Senin, 20 Agustus 2018 - 05:49:31 WIB
Dewan Dorong Pemkab Trenggalek Olah Limbah B3 SendiriKategori: Jawa Timur - Dibaca: 57 kali

Baca Juga:Mendekati Vonis, Terdakwa Ajukan Surat SakitPengacara Afriyani Susanti Ajukan BandingPembayaran Tunjangan Profesi Guru TW I & II Tidak CukupTerkait Potensi Green Coke Pemko Akan Pelajari Kembali

Trenggalek, JAYAPOS - Menurut PP No. 18 tahun 1999, yang dimaksud dengan limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat dan atau konsentrasinya dan atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau merusakan lingkungan hidup dan atau membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.

Sehingga pengelolaannya juga harus menggunakan teknis dan regulasi khusus. Pengelolaan Limbah B3 ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 1994 yang dibaharui dengan PP No. 12 tahun 1995 dan diperbaharui kembali dengan PP No. 18 tahun 1999 tanggal 27 Februari 1999 yang dikuatkan lagi melalui Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2001 tanggal 26 November 2001 tentang Pengelolaan Limbah B3.

Dan karena kekhususan tersebut maka tidak semua daerah mampu melakukan pengelolaan maupun pengolahannya. Seperti halnya Trenggalek yang harus bekerjasama dengan perusahaan pengolah limbah B3 di Mojokerto. Karena lokasi yang jauh dan tidak bisa sembarangan dalam pengolahan maupun distribusinya maka pihak penghasil limbah B3 yaitu Rumah Sakit serta Puskesmas di Trenggalek harus mengeluarkan biaya operasional hampir 1,5 milliyar rupiah tiap tahun.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sesuai dengan salah satu tugas fungsinya sebagai lembaga monitoring, harus ikut serta dalam pengawasan dari aplikasi pelaksanaan tiap perundangan, aturan maupun regulasi.

Dari kaitan tersebut, Komisi IV DPRD Trenggalek yang membidangi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat tersebut mendorong Pemda Trenggalek untuk bisa mengambil peluang dengan menyediakan alat pengolah limbah B3 sendiri. Karena hal tersebut juga bagian dari upaya pelayanan masyarakat, serta diharapkan nanti bisa jadi penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek mengatakan jika memang pengolahan limbah B3 khususnya medis di Kabupaten Trenggalek belum bisa dilakukan mandiri. Karena belum mempunyai alat dukung pengelolaan. “Karena Trenggalek belum mempunyai insigenerator maka selama ini langkah yang diambil adalah pihak penghasil limbah medis yaitu rumah sakit dan Puskesmas harus bekerjasama dengan pengolah limbah yang ada di Mojokerto,” jelasnya pada Jaya Pos, Kamis (16/8).

Menurut data yang ada, lanjut Sukarodin ternyata selama satu tahun RSUD itu sedikitnya harus membayar 1 miliyar rupiah dan Puskesmas sekitar 450 juta rupiah untuk pengolahan limbah medisnya tersebut. “Dan dalam rapat kerja antara Komisi IV dengan OPD terkait beberapa waktu lalu, hal itu sudah terklarifikasi. Sehingga akhirnya kita harus mulai berfikir tentang opsi lain yang lebih baik,” imbuh Politisi PKB tersebut.

Saat peluang tersebut bisa diakomodir oleh Pemda, dengan mampu menyediakan alat pengolah limbah B3 maka limbah yang ada bisa dikelola sendiri di Trenggalek sendiri.

“Bagaimanapun anggaran sekitar 1,5 milliyar rupiah itu masih dilingkup RSUD dan Puskesmas yang nota bene adalah milik pemerintah, belum yang dari Rumah Sakit ataupun klinik-klinik kesehatan swasta, dokter praktek serta masih banyak sumber limbah B3 lain. Sehingga, alangkah baiknya potensi yang ada ini diambil dan bisa manfaatkan sebagai alternatif penambah PAD kita,” pungkas anggota DPRD dari Dapil IV tersebut.(HWi)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerKejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50563)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (33783)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (13807)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13338)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (12965)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12215)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8278)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (5791)Tujuh Komoditas Unggulan Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur (5597)Mandi Seperti Manusia Petugas Yakin Bonita Adalah Harimau 'Jadi-Jadian' (5514)
Bedah JayaposKades Cimanis - Sobang Diduga Korup Dana DesaPandengglang, JAYAPOS - Berawal dari pengaduan warga Desa Cimanis, Kec, Sobang yang tidak mau ...


Proyek Jalan Usaha Tani Senilai Ratusan Juta di Desa Brayung Kecamatan Puri HancurDiduga Ada Konspirasi, Bantuan Hibah Ternak Sapi 2017 MencurigakanCinta Sejati Berakhir di Balik Jeruji, Pelaku Pengeroyokan Malah Tidak Terjamah HukumEmbung Tanpa AirCV. Dewi Lestari Ketapang Diduga Mark-Up Proyek Jalan Usaha TaniPolisi Kecolongan, Ribuan Potong Kayu Log Ilegal lolosAMP Milik PT AKI Disinyalir Tidak Mengantongi Izin
Laporan KhususMasuk DCT, Pande-Iroot Siap Perjuangkan Aspirasi Rakyat MiskinManado, JAYAPOS -  Rasa syukur diungkapkan oleh Steven Pande-iroot salah satu Calon ...


Bulan Dana PMI Banyumas Targetkan 1,25 MRaih WTP 7 Kali, Pemkab OKI: Dampaknya untuk MasyarakatApel Akbar dan Pawai Muharram Terbesar Diikuti Ribuan SantriDanrem 071/Wk Juara 3rd Place "U Grade" IPSC Level III Standard DivisionRibuan Santri Banyumas Ikuti Pawai Taaruf Sambut Tahun BaruDrs Klusen Ketua Timses Kab MelawiSambut Tahun Baru Hijriyah, Bupati Banyumas Tabuh Bedug