Kamis, 09 Agustus 2018 - 07:36:23 WIB
Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak Masih TinggiKategori: Jawa Barat - Dibaca: 66 kali

Baca Juga:Asperator Biro Jasa yang Berbadan HukumKetua BKD Minta Pimpinan Dewan Panggil Anggota KPUDSTKIP Pontianak Pionir Terdepan dalam Prodi SejarahKecewa Dengan Tindakan Penegak Hukum, Nurhasana Waruhu Mengadu ke KY

Ciamis, JAYAPOS - Momentum peringatan Hari Anak Indonesia 23 Juli 2018 menyisakan sejumlah keprihatinan. Angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis masih tergolong tinggi. Berdasarkan data dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Ciamis sampai pertengahan 2018 jumlah kekerasan dan pelecahan anak di Kabupaten Ciamis mencapai 5 kasus.

Sekretaris P2TP2A Kabupaten Ciamis, Vera Fillinda mengatakan, secara kuantitas jumlahnya tidak seperti tahun lalu yang mencapai 12 kasus, tapi secara kualitas dari per kasus di tahun 2018 ini jumlahnya tidak hanya satu korban saja. “Secara kuantitas jumlah korban per kasus ada yang 2 sampai 3 korban. Ini juga baru pertengahan tahun, bisa saja bertambah. Kalau tahun lalu dalam satu kasus itu korban satu anak,” ujar Vera.

Dikatakan Vera, jenis kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis selain pencabulan, sodomi juga mulai mengalami peningkatan. Bahkan untuk kasus sodomi ini bisa mengalami peningkatan, karena yang tadinya korban bisa menjadi pelaku. “Faktor utama dari kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Kabupaten Ciamis ini karena ekonomi dari kelas bawah. Karena laporan yang ada kebanyakan dari daerah terluar, pelosok. Tidak ada perkotaan,” ucapnya.

Padahal P2TP2A mengaku sering melakukan sosialisasi ke daerah-daerah, baik secara formal ataupun tidak langsung. Namun kasus kekerasan dan pelecehan seksual anak masing meningkat di Kabupaten Ciamis. Menurut Vera, pelaku kekerasan dan pelecehan seksual anak ini kebanyakan masih dari orang terdekat. Hal itu yang membuat P2TP2A sulit melakukan penanganan. Karena bagi sebagian kalangan hal itu dianggap aib sehingga ditutup-tutupi oleh pihak keluarga. “Mungkin anak ini masih lemah, ekonomi jadi faktor utama, jadi anak mudah terbujuk dengan hanya uang recehan,” katanya.

Agar kasus tersebut tidak mengalami peningkatan, semua pihak diharapkan berperan. Baik dari masyarakat, keluarga hingga aparat penegak hukum. “Aparat penegak hukum harus memvonis pelaku kekerasan dan pelecehan anak seberat-beratnya agar ada efek jera. Karena sudah jelas tindakan ini sudah merampas anak untuk berkembang dengan baik,” ungkapnya.

Dalam momentum Hari Anak ini, P2TP2A Kabupaten Ciamis bertekad terus melakukan sosialisasi agar angka kekerasan dan pelecehan seksual anak bisa ditekan.

Vera menilai, maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak selama ini merupakan buah dari lemahnya penegakan hukum di Indonesia. Ia mencontohkan pelaku kekerasan seksual pada anak atau pedofilia hanya di hukum maksimal 20 tahun. Padahal dampak yang ditimbulkan dari kasus itu terhadap korban sangat besar sekali karena bukan hanya mengalami trauma tapi korbannya bisa saja mengikuti kelakuan pelaku. “Tuntutan saya kepada pemerintah untuk memperbaiki nasib anak-anak dan hukum mati bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak,” katanya.

Menurut Vera, saat ini sudah bukan jamannya lagi pemerintah berdiam diri atas maraknya kasus kekerasan yang menimpa anak selama ini. Pemerintah harus mulai membuka mata dengan melihat realita yang ada bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih tinggi di Kabupaten Ciamis.

Berawal dari banyaknya para korban kekerasan dan pelecahan seksual anak yang tidak berani melapor, kata Vera, membuat Forum Anak Daerah Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi berupa aplikasi berbasis online khusus untuk pengaduan. Aplikasi ini ThreeC yang bisa dikunjungi di alamat website Threec.ciamiskab.go.ig.

“Aplikasi ini telah dibuat pada tahun 2017 lalu, namun belum tersosialisasikan. Sehingga banyak masyarakat yang belum mengetahui dan paham dalam penggunaannya. Bahkan awal dibuat ThreeC ini hanya digunakan untuk Forum Anak Daerah di tingkat Kecamatan saja. Sehingga keberadaan aplikasi ThreeC tersebut belum optimal. Aplikasi ini dibuat kerjasama dengan Diskominfo Kabupaten Ciamis. Ini merupakan inovasi kami, untuk mengatasi para korban atau keluarga korban kekerasan atau pelecehan yang tidak berani datang ke P2TP2A langsung untuk laporan,” katanya.

Kata dia, pada momen Hari Anak ini, P2TP2A akan gencar melakukan sosialisasi untuk aplikasi tersebut. “Diharapkan para korban bisa dengan leluasa melapor atau bercerita dengan apa yang sudah dialami, nanti kami akan langsung melakukan penanganan,” imbaunya.(Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50610)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (40556)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13884)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13379)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13014)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12280)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8346)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (6388)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5782)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5572)
Bedah JayaposPT PLN (Persero) Riau Memasang Jaringan Arus Listrik Asal JadiRiau, Beberapa anggota masyarakat kembali lagi mempertayakan sudah sejauh mana pertanggung jawaban ...


Tersangka Jansaiman Saragih Menguasai Asset GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru Kasus Penebangan Pohon Jati Milik PTPN 2 Tandem MengambangDirut Rumah Sakit Diduga Pungli, Massa Berunjuk RasaAnggaran DD Desa Cimanis- Sobang Pantas DiauditCatut Nama Emil Dardak Akun FB Pencari Sumbangan DipolisikanTipu Nasabah, Developer KSU Penyang Sangkalemu DipolisikanDamparit Kabupaten Barru Sul-Sel Diduga Tidak Sesuai Bestek
Laporan KhususBupati Emil Dardak Sambut Baik Lawatan Danrem 081/DSJ MadiunDitengah kesibukan kerjanya, Emil Dardak meluangkan waktu bersilaturahmi dan menjalin komunikasi dengan ...


TMMD Reg 103 Wilayah Kodim 0736/ Batang, Percepat Pembangunan Wilayah dan Masyarakat Pemkab Gumas Gelar Bursa Inovasi Desa 20182019, Seluruh Kegiatan di OPD Gumas Terintegrasi Secara OnlineUsai Dilantik, Fadly Amran dan Asrul Resmi Jabat Walikota dan Wakil Walikota Padang PanjangPemkab Gumas Rakor Pilkades Serentak 2018HUT OKI Jadi Energi Tuntaskan PembangunanPemko Tanjungbalai Menerima Kedatangan Kafilah MTQN XXVII Asal Kepri di Bandara Kuala Namu