Rabu, 05 September 2012 - 07:23:21 WIB
Pasca Lebaran, Pasar Labuan Dikepung Tumpukan SampahKategori: Banten - Dibaca: 342 kali

Baca Juga:Kapolda Sulteng Serahkan Bantuan Banjir Bandang di Lokasi BencanaDiduga Realisasi Dana Gempa Kec. Cilawu BermasalahWarga Jakarta Pusat Harapkan Penegak Hukum Awasi Penggunaan AnggaranPengusaha Ternak Ayam Dinagori Dolok Kahean Resahkan Warga

Pandeglang, Jaya Pos

Dinas Kebersihan Kab. Pandeglang sepertinya sudah tidak lagi memiliki kepedulian sekaligus sudah melalalikan tugas dan fungsinya terutama bagi para pekerjan yang setiap hari  ditugaskan di lapangan untuk membersihkan dan mengangkut sampah di berbagai pasar yang merupakan wilayah kerja mereka.

Buktinya, pasca Lebaran tahun ini, tumpukkan sampah di berbagai sudut Kota Labuan dibiarkan. Hingga berita ini dimuat, Pasar Labuan tak ubahnya sebagai tempat pembuangan sampah yang dilegalkan. Padahal makna pasar yang sesungguhnya adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli sekaligus tempat transaksi.

Ironisnnya, keadaan seperti itu sudah berjalan setiap tahun yaitu setiap menjelang dan usainya Hari Raya Idul Fitri.
Hal itu dikatakan oleh Wan, salah satu pedagang kaki lima yang setiap hari tak pernah alpa jika dipinta salar sampah oleh petugas.
“Untungnya di hari Lebaran  ang sudah berjalan hampir sepekan ini cuaca sangat baik dan tidak turun hujan, jika turun hujan maka sudah dipastikan Pasar Labuan akan dibanjiri sampah akibatnya menimbulkan bau yang tidak sedap juga akan menimbulkan berbagai bibit penyakit,” kata Wan.

Komentar yang sama di ungkapkan oleh pemilik Toko Busana. Permasalahan sampah di Pasar Labuan sepertinya sebuah permasalahan yang tidak berujung lantaran tidak adanya upaya dari Dinas Kebersihan itu sendiri untuk bersikap tanggap dan peka terhadap situasi yang sedang berkembang.

Me­num­puknya sampah di Pasar Labuan  tidak hanya dilatar belakangi oleh hari raya saja, hari-hari biasa pun perihal sampah di Pasar Labuan dijadikan bahan perbincangan yang terkesan sumbang terutama bagi  Dinas Kebersihan Kabupaten Pandeglang. Betapa tidak, disamping jadwal angkut sampahnya tidak menentu ditambah, mobil angkut sampah yang sudah tua dan reyot.

“Sebagai warga pribumi sekaligus sebagai aktifis, saya akan mempertanyakan permasalahan sampah itu pada Dinas kebersihan Kab Pandeglang, sejauh mana tanggung jawab Dinas Kebersihan terhadap upaya dan usaha dalam menjalankan tugas lalu dialokasikan kemana saja uang salar sampah yang setiap hari dipungut dari ratusan pedagang, baik yang kategori kaki lima maupun yang sudah memiliki tempat  tetap. Sebab, dari kenyataan yang ada meski salar sampah dipungut tiap hari, jadwal angkut sampah sering tidak menentu ditambah mobil angkut sampah yang bobrok,” kata Yance dari LSM Jambakk.

M Ridho selaku orang nomor satu yang ditugaskan sebagai pengatur petugas angkut sampah, belum dapat dikonfirmasi. Yan/Rus


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59202)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51035)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19222)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14366)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13808)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13508)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13431)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12806)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8790)
Bedah JayaposOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarPandeglang, Jaya Pos Pembangunan drainase di Jalan Raya Simpang Labuan–Cibaliung tepatnya di ...


Rusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasTiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP Tersangka
Laporan KhususLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerPemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat telah lakukan berbagai cara dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ...


Sekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoDisdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan