Sabtu, 02 Juni 2018 - 06:19:52 WIB
Apotik Intan Farma Diduga Jual Obat Diatas HET, Imodium Dijual Rp 145 Ribu, Apotik Lain Rp 91 Ribu Kategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 341 kali

Baca Juga:Penyidik Bidik Sejumlah Kegiatan DikmentiJalan Dusun Salusu Lanang Sangat Memprihatinkan, DPRD dan Pemda Terkesan Tutup MataSiti, Warga Miskin Desa Gadingan Kurang Perhatian PemerintahDugaan Korupsi Rp 4 M di Disdik Kab Tangerang Dilaporkan ke Kejaksaan

Jakarta, Jaya Pos

Harga penjualan obat-obatan di apotik, tentunya tidak jauh bedah dengan harga jual di apotik pada umumnya. Namun salah satu apotik yang terletak di Jl Panjang Green Garden Jakarta Barat, menjualnya diduga di luar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berawal saat Febri belanja obat ke Apotik Intan Farma, dikejutkan dengan harga pembelian obat diare jenis Imodium. Ketika Febri mendatangi apotik itu, Jumat (31/5/2018) pagi, menanyakan harga obat Imodium yang dijual pihak apotik. Oleh petugas apotik menyebutkan harga Imodium per satu tablet Rp 15 ribu, sehingga kalau satu strip dengan isi 10 tabet harganya Rp 145 ribu.

Merasa penasaran dengan penjelasan pihak apotik, Febri kembali menanyakan harga sebenarnya. Lalu pelayan apotik meng­hubungi bosnya untuk memperjelas harga sebenarnya. Hasilnya sama saja, bahwa harga Imodium tersebut sesuai dengan apa yang disampaikan pelayan apotik.

“Ya benar, harganya memang Rp 145 ribu. Kalau Bapak merasa harganya mahal, tidak usah beli, beli di tempat lain saja,” tutur wanita berinisial Tr (sesuai nama yang tertera di ponsel), saat Febri melakukan komunikasi melalui ponsel pihak apotik.

Karena merasa harganya terlalu tinggi, Febri pun membatalkan niat membeli obat tersebut dan beranjak ke apotik lain yang kebetulan berada di seberang Apotik Intan Farma.

Di Apotik Century ini, Febri kembali menanyakan harga Imodium, dan pelayan mengatakan bahwa harganya Rp 91 ribu per satu strip (10 tablet), sehingga dirinya pun membeli obat tersebut sebagaimana tanda bukti kwitansi yang diterima dari pihak apotik.

Berdasarkan pengalamannya itu, Febri berencana akan melaporkan hal itu ke dinas terkait, sehingga apotik semacam ini tidak sampai membodohi masya­rakat, khususnya bagi mereka yang akan membeli obat di apotik.

“Saya akan melaporkan temuan ini ke pihak terkait, agar hal serupa tidak terulang kepada orang lain. Sebab, harganya sangat mencolok sekali, perbedaannya mencapai 40 persen,” ujarnya membandingkan saat membeli obat serupa di apotik lain.

Bahkan, Febri mengaku mempunyai bukti rekaman dengan pelayan apotik Intan Farma yang menawarkan harga Imodium seharga Rp 145 ribu per satu strip (isi 10 tabelt), juga bukti pembelian dari Apotik Century dengan harga hanya Rp 91 ribu. “Selisih harganya mencapai Rp 54 ribu untuk satu strip obat Imodium, itu ­sangat jauh sekali,” ujarnya kepada Jaya Pos, belum lama ini. (DS)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55716)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50749)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13525)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13187)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12466)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8512)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7318)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6433)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6227)
Bedah JayaposKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutAgam, Jaya Pos Proyek pembangunan Puskesmas Palembayan di Kab. Agam Sumbar, sudah menjadi gonjang ganjing ...


Diduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta Rupiah
Laporan KhususDesa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanTrenggalek, Jaya Pos Program pemerintah melalui Dana Desa serta Alokasi Dana Desa yang langsung diterima ...


APBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan Warga