Kamis, 09 Agustus 2018 - 07:53:56 WIB
PT SMS Dinilai Tidak KonsekuenKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 108 kali

Baca Juga:Asperator Biro Jasa yang Berbadan HukumKetua BKD Minta Pimpinan Dewan Panggil Anggota KPUDSTKIP Pontianak Pionir Terdepan dalam Prodi SejarahKecewa Dengan Tindakan Penegak Hukum, Nurhasana Waruhu Mengadu ke KY

Melawi, JAYAPOS - PT SMS adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan kelapa sawit berlokasi di Kecamatan Ella Kabupaten Mealawi Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam aktifitasnya, perusahaan ini dinilai oleh masyarakat sekitar tidak tepat janji, sebagaimana yang tertuang dalam MoU antara pihak perusahaan dengan masyarakat.

Dimana dari beberapa poin isi perjanjian, diantara­nya konversi plasma kepada masyarakat, usia kelapa sawit 5 tahun dengan pola bagi hasil 70:30 (tujuh puluh pesen untuk perusahaaan kebun inti dan diserahkan kembali ke masyarakat sebagai kebun masyarakat atau plasma, tiga puluh persen dari hasil penyerahan lahan).

Namun dalam masa tenggat waktu yang sudah molor tahun penyerahan, belum semua lahan plasma dikonversi. “Kami sepertinya telah dibohongi pihak perusahaan baik dengan pola bagi maupun tahun pembagian lahan. Dulunya hasil kesepakatan 70:30, sekarang 80:20,” ujar beberapa warga.

Karena permasalahan antara pihak perusahaan de­ngan masyarakat tidak tuntas sehingga masalah menjadi berkepanjangan. “Karena­nya kami minta pihak pemerintah memfasilitasi antara pihak perusahaan dengan masyarakat, sehingga ada titik temunya,” ujar warga Ella kepada wartawan ketika dikonfirmasi di kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Melawi, Rabu (25/7/2018), di sela pertemuan antara kedua belah pihak.

Dalam pertemuan ini, antar pihak perusahaan dan utusan masyarakat didampingi kepala desa masing-masing, pihak pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dis Bun, sebagai fasilator antara kedua pihak.

Kepala Dinas Perkebunan Ir Abang kepada kedua pihak menyampaikan supaya menempuh jalan terbaik. Perusahaan yang berinvestasi ke Kabupaten Melawi dalam MoU awalnya berjanji akan menjehterakan perekonomian masyarakat. Pembagian hasil sesuai perjanjian 70:30%. Kalau ada perubahan perjanjian harus disepakati bersama, termasuk CSR untuk masyarakat setempat yang tidak mempunyai lahan.

Dan, masyarakat wajib mendukung pihak perusahaan bagaimana jalan terbaik yang berarti tidak menjadi mengorbankan khalayak masyarakat, tapi harus saling mendukung. Perusahaan berjalan lancar tentu masyarakat petani dan masyarakat lainnya akan maju dalam perekonomian. 

Abang meminta untuk pihak PT SMS dalam SIUP nya lahan dikelola sebanyak 10 ribu hectare, ternyata hasil pengukuran terakhir yang dilakukan oleh Disbun tidak sampai segitu. Ini menjadi suatu catatan bagi kami,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu Camat Nanga Pinoh Daniel, sebagai perwakilan dari 3 kecamatan lingkup ruang lahan PT SMS, menyarankan kepada masyarakat agar dicari jalan keluar antara kedua belah pihak.

“Kalau memang pembagian pola lahan plasma yang ditawarkan pihak PT SMS tidak merugikan masyarakat, mari kita terima. Bukan hanya pembagian lahan yang kita perlu lihat tapi terutama fisik kelapa sawitnya, bagaimana kelanjutannya dengan perusahaan termasuk masalah perawatan, akses jalan, pembayaran kredit, ini sangat penting,” jelasnya. (Pangaribuan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59215)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51052)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19654)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14389)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13835)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13525)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13446)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12825)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8925)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8844)
Bedah JayaposSidang Putusan di PN BLB, Hanya Dibacakan Dua Orang HakimKab Bandung, Jaya Pos Sidang pembacaan putusan perkara Curanmor terhadap terdakwa Dicky Rahmad yang ...


Diduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanBermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung Jawab
Laporan KhususIlyas Panji Alam Ajak Warga OI Budayakan Gotong-RoyongIndralaya, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengajak warganya membudayakan gotong-royong (goro), ...


Sanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea Bulan