Selasa, 10 Juli 2018 - 22:23:24 WIB
Kisruh Konsumen Unit-Unit Toko, Bank Muamalat Disomasi Kategori: Jawa Barat - Dibaca: 361 kali

Baca Juga:Diduga Korupsi DAK Rp 150 Juta, Kejari Bantaeng Periksa Anak Buah Kr GodengPengerjaan Rehab dan RKB Sejumlah SDN Asal Jadi, Kepsek dan Konsultan Diduga Lakukan KonspirasiPasca Lebaran, Pasar Labuan Dikepung Tumpukan SampahKapolda Sulteng Serahkan Bantuan Banjir Bandang di Lokasi Bencana

Bandung,JAYAPOS - Bank Muamalat disomasi konsumen unit-unit toko melalui kuasa hukum Mendez Sinaga, SH. Surat Teguran (Somasi) yang dilayangkan  tanggal 25 Juni 2018  itu berisi agar pihak Bank Muamalat mengembalikan biaya-biaya Titipan Biaya Pajak Pembeli, Biaya Akta Jual Beli (AJB), Biaaaya APHT, Biaaya SKMHT, Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), dan Biaya Asuransi kepada konsumen.

Dalam keterangan pers tertulisnya yang di terima Jaya Pos (10/7), Mendez menyebut pihak Bank Muamalat sudah melakukan tindak pidana penggelapan uang milik nasabah. Mendez menghimbau masyarakat berhati-hati agar tidak mengalami   pengalaman seperti yang dialami kliennya yang tadinya bermaksud mau berinvestasi malah nengalami kerugian baik secara materil maupun inmateril.

Somasi dilayangkan, kata Mendez, karena telah terjadinya pembatalan jual beli. “Klien saya minta pengembalian sebagian biaya akad yang telah dikeluarkan oleh klien saya, yang mana biaya-biaya tersebut diketahuibelum dipakai karena sertifikat induk belum di splitsing (dipecah/dipisahkan)”, kata Mendez.

Lebih jauh dipaparkan Mendez, sekitar tahun 2013 kliennya membeli unit-unit toko yang dipasarkan oleh PT. Hastuka yang bekerjasama dengan Bank Muamalat. “Programnya bebas uang muka fdan bebas 2 tahun angsuran atau sampai serah terima unit DP, dan dalam program tersebut konsumen dalam hal ini klien saya hanya membayar akad saja”, jelasnya.

Dilanjutkannya, setelah berjalan apa yang dijanjikan PT. Hastuka sebagai developer terkait dari selesainya bangunan, terhambat dan terlebih lagi free angsuran yang dijanjikan selama 2 tahun dan atau dengan unit diserah terimakan, baru dibayarkan sebagian dan selanjutnya terlambat dibayarkan.

“Hal ini membuat klien saya ditagih oleh pihak Namk Muamalat dan mendapatkan Black List (catatan hitam/ BI Checking) oleh semua bank.  Atas hal tersebut aaakhirnya dilakukan mediasi yang difasilitasi dan disetujui oleh pihak bank Muamalat, dengan kesepakatan bahwa unit-ubit tersebut dibatalkan jual-belinya dan developer harus mengambil alih unit-unit/buy back kepada nasabah dan terjadi kesepakatan antara klien saya dengan pihak developer PT. Hastuka wajib   melakukan membeli kembali dan klien saya diwajibkan melakukan pembatalan”, papar Mendez.

Bank Muamalat Cabang Induk Bandung ketika dikonfirmasi Jaya Pos (10/7) tak seorangpun pejabat bersedia memberikan keterangan. Jaya Pos disarankan untuk menghubungi  kuasa hukum Bank Muamalat,  Rohman Hidayat & Partner.

Rohman yang berhasil dikonfirmasi Jayapos di kantornya Lt. 6 Gedung Graha Pos Indonesia, Jl. Banda 30 Bandung (10/7) menyatakan sebagai kuasa hukum bank Muamalat akan menjawab semua akan saya sampaikan bahkan saya sudah bertemu dengan pengacaranya.  “Sebenarnya mediasi juga bukan jalan buntu saya akan memberikan jawaban secara resmi. Silakan upaya formalnya bagaimana rekan-rekan kuasa hukum konsumen itu mungkin mau mengambil langkah-langkah hukum. Kalau pengembalian uang ke konsumen itu diperintahkan oleh PT. Hastuka akan kami bayarkan. Karena semua slip setoran ke bank Muamalat bukan dari nasabah, tapi semuanya dari seseorang yang bernama Santi Melina dan Santi Melina ini adalah orang PT. Hastuka. Ada surat keterangan oleh Dirut PT. Hastuka, Andy Winarto, SE bahwa uang itu milik developer. Kalau ada bukti setoran atas nama nasabah langsung kita akan bayar”, tegas Rohman. @lf

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (55719)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50749)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14039)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13525)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13187)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12466)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8512)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7318)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6433)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6228)
Bedah JayaposKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutAgam, Jaya Pos Proyek pembangunan Puskesmas Palembayan di Kab. Agam Sumbar, sudah menjadi gonjang ganjing ...


Diduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa LabuanDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark UpPembangunan USB SDN Babat 2 Kecamatan Legok Beraroma KorupsiDiduga Proyek Pembangunan Pasar Cibaliung, Gunakan Besi BekasProyek NUSP-2 ADB Loan Rp 5,9 M di Kapuas Berbau KKNKades Tanjung Diduga Selewengkan Keuangan Desa Ratusan Juta Rupiah
Laporan KhususDesa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanTrenggalek, Jaya Pos Program pemerintah melalui Dana Desa serta Alokasi Dana Desa yang langsung diterima ...


APBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 MBakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan BangsaLurah Bahu : Sidak Bagi Pendatang Berdomisili di WilayahnyaPengawasan APK Bersama Stakeholder Untuk Pemilu 2019Bupati Canangkan Gerakan Banyumas MembacaBanjir di Buaran DPU Tangsel Sigap Tangani Laporan Warga