Selasa, 05 Juni 2018 - 06:13:19 WIB
Proyek Rp 14 M Lebih Kawalan TP4D Kajati Kalteng Terindikasi Tak Sesuai KontrakKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 151 kali

Baca Juga:Penumpang ke Malaysia Mengeluh, Pelabuhan SemrawutKadali Keluarga Tahanan, ‘Kasat Reskrim’ Gadungan Diringkus Satreskrim Polres MajalengkaPenyidik Bidik Sejumlah Kegiatan DikmentiJalan Dusun Salusu Lanang Sangat Memprihatinkan, DPRD dan Pemda Terkesan Tutup Mata

Proyek yang dikerjakan PT Citra Indah Lestari Mandiri Pusat Kuala Kapuas itu diduga ada beberapa
pekerjaan yang tidak dilaksa­nakan, seperti direksi keet, cerucuk dan galian pondasi TPT dangkal.

Palangka Raya, Jaya Pos

Proyek Kementerian Pe­kerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dirjen Cipta Karya, Pengembangan Kawasan Pemukiman Kalimantan Tengah, Peningkatan Kualitas Pemukiman Kumuh Perkotaan senilai Rp 14 miliar lebih di Kawasan Selat Hulu Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas, Kawalan TP4D Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, terindikasi tidak se­suai kontrak.

Pasalnya dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh PT Citra Indah Lestari Mandiri Pusat Kuala Kapuas, berdasarkan surat perjanjian kerja konstruksi nomor: HK.02.03/SP/FSK-KAPUAS/PKP-KT/08, tanggal 17 April 2018, dan DIPA Nomor: SP DIPA-033.05.1.486551/2018 REVISI-I, tanggal 2 April 2018, Tahun Anggaran 2018, dengan jangka waktu pelaksanaan 240 hari kalender tersebut, diduga ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilaksanakan. Seperti direksi keet, cerucuk dan lantai kerja pada bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), serta galian pondasi TPT dangkal, tidak sesuai dengan tinggi dan di­kerjakan manual.

Menanggapi itu, kontraktor pelaksana PT Citra Indah Lestari Mandiri, Yatno, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat (sms), Senin, (28/5), mengatakan bahwa rumah warga yang mereka sewa untuk bangsal kerja itu adalah direksi keet. Sementara di dalamnya tidak dipajang time scedule dan gambar bangunan yang dikerjakan.

Padahal secara teknis, pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dapat berhasil dengan baik, apabila waktu dan kualitas atau mutu dikelola dengan baik. Salah satu sarana untuk dapat mengelola proyek dengan baik, adalah tersedianya tempat bagi pengawas proyek dan kontraktor, yaitu Direksi Keet.

Adapun Direksi Keet, adalah tempat untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian pekerjaan, administrasi proyek, tempat memajang gambar skedul, gambar bestek, kurva S, dan lain-lain. Dimana pembangunan Direksi Keet termasuk pada pekerjaan persiapan dan dikerjakan sebelum pekerjaan inti dilaksanakan, dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Akibat tidak adanya Direksi Keet tersebut, selain dapat diduga tidak sesuai kontrak, kontraktor pelaksana juga dianggap tidak transparan terhadap proyek tersebut.

Anehnya lagi, saat ditanya terkait pekerjaan cerucuk dan lantai kerja bangunan TPT, yang tidak ada, serta galian TPT yang dangkal dan dikerjakan manual, Yatno malah mengarahkan supaya hal itu dibahas di dinas.( Mandau)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55716)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50749)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13525)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13187)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12466)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8512)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7318)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6433)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6227)
Bedah JayaposKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutAgam, Jaya Pos Proyek pembangunan Puskesmas Palembayan di Kab. Agam Sumbar, sudah menjadi gonjang ganjing ...


Diduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta Rupiah
Laporan KhususDesa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanTrenggalek, Jaya Pos Program pemerintah melalui Dana Desa serta Alokasi Dana Desa yang langsung diterima ...


APBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan Warga