Selasa, 10 Juli 2018 - 06:18:45 WIB
DPRD Trenggalek Ingatkan, Pemanfaatan Pasar Rakyat Harus MaksimalKategori: Jawa Timur - Dibaca: 146 kali

Baca Juga:Diduga Korupsi DAK Rp 150 Juta, Kejari Bantaeng Periksa Anak Buah Kr GodengPengerjaan Rehab dan RKB Sejumlah SDN Asal Jadi, Kepsek dan Konsultan Diduga Lakukan KonspirasiPasca Lebaran, Pasar Labuan Dikepung Tumpukan SampahKapolda Sulteng Serahkan Bantuan Banjir Bandang di Lokasi Bencana

Trengggalek, JAYAPOS - Komisi II yang membidangi anggaran dan ekonomi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, mengingatkan pemerintah daerah sebagai otoritas pengelola serta pemanfaatan anggaran agar pasca direvitalisasi, kegiatan perekonomian Pasar Rakyat Bendorejo Kecamatan Pogalan dan Pasar Rakyat Panggul tidak boleh pasif harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Pasca direvitalisasi, Pasar Rakyat di Bendorejo Pogalan dan di Panggul kegiatan perekonomian tidak boleh pasif harus dimanfaatkan secara maksimal. Walau itu adalah program dari pusat, namun nantinya pihak daerah akan dilibatkan dalam pengelolaanya”, ungkap, Mugianto Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Jumat (6/7).

Berdasarkan pantauan dilapangan, secara fisik bangunan Pasar Bendorejo sudah baik. Namun kegiatan perekonomian masih belum berjalan maksimal. Selain itu beberapa fasilitas pendukung, dirasa masih kurang padahal pasar ini letaknya sangat strategis karena berlokasi di jalur utama yang menghubungkan antara Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo. “Misal area parkir yang masih semrawut, belum lagi fasilitas lain yang belum tersentuh,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, Mugianto menambahkan jika sejumlah pedagang juga masih tampak menjajakan dagangannya di pinggir jalan, persis berhimpitan dengan batas trotoar. Sementara di dalam lokasi pasar tidak terlihat aktivitas mencolok. “Harusnya ada petugas yang secara terstruktur dan periodik bisa menertibkan para pedagang di bawah komando kepala pasarnya,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrat itu khawatir bila setelah direvitalisasi nantinya kegiatan perekonomian dipasar rakyat tersebut terganggu bahkan semakin tidak tertata, pasalnya dibeberapa bagian pasar kondisinya tidak bertambah baik tapi semrawut. Padahal, semestinya kondisi tersebut tidak boleh terjadi karena bisa mengganggu pengendara lalu-lintas.

“Revitalisasi pasar kan sudah rampung, kemudian ditempati pedagang. Maka dari itu, kami sebagai pengemban amanah rakyat mengingatkan pihak pemerintah dalam hal ini pengelola pasar agar kegiatan perkonomian diatur juga ditata yang baik sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Gus Obeng, panggilan akrab dari Mugianto.

Demikian pula Pasar panggul yang telah digagas menjadi kota satelit dan pusat perdagangan dilintas selatan. Ini harus didorong menjadi pasar yang strategis untuk memberikan peluang wilayah Kabupaten Pacitan sebagai daerah terdekat agar bisa tersambung secara jalur strategis perekonomian.

“Walau masuk di wilayah Jalan Sirip Selatan (JLS) namun wilayah Panggul cukup strategis jika menjadi daya dukung daerah dengan ikon sebagai kota satelit dan pusat perdagangan alternatif, terkait tertumpunya alokasi anggaran dari pusat itu tidak masalah kok. Karena nantinya tetap dikawal dengan anggaran daerah sendiri selama berkesesuaian serta tetap mengacu kepada rencana tata ruang daerah,” pungkas politisi asli Kecamatan Panggul yang berangkat dari daerah pemilihan 3 ini.(HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59215)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51052)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19654)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14389)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13835)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13525)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13446)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8925)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8844)
Bedah JayaposSidang Putusan di PN BLB, Hanya Dibacakan Dua Orang HakimKab Bandung, Jaya Pos Sidang pembacaan putusan perkara Curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang ...


Diduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanBermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung Jawab
Laporan KhususIlyas Panji Alam Ajak Warga OI Budayakan Gotong-RoyongIndralaya, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengajak warganya membudayakan gotong-royong (goro), ...


Sanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea Bulan