Jumat, 20 Juli 2018 - 06:27:13 WIB
Perusakan Pagar Beton Diperintah Oleh TerdakwaKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 113 kali

Baca Juga:Dua Bulan Keluar Penjara, Tipu Pelaut45 Pendatang ke Cimahi Disidang TipiringTerkait Kasus Hambalang, Putusan MA Dinilai Salah Penerapan HukumPemilihan Ketua BK DPRD Parimo Tertutup

Tangerang, JAYAPOS - Sungguh berani, walaupun usia tua tapi semangat tetap muda. Kalau pada tempatnya, semangat itu akan mendapat penghargaan medali atau piala.

Tidak halnya dengan terdakwa Medi Susilawati, di usianya yang senja harus tidur di hotel prodeo/penjara wanita, tempat berbagai macam tindak pidana dari mulai ringan hingga berat. Mungkin dengan dipenjara, terdakwa Medi Susulawati bisa introspeksi diri atau semakin pintar belajar pengetahuan tindak pidana lainnya. Suka tidak suka, karena perbuatannya terdakwa harus melakoni hukuman penjara.

Pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum, awalnya sekitar bulan Agustus 2017, Yandi (alm) meninggal tanggal 10 juni 2018 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tangerang bersama dengan terdakwa Karnomo, Sardi, Sefriyadi, Hamdani mendatangi lokasi pagar beton di Jl. Suka Damai 9 RT.004/004 Kel. Serua Indah Ciputat Tangerang Selatan. Setibanya disana, atas perintah terdakwa Meidi Susilawati kepada Yandi (alm) dan terdakwa yang disebutkan diatas untuk merobohkan pager beton tembok milik Saroh.

Sambil berkata, “Terus aja rubuhin, sekalian aja biar Saroh ketiban”. Yandi (Alm) bersama terdakwa Karnomo, Sardi dan Sepriyadi secara bersama sama mencongkel panel pagar beton dengan menggunakan linggis dan menumpukkan panel tersebut diatas tanah. Sedangkan terdakwa Hamdani membantu mengangkat runtuhan panel pager beton tersebut dan menumpukkannya diatas tanah. Karena masih ada sisa, kembali mereka merubuhkan sisa sisa panel pagar beton dengan cara mendorong dorong panel pagar beton milik Saroh sehingga panel pagar beton patah dan pintu gerbang besi yang berada diantara tembok panel beton ikut dirobohkan mereka.

Entah mengapa terdakwa Meidi antusias merobohkan pagar beton tersebut. Konon hal itu dilakukan oleh terdakwa karena tanah di lokasi itu miliknya sehingga patut untuk diperjuangkan keberadaannya. Namun langkah yang dilakukan justru menyebabkan terdakwa Meidi bersama terdakwa lain masuk ke jeruji penjara.

Disisi lain, masih dalam dakwaan JPU, Saksi Saroh menyatakan bahwa pagar beton dengan luas 1.510 M2 yang didirikan bulan mei 2015 adalah miliknya. Hal tersebut berdasarkan sertifikat (tanda bukti) Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Hak Milik nomor 396 tanggal 26 januari 1996, luas tanah 1.510 M2 adalah milik Dewi Wulandari atau istri saksi Saroh berdasarkan Akta Jual Beli tanah Nomor:34/2017 tanggal 28 Juli 2017 yang dibuat oleh Leonard Tulus Simangunsong, SH selaku PPAT. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 170 ayat (1) KUHP. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (56712)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50759)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14046)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13533)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13198)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12479)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8520)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7343)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6453)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (6252)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Oknum Dewan, Penegak Hukum Diminta Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Dana PokirSubang, Jaya Pos Terkait kasus dugaan bancakan dana pokok-pokok pikiran (Pokir), dulu populer disebut dana ...


BPN Labuhanbatu Diduga Ada Main Dengan PT. CSR, Terkait Luas ArealDinas PUPR Kab Sidoarjo Bidang Pengairan Diduga Lakukan Mark Up (Bagian 2)Lanjutan Peningkatan Jalan Jatake -Binong Diduga Beraroma KorupsiBelum Setahun, Jalan Tewah-Tumbang Miri Senilai 80 Miliar Sudah Rusak ParahKontrak Kerja Sudah Habis Pengerjaan Puskesmas Palembayan Masih LanjutDiduga Terlibat Proyek, LSM Penjara Desak KKP Periksa Sejumlah Anggota DPRD Kota ManadoCV Linang Jaya Diduga Kirim Material Tak Sesuai RAB Ke 30 Penerima Program RTLH Di Desa Labuan
Laporan KhususJalan Rusak Akibat Proyek Tol Sudah Mulus KembaliKayuagung, Jaya Pos Sejumlah ruas jalan di Kota Kayuagung yang rusak akibat mobilisasi kendaraan tonase ...


Perayaan Natal Bersama Oleh Gereja-Gereja Tambusai Utara-RohulDi HUT Ke-44 Semen Baturaja Semakin Peduli Lingkungan Kumpulan Silahi Sabungan Rayakan Ulang Tahun Ke 24 Kodam IV Diponegoro Kembali Sapu Bersih Juara Dalam TMMD ke 103 Tahun 2018Desa Kendalrejo Gunakan Dana Desa Untuk Tingkatkan PembangunanAPBD Tanah Datar 2019 DisepakatiHari Jadi Bantaeng Ke-764 Gubernur Sulsel Bantu Bantaeng 26 M