Senin, 16 Juli 2018 - 08:00:49 WIB
Pemprov Jambi Dukung Pelestarian Olahraga Tradisional dan Liga SantriKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 78 kali

Baca Juga:Pemilihan Ketua BK DPRD Parimo TertutupIzin Galian C PPKS Unit Marihat Diberlakukan, Camat Siantar Kangkangi Hak KabupatenProyek Siluman di Dinas PU Binamarga Kabupaten Sidoarjo Diduga Ada KongkalikongSungai Cikamangi Desa Leuweunghapit Siap Dikeruk

Jambi, JAYAPOS - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs HM Dianto MSi mengemukakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus berupaya dalam mendukung berbagai kegiatan guna kemajuan kepemudaan dan keolahragaan, seperti festival olahraga tradisional dan liga santri.

Hal tersebut dikemukakan Sekda saat Pembukaan Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional XI Tahun 2018 dan Liga Santri Nusantara Region Sumatera VI Wilayah Jambi Tahun 2018, bertempat di Lapangan Depan Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (7/7/2018) malam. Event ini dibuka oleh Deputi III Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr Raden Isnanta MPd, yang ditandai dengan pemukulan kompa­wngan, alat musik tradisional Provinsi Jambi.

Pembukaan festival diawali dengan parade defile peserta, Festival Olahraga Tradisional diikuti oleh 18 provinsi dan 3 kabupaten di Provinsi Jambi (Kabupa­ten Batanghari, Bungo, dan Tebo). Liga Santri Nusantara, diwakili oleh 12 pondok pesantren di Provinsi Jambi yang mengikuti Liga Santri Nusantara tersebut.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberi dukungan penuh atas terselenggaranya even nasional di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan dan kemajuan keolahragaan dan persepakbolaan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jambi,” ujar Sekda.

Sekda mengungkapkan, olahraga tradisional merupakan olahraga bernuansa tradisional yang menunjukkan jati diri suatu kebudayaan daerah, untuk selalu dijaga, dikembangkan dan dilestarikan, karena bagian dari warisan leluhur bangsa dan kekayaan budaya bangsa.

“Olahraga tradisional memiliki nilai luhur yang perlu kita wariskan kepada ge­nerasi muda untuk me­ning­katkan semangat persa­habatan, kebersamaan, keke­luargaan dan menciptakan suasana keceriaan. Saat ini merupakan momen yang tepat bagi kita untuk mulai melestarikan nilai-nilai historis dan sosial kemasyarakatan bangsa ini,” ungkap Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan, melihat besarnya potensi pemain sepak bola yang belum dibina secara terukur dan terarah di kalangan santri, untuk itulah Liga Santri diadakan guna menciptakan pesepak bola profesional dari kalangan santri yang dapat mengharumkan nama Indonesia di ajang nasional maupun internasional.

“Saya mengharapkan, Liga Santri ini menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menjawab kerisauan kita akan prestasi sepak bola nasional, serta bisa menjadi wadah untuk pembinaan pemain sepak bola, terutama dari kalangan santri dalam meningkatkan prestasi sepak bola di Indonesia, khususnya bagi Provinsi Jambi sendiri,” terang Sekda.

“Melalui Liga Santri ini, kita juga mengharapkan bisa mewujudkan generasi muda yang berkualitas, baik dari segi akhlak, mental, serta jiwa sportivitas yang tinggi pada dunia sepak bola kita,” tambah Sekda.

Deputi III Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr Raden Isnanta MPd mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi yang telah bersedia menjadi tuan rumah untuk event nasional ini dan mempersiapkan semua sarana dan prasarana guna mensukseskan acara ini.

Isnanta menyampaikan, Pemerintah Pusat melihat olahraga tradisional lama kelamaan sudah mulai punah, satu per satu olahraga tradisional tidak lagi dikenal oleh generasi muda, karena pesatnya kemajuan teknologi saat ini sehingga generasi muda terjebak pada dunia digital yang menawarkan banyak pilihan.

Isnanta menerangkan, olahraga tradisional merupakan aset kekayaan bangsa yang jumlahnya sangat banyak sekali di Indonesia, dan merupakan salah satu kehebatan bagi Indonesia. “Namun, jika olahraga tradisional ini mulai punah, maka kehebatan itu tidak ada lagi, mari bersama sama untuk terus melestarikan olahraga tradisional ini,” sambungnya.

“Melalui momentum ini, mari bersama-sama kita gali olahraga tradisional, dari yang tidak populer menjadi populer, dan kita munculkan kembali olahraga tradisional yang mulai punah. Selanjutnya, mari bersama-sama kita lestarikan dengan terus mengadakan festival-festival olahraga tradisional di berbagai kesempatan, baik itu pada hari kemerdekaan maupun hari jadi daerah kita masing masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Isnanta mengatakan, selain Liga Santri Nusantara ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI juga memberikan ruang kepada para santri dengan adanya Pekan Olahraga Pondok Pesantren yang juga rutin dilaksanakan, jadi tidak hanya pada cabang olahraga sepak bola saja.

“Untuk para pembina di pondok pesantren, mari kita didik dan latih para santri untuk nantinya bisa mengikuti Pekan Olahraga Pondok Pesantren, karena olahraga itu untuk semua kalangan tanpa mengenal batas dan sifatnya sebagai rekreasi serta membuat bugar badan,” Isnanta menandaskan. (Adv)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (56712)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50759)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14046)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13533)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13198)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12479)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8520)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7343)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6453)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6252)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirSubang, Jaya Pos Terkait kasus dugaan bancakan dana pokok-pokok pikiran (Pokir), dulu populer disebut dana ...


BPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa Labuan
Laporan KhususJalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliKayuagung, Jaya Pos Sejumlah ruas jalan di Kota Kayuagung yang rusak akibat mobilisasi kendaraan tonase ...


Perayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 M