Jumat, 20 Juli 2018 - 06:49:40 WIB
Zonasi PPDB di Melawi Dinilai Tidak OjektifKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 174 kali

Baca Juga:Dua Bulan Keluar Penjara, Tipu Pelaut45 Pendatang ke Cimahi Disidang TipiringTerkait Kasus Hambalang, Putusan MA Dinilai Salah Penerapan HukumPemilihan Ketua BK DPRD Parimo Tertutup

Melawi, JAYAPOS - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SLTP dan SLTA dilandasi Peraturan Mendikbud Nomor 14/2018, dengan sistim zonasi memunculkan kontroversi di kalangan masyarakat. Dimana pemetaan zona lingkungan sekolah atau batas area alamat peserta didik baru yang ditentukan wajib masuk tanpa batas kemampuan atau standard hasil testing. Salah satu contoh penerimaan didik baru di SPMN I Nanga Pinoh.

Penerimaan di sekolah favorit ikon SLTP Kabupaten Melawi ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana penerimaan PPDB tahun ini (2018) tidak lagi berdasarkan hasil nilai testing, rekrutmen penerimaan melalui zonasi. Ada penerimaan dari luar zona yang ditentukan hanya untuk memenuhi kekurangan peserta dari zona lingkungan batas terdekat sesuai tempat tinggal orang tua murid.

Namun dalam sistim zonasi ini banyak kalangan orang tua murid yang kurang berterima. Salah satunya Pak Gideon, seoarang tokoh dan pengusaha sukses di Kabupaten Melawi. Dia mengatakan merasa kecewa dengan sisitem zona, walaupun anaknya sendiri masuk dalam zona SLTPN I Nanga Pinoh, tetapi dirinya kurang menerima cara PPDB.

“Apa artinya testing kemarin kalau toh juga semua yang masuk wilayah zona, wajib masuk. Ini artinya anak yang tidak tahu membaca tulis pun wajib masuk. Saya tahu SMPN 1 ini adalah sekolah unggulan. Tapi dengan cara zona seperti ini, proses kegiatan belajar akan berdampak pada penurunan kualitas,” ujarnya pada waktu penerimaan kelulusan PPDB, Senen (9/7/2018) di SMPN 1 Nanga Pinoh kepada Jaya Pos, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Nanga Pinoh Thersia, membenarkan sistiem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah beda dari tahun-tahun sebelumnya. Sekarang atau tahun 2018, PPDB wajib melaksanakan perintah Permendikbud Nomor 14/2018. Dimana pasal 16 mengamanahkan, penerimaan peserta didik baru harus melalui zonasi atau wilayah sekolah. Adapun penerimaan dari luar zonasi itu guna memenuhi kekurangan peserta murid baru dari zona yang ditentukan.

Masalah ada PPDB diterima di sekolah yang dipimpinnya yang nota bene masih dibawah kelayakan, dirinya membenarkannya. Menurutnya, ada tiga orang yang belum fasih membaca tulis tapi diluluskan.

“Karena kami sebagai guru di sekolah ini tidak mau terjerat perintah permendkbud tentang penerimaan murid baru, Aturannya jelas, semua murid yang mendaftar di zona masing-masing sekolah wajib diterima sesuai kuota sekolah. Masalah ini, kami akan panggil orang tua murid tersebut, apakah tetap bertahan melanjutkan anaknya di sekolah ini, walaupun membaca tulis tidak fasih atau dengan selusi lain,” jelas Theresia.(Pangaribuan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13815)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani