Senin, 30 Juli 2018 - 07:03:18 WIB
Rugi 29 M, Swiss Belhotel Digugat PT Mitra Permata Waringin di PN JakbarKategori: Jakarta - Dibaca: 749 kali

Baca Juga:Sudin Dikdas Jakbar Bagikan Kartu Belajar Gratis di SMKN 53Bupati Samosir Launching Madu Asli Lintong Ni HutaKacab JR Kepri Kunjungi Pengobatan Gratis di Pelabuhan PELNI SekupangDirjen Kemenhub Surati Bupati Banggai

Gugatan tersebut terkait sengketa kerugian atas janji yang diberikan oleh pihak tergugat.

Jakarta, JAYAPOS - Sidang gugatan perdata dengan nomor perkara 758/PdtG/2017/PN Jkt.Brt antara PT Mitra Permata Waringin (Penggugat) dengan Swiss Pacific Limited (Tergugat 1), Swiss Bellhotel International Trademarks Limited (Tergugat II) dan PT Swiss Belhotel International Indonesia (Tergugat III) di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (24/7).

Kuasa hukum PT. Mitra Permata Waringin, Ricky Hasiholan mengatakan bahwa gugatan tersebut terkait sengketa kerugian yang dialami kliennya atas janji yang diberikan oleh pihak tergugat, katanya usai persidangan kepada wartawan.

Menurut Ricky, kliennya yang mempunyai bisnis pro­perti ditawari pihak tergugat untuk bekerjasama mengelola Swiss-Belhotel dengan janji dengan proyeksi 10 tahun ada keuntungan namun faktanya tidak terealisasi.

Lanjutnya, Mereka (penggugat) tertarik juga dan melihat janjinya fantastis, maka­nya bilang “ oke “, namun pada kenyataanya Janji yang diberikan Swiss-Bel itu tidak benar, hingga kliennya mengalami kerugian 25 Miliar lebih.

Ricki juga menyayangkan dimana dalam persidangan, kuasa hukum tergugat me­nyatakan bahwa sudah sesuai dengan perjanjian. “ Nah, ini kan yang dibahas dalam pada pemeriksaan saksi mereka berpendapat bahwa sesuai perjanjian. Tapi yang kita bahas adalah itu bukan berdasarkan perjanjian tapi apa yang mereka iming-imingkan sebelum perjanjian,” terangnya.

Di kesempatan yang sama saksi Agung Anggono menambahkan bahwa menurutnya sejak awal pihak tergugat memberikan proyeksi akan ada keuntungan dengan tingkat pendapatan hotel tertentu dengan nama owners profit. “Jadi pemilik mendapat kuntungan berapa, tapi kenyataannya tidak pernah tercapai, karena biaya tidak bisa dikurangi maka pemilik menderita kerugian,” ungkap Agung yang tak lain Konsultan Keuangan Penggugat.
Menurut Agung berbanding terbalik dengan Swiss-Belhotel yang tetap mendapat keuntungan atau fee tanpa harus melihat pendapatan hotel. “Mau untung mau rugi mereka (Swiss Belhotel ) dapat fee,” katanya.

Lanjut Agung, tidak seharusnya seperti itu, kalau untung, untung bersama, kalau rugi kita hitung seperti apa, jangan satu untung yang satu rugi terus. “Laporan keuangan sejak Tahun 2012 hingga 2017 PT. Mitra Permata Waringin telah mengalami kerugian sekitar 29 Miliar, “ paparnya. “Swiss-Belhotel merupakan perusahaan internasional dan profesional, seharusnya hal-hal seperti ini sudah masuk dalam proyeksi mereka dan sudah di perhitungkan,” pungkas Agung

Sementara pada hari yang sama, kuasa hukum Swiss-Belhotel, Novio Manurung, S.H. menegaskan bahwa pihaknya hanya mengikuti perjanjian hotel. “Kita dari kuasa hukum tergugat hanya mengikuti apa yang ada didalam perjanjian hotel tersebut. Perhitungan yang kita lampirkan sesuai dengan atau dasarnya dari perjanjian tersebut,” paparnya. “Sementara pihak lawan tidak sesuai, seperti yang tadi saksinya nyatakan itu tidak sesuai dengan perjanjian,” tambahnya.

Lebih lanjut dia berharap, agar setiap hal yang tertera dalam perjanjian, dapat dilaksanakan bersama. “Kita menuntut bahwa apa yang ada diperjanjian itu yang kita sama-sama laksanakan, karena berapapun keuntungan kalau pengeluarannya itu tidak ditentukan secara jelas atau sesuai dengan selera dia (penggugat) tentu semua akan rugi,” katanya.

“Misal untung 100 juta, tapi tidak dijelaskan secara detail apa aja akan jadi biaya operasi sebagai nilai pengurang maka semua jadi pengeluaran saja jadi mines terus,” Novio mencontohkan.(@D2)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani