Rabu, 06 Juni 2018 - 07:09:27 WIB
Pengawasan Dinas Lemah, Inspeksi Tanggul Urukan Pantai Kenjeran (Bronjong) Asal JadiKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 339 kali

Baca Juga:Dirtek PDAM Tirta Sukapura Dinilai AroganPenumpang ke Malaysia Mengeluh, Pelabuhan SemrawutKadali Keluarga Tahanan, ‘Kasat Reskrim’ Gadungan Diringkus Satreskrim Polres MajalengkaPenyidik Bidik Sejumlah Kegiatan Dikmenti

Surabaya, Jaya Pos

Pembangunan infrastruktur dan pengembangan kawasan pemukiman pekerjaan konstruksi jalan paving baru lebar 2 M (tebal. 6 cm), Jl. Inspeksi Tanggul Dan Urugan Pantai Kenjeran Kel.Kenjeran dengan ID peserta 242679010 serta kode lelang 7401010 oleh Satuan Kerja Dinas PUPR Cipta Karya Surabaya (Lanjutan) anggaran bersumber APBD Pemerintah Kota Surabaya.

Proses lelang pekerjaan tersebut dimenangkan pleh rekanan PT.Trijaya Adymix dengan nama pemilik Djoni yang berdomisili di Domas Trowulan.
Lelang tahun anggaran 2008 ini dimenangkan oleh PT TA dengan nilai tawar Rp. 5.028.375.000,00.

Dalam dokumen penawaran perusahaan ini memiliki kualifikasi B1 dengan kode SI003. Berdasarkan pantauan Jaya Pos di lapangan,pada poin pekerjaan tanggul seharusnya urugan limestone dipadatkan dilakukan sesuai rencana dan spesifikasi memenuhi ketentuan bahwa tanah yang digunakan bukan termasuk tanah lempung asli (kadar clay <20%).

Pengurugan harus dilakukan secara berlapis dengan tebal lapisan 30- 50 cm, kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat berat dan bahan urugan harus bebas dari akar-akaran, bahan organic dan sampah. Pemadatan limestone menggunakan motor grader 125 –140 PK dan juga vibrator roller atau menggunakan peralatan lain bukan pemadatan alami atau pembiaran padat dengan sendirinya.

Mengingat pekerjaan urugan ini dilakukan di perairan (tepian laut yang berair), saat mulai harus melakukan pematokan acuan (control point/bench mark) di sekitar lokasi yang berfungsi sebagai peil scale dalam menentukan elevasi top rencana urugan limestone. Toleransi dimensi permukaan dan ketinggian akhir setelah pemadatan, tidak boleh terjadi perbedaan tinggi lebih besar dari 2 cm.

Seluruh permukaan akhir urugan yang terbuka harus cukup rata dan harus memiliki kelandaian yang cukup untuk menjamin aliran yang bebas dari air permukaan, level atas akhir timbunan tidak boleh bervariasi lebih dari 10 cm dari garis profil yang ditentukan. dan Urugan tidak boleh dipasang dalam lapis yang lebih dari 25 cm tebal padat, kecuali terdapat persetujuan awal bila kesulitan di lapangan.

Untuk tanah yang mengandung lebih dari 10 % bahan yang tertahan dalam saringan 3/4 inci, penyesuaian untuk bahan yang terlalu besar tersebut, lapis pada kedalaman 30 cm atau kurang dari elevasi tanah dasar harus dipadatkan sampai 100 %. Dari kepadatan kering maksimum yang ditetapkan oleh hasil uji AASHTO T 99 bila menunjukkan kepadatan kurang dari itu kontraktor harus memperbaikinya dan bertanggung jawab.

Pemasangan lapisan geotextile nonwoven 600 gram/M2 II.2.1. Penggeleran geotextile dan penyambungan tidak dilakukan dalam tahap penggelaran yang harus dilakukan adalah geotextile keadaan terhampar tanpa gelombang atau kerutan. Dan pada lahan yang luas pemasangan geotextile dapat dilakukan secara fleksibel (melintang atau memanjang).

Geotextile dapat dipotong terlebih dahulu ditempat yang memungkinkan. Hal ini bertujuan untuk lokasi yang sulit untuk dilakukan pemotongan dan penyambungan geotextile yang satu ke lainnya dapat dilakukan dengan cara saling melewati (overlapp) atau dengan cara dijahit (sewn) dengan metode overlap, jarak minimal yang overlapnya adalah 30 cm–100 cm, item.

Pemasangan gedek guling tidak dilakukan padahal guna lantai kerja, yaitu dibawah urugan limestone dan harus memenuhi persyaratan anyaman bambu harus kuat serta ketebalan minimum sesuai dengan dua kali ketebalan gedeg guling.

Penyambungan gedek guling harus di overlapping dan antar gedek diikat menggunakan ijuk, item turap bambu tak terlihat terdiri dari anyaman bambu menerus dengan bahan bambu kualitas dari gedeg guling, tahan terhadap asam dan alkali, rembesan dan substansi di dalam rate turap penahanan tanah yang dihasilkan dari potongan bahan kayu, limbah kayu, hasil daur ulang dari kayu seperti itu tidak dapat diterima.

Setiap lembar turap kayu gelam yang dikirim kelapangan, harus mempunyai tingkat/kelas dan nomor produksi yang tertera jelas sepanjang lembaran dengan panjang interval tertentu untuk maksud pemeriksaan visual. Bahan turap yang digunakan adalah bambu bongkotan Ø 10 s/d 12 dengan P- 4 M gedeg guling yang digunakan adalah yang berasal dari anyaman bambu yang berkulitas.

Dalam pelaksanaan pekerjaan turap penahan tanah ini antar gedek harus terikat kuat menggunakan ijuk. Pemasangan terucuk bambu diameter 10-12 CM. Dilakukan sebelum pekerjaan pasangan batu kali material yang digunakan adalah bambu bongkotan dengan diameter 10-12 CM .Panjang masing–masing bambu 4 meter c) terucuk bambu dipasang arah pada masing–masing sisi dipasang 24 buah terucuk sejajar, terucuk bambu dipasang sejarak 50 cm arah melintang dan arah memanjang dengan jarak antar terucuk 50 cm.

Menurut aktivis LSM Government Watch, Jawa Timur yang menyoroti kontruksi berkomentar, “Banyak item dan kualitas barang yang dengan sengaja dicurangi dan melanggar ketentuan oleh rekanan nakal sepatutnya pengawasan dari dinas tidak lemah wajib SOP sesuai PP 29 tahun 2000 sebagai penyelenggara yang transparan berkinerja guna meluruskan UU 18 tahun 1999 mencegah kegagalan kontruksi,” ujar­nya. (Junn)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59215)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51052)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19654)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14389)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13835)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13525)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13446)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8925)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8844)
Bedah JayaposSidang Putusan di PN BLB, Hanya Dibacakan Dua Orang HakimKab Bandung, Jaya Pos Sidang pembacaan putusan perkara Curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang ...


Diduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanBermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung Jawab
Laporan KhususIlyas Panji Alam Ajak Warga OI Budayakan Gotong-RoyongIndralaya, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengajak warganya membudayakan gotong-royong (goro), ...


Sanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea Bulan