Kamis, 16 Agustus 2018 - 06:19:28 WIB
TPM P3TGAI Desa Banyubiru Tertutup Pada WartawanKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 140 kali

Baca Juga:Terkait Potensi Green Coke Pemko Akan Pelajari KembaliBansos RKB dan DAK Diduga Dikerjakan Kroni-kroni BupatiAntisipasi Musim Penghujan, Bantaran Tanggul Sungai Cilemer DirehabPenghuni Lapas Salahgunakan DXM Hingga Meninggal, Ibu Korban Lapor Ke Kantor Polisi

Pandeglang JAYAPOS - Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) pada kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan tertutup kepada awak media. Pasalnya, pada saat Jaya Pos mencoba meminta informasi seputar prograam yang sedang dilaksanakan, seakan tertutup dan tidak transparan.

Berawal dari informasi yang dihimpun Jaya Pos di lokasi kegiatan terlihat pemasangan batu belah hanya menempel saja di tanah dan tidak digali, serta penggunaan bahan matrial seperti pasir dan semen yang berbeda dengan desa ataupun kelompok lain. Padahal program tersebut sama.

Saat Jaya Pos mencoba meminta informasi terkait hasil tersebut, TPM menanggapi dengan nada sinis, “Pihak media menanyakan RAB sebagai apa, setahu saya yang berhak mengetahui RAB hanya kelompok dan dinas saja, ini privasi “ ucapnya, saat Jaya pos menanyakan lebih jauh tentang harga satuan semen dalam RAB.

Lebih jauh Jaya Pos menanyakan kembali tentang pemasangan batu yang terlihat hanya menempel saja dan tidak digali TPM kembali mengelak kalau hal tersebut hanya mengada-ngada, “Itu digali pak, kata siapa tidak digali, anda jangan mengada-ngada “ cetusnnya.

Sementara itu salah satu pekerja yang juga pengurus kelompok ditempat yang sama mengatakan kalaupun ada perbedaan harga semen dalam RAB itu hanya selisih sedikit, itupun untuk menambah biaya yang tidak terduga “Kalaupun ada selisih harga paling hanya sedikit pak, itu juga buat ongkos yang tidak terduga seperti biaya lansir/angkut matrial ke lokasi “ ujar Embak kepada Jaya Pos.

Selain hal tersebut diatas, kurangnya pengawasan dari ketua selaku pemegang amanat program yang dirasa kurang maksimal. Sebab beberapa kali Jaya Pos menyambangi ke lokasi belum pernah ketemu dengan ketua, sama halnya dengan kehadiran TPM selaku pendamping program yang tidak setiap hari mengawasi pekerjaan.

Terkait tentang kehadiran TPM dalam mengawasi pelaksanaan program di lokasi, dibenarkan oleh Rosidin Ketua kelompok GP3A Mitra Tani Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, saat ditanya seberapa sering TPM hadir dilokasi “Paling TPM seminggu hanya 3 kali hadir pak, “ katanya.

Menanggapi hal tersebut, Nana S. KcN anggota LSM RP-NKRI geram dengan sikap TPM yang pelit akan informasi kepada pihak media, “TPM seharusnya bisa memberikan informasi ataupun penjelasan yang jelas ke pihak media, sebab ini program pemerintah bukan program pribadi, kalau kita mengacu pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik sudah jelas pihak TPM dalam hal ini tidak mengindahkan undang-undang tersebut” ujarnya.

Nana menambahkan, kalau TPM tidak bisa menjalankan tugasnya dengan benar jangan pernah merasa kalau program yang didampinginya benar. “Bagaimana bisa maksimal pekerjaan kalau TPM saja hanya 3 kali dalam seminggu kehadirannya, apalagi dia memegang 3 desa pada program yang sama, sudah barang tentu pekerjaan tidak akan maksimal “ pungkasnya. (Yan)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13815)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13352)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani