Rabu, 11 Juli 2018 - 07:44:32 WIB
Pemkab Tanjabbar Fasilitasi 33 Calon Taruna-Taruni Ikuti Tes STPKategori: Jambi - Dibaca: 155 kali

Baca Juga:Sungai Cikamangi Desa Leuweunghapit Siap DikerukDiduga Korupsi DAK Rp 150 Juta, Kejari Bantaeng Periksa Anak Buah Kr GodengPengerjaan Rehab dan RKB Sejumlah SDN Asal Jadi, Kepsek dan Konsultan Diduga Lakukan KonspirasiPasca Lebaran, Pasar Labuan Dikepung Tumpukan Sampah

Kuala Tungkal, JAYAPOS - Sebanyak 33 orang peserta calon Taruna dan Taruni Baru Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta Tahun Akademik 2018/2019 se Provinsi Jambi mengikuti Tes Akademik yang diselenggarakan di Rayon Daerah Kabupaten Tanjab Barat di Kampus Diklat BKPSDM, Selasa (3/7/18).

Bupati Tanjabbar melalui Drs Encep Jarkasih Kepala BKPSDM mengatakan, sebanyak 33 orang calon Taruna dan Taruni yang mengikuti tes akademik tersebut adalah calon yang mendaftar melalui jalur umum rayon daerah yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi administrasi pemberkasan oleh Panpelnas STP di BKPSDM Tanjab Barat, Senin (2/7/18), mereka ada yang berasal dari Kabupaten Tanjab Barat, Kota Jambi, Muaro Jambi, Kerinci, Sungai Penuh dan bahkan Kabupaten Tanjab Timur.

“Kita dari Kabupaten Tanjabbar ditunjuk sebagai rayon daerah Provinsi Jambi berdasarkan Surat Ketua STP Jakarta Nomor: B.2361/STP/TU.210/IV/2018 tanggal 23 April 2018, semua ini merupakan upaya keras Bupati untuk menyiapkan SDM putra-putri daerah agar dapat dididik sebagai Taruna Program Diploma IV STP menjadi tenaga profesional bidang kelautan dan perikanan,” Sebut Encep.

Lanjut Encep, calon taruna yang lulus seleksi selama mengikuti pendidikan di STP Jakarta mendapatkan beasiswa penuh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan diasramakan selama pendidikan. “Kita berharap banyak calon taruna dari rayon Kabupaten Tanjabbar yang lolos dan diterima di STP tahun ini yang merupakan tahun pertama Pemkab Tanjabbar dtunjuk sebagai rayon daerah Jambi,” ungkapnya.

Selain 33 orang peserta yang mengikuti jalur umum, masih ada 10 orang lagi orang peserta yang mendaftar melalui jalur khusus. Jalur khusus ini hanya diperuntukan bagi anak nelayan, jadi totalnya ada sekitar 43 orang. Bedanya yang mengikuti jalur khusus, pemberkasan langsung di STP Jakarta. “Di daerah, mereka tidak dites akademik melainkan hanya tes fisik dan wawancara,” jelas Bupati yang disampaikan melalui Drs Encep Jarkasih Kepala BKPSDM.

Sementara Panpelnas Taruna-taruni STP Jakarta Edi Sugriwa H SPi MM yang didampingi M Noor Auliya SSos MAP mengatakan, ujian tes akademik dilakukan selama 100 menit untuk setiap peserta dengan 100 soal, terdiri 5 mata uji yang diujikan, yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa Inggris, untuk mata pelajaran ada sekitar 20 soal di masing-masing bidang, yang berbeda hanya calon yang dari lulusan SMK Jurusan Mesin atau Pelayaran, mereka tidak menjawab soal biologi, sehingga hanya sekitar 80 soal saja yang dikerjakan.

“Setelah tes akademik, peserta akan mengikuti tes tahap berikutnya yakni tes fisik, kesehatan dan wawancara pada Rabu dan Kamis,” beber Edi Sugriwa Panpelnas STP. (hms/tenk)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani