Kamis, 16 Agustus 2018 - 06:19:28 WIB
TPM P3TGAI Desa Banyubiru Tertutup Pada WartawanKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 196 kali

Baca Juga:Terkait Potensi Green Coke Pemko Akan Pelajari KembaliBansos RKB dan DAK Diduga Dikerjakan Kroni-kroni BupatiAntisipasi Musim Penghujan, Bantaran Tanggul Sungai Cilemer DirehabPenghuni Lapas Salahgunakan DXM Hingga Meninggal, Ibu Korban Lapor Ke Kantor Polisi

Pandeglang JAYAPOS - Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) pada kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan tertutup kepada awak media. Pasalnya, pada saat Jaya Pos mencoba meminta informasi seputar prograam yang sedang dilaksanakan, seakan tertutup dan tidak transparan.

Berawal dari informasi yang dihimpun Jaya Pos di lokasi kegiatan terlihat pemasangan batu belah hanya menempel saja di tanah dan tidak digali, serta penggunaan bahan matrial seperti pasir dan semen yang berbeda dengan desa ataupun kelompok lain. Padahal program tersebut sama.

Saat Jaya Pos mencoba meminta informasi terkait hasil tersebut, TPM menanggapi dengan nada sinis, “Pihak media menanyakan RAB sebagai apa, setahu saya yang berhak mengetahui RAB hanya kelompok dan dinas saja, ini privasi “ ucapnya, saat Jaya pos menanyakan lebih jauh tentang harga satuan semen dalam RAB.

Lebih jauh Jaya Pos menanyakan kembali tentang pemasangan batu yang terlihat hanya menempel saja dan tidak digali TPM kembali mengelak kalau hal tersebut hanya mengada-ngada, “Itu digali pak, kata siapa tidak digali, anda jangan mengada-ngada “ cetusnnya.

Sementara itu salah satu pekerja yang juga pengurus kelompok ditempat yang sama mengatakan kalaupun ada perbedaan harga semen dalam RAB itu hanya selisih sedikit, itupun untuk menambah biaya yang tidak terduga “Kalaupun ada selisih harga paling hanya sedikit pak, itu juga buat ongkos yang tidak terduga seperti biaya lansir/angkut matrial ke lokasi “ ujar Embak kepada Jaya Pos.

Selain hal tersebut diatas, kurangnya pengawasan dari ketua selaku pemegang amanat program yang dirasa kurang maksimal. Sebab beberapa kali Jaya Pos menyambangi ke lokasi belum pernah ketemu dengan ketua, sama halnya dengan kehadiran TPM selaku pendamping program yang tidak setiap hari mengawasi pekerjaan.

Terkait tentang kehadiran TPM dalam mengawasi pelaksanaan program di lokasi, dibenarkan oleh Rosidin Ketua kelompok GP3A Mitra Tani Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, saat ditanya seberapa sering TPM hadir dilokasi “Paling TPM seminggu hanya 3 kali hadir pak, “ katanya.

Menanggapi hal tersebut, Nana S. KcN anggota LSM RP-NKRI geram dengan sikap TPM yang pelit akan informasi kepada pihak media, “TPM seharusnya bisa memberikan informasi ataupun penjelasan yang jelas ke pihak media, sebab ini program pemerintah bukan program pribadi, kalau kita mengacu pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik sudah jelas pihak TPM dalam hal ini tidak mengindahkan undang-undang tersebut” ujarnya.

Nana menambahkan, kalau TPM tidak bisa menjalankan tugasnya dengan benar jangan pernah merasa kalau program yang didampinginya benar. “Bagaimana bisa maksimal pekerjaan kalau TPM saja hanya 3 kali dalam seminggu kehadirannya, apalagi dia memegang 3 desa pada program yang sama, sudah barang tentu pekerjaan tidak akan maksimal “ pungkasnya. (Yan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59567)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51426)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (44031)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14911)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14186)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14014)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13754)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13213)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11114)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019