur Dikeluarkan, Disuruh Buat Pernyataan Pengunduran Diri (3809)PT IIGF Adakan Baksos di Desa Telajung (3549)Pengusaha Ayam Goreng Karawaci Rugi Rp 28 Juta (3472)Proyek KA di Sulsel Membawa Petaka, Danyon Zipur Jadi Tersangka (3401)
Bedah JayaposKorupsi Di Disdik Jabar ? Asep Suhanggan : Saya Punya Saudara JaksaBANDUNG, JAYA POS – Dengan anggaran gemuk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat rentan ...


Warga Desa Indrajaya Komplain Pengerjaan JalanProyek Baja Ringan SMPN 9 Purwakarta Diduga Asal-asalan, Disdik Segera Tegur PemborongPengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiProyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakProgram BSPS Tahun 2017, Diduga Langgar Peraturan Kemen PUPRProyek Irigasi Banda Usang Di Siguhung Terkesan AmburadulApotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu
Laporan KhususPT Semen Baturaja (Persero) Tbk. ...


Jelang Lebaran, Harga Stabil di Mendobarat dan MerawangPemkab Mojokerto Kembali Pertahankan Gelar WTPPT Inalum Bagikan Paket Sembako Gratis kepada WargaPelantikan Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Samosir DigelarBupati Dan Ketua TP- PKK Tanjab Barat, Bagikan Zakat MalPUBLIKASI KINERJA DINAS SOSIAL KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018WTP Ke Enam Anugerah Terindah Bagi Kabupaten Tanah Datar