Senin, 10 September 2012 - 07:12:22 WIB
Sertifikasi Prona 2012 Wali Nagari Lakitan Utara Lakukan PungliKategori: Sumatera Barat - Dibaca: 932 kali

Baca Juga:Kejaksaan Diminta Segera Periksa Jajaran Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta BaratPersiapan Musda IV, DPK KNPI Siak Cari Pengganti Irvan GunawanTiga Curug di Santanamekar Perlu Perhatian PemkabSamsat Rancaekek Perketat Penerbitan STNK

Pessel, Jaya Pos

Program Nasional (Prona) BPN tahun 2012 Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui kecamatan dan kenagarian menggelar sertifikasi pengurusan tanah gratis. Masyarakat Kenagarian Lakitan Utara menyambut antusias diadakannya prona yang bertujuan untuk kepengurusan hak kepemilikan tanah, dalam konteks administrasi dan pengurusan pajak.

Kala itu, Maiven, Kepala BPN Kabupaten Pessel dalam sosialisasi dengan peserta prona 2012 berlangsung di mushola Air Labuan Kampung Padang Mandiangin Kenagarian Lakitan Utara. Dalam sosialisasi dirinya menjelaskan sertifikat prona bertujuan untuk pemegang hak kepemilikan tanah dalam menentukan patokan area kepemilikan tanah, dengan lebih dahulu menentukan batas-batas sepadan sesuai pengukuran yang dilakukan oleh petugas pengukuran dari BPN.

Maiven juga menjelaskan tidak ada pungutan untuk biaya sertifikat prona, karena prona telah disubsidi oleh pemerintah melalui distribusi dana Dipa. “Jangan main-main dengan pungutan prona, itu pidana,” tambah Maiven.

Sementara Wali Nagari Lakitan Utara, Yuslimardan AMd saat ditemui Jaya Pos di ruang kerjanya, baru lalu menjelaskan, bagi peserta prona dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu dengan alasan penggunaan sebagai alas hak. “Alas hak adalah hak kami untuk memungut kepada peserta prona dengan ketentuan kesepakatan. Bagi peserta prona yang tidak membayar tidak didaftarkan sebagai peserta prona 2012,” ujarnya.

Dirinya mengakui, perangkat nagari bukan malaikat, untuk turun ke bawah butuh biaya, sehingga baginya, wajar pungutan dilakukan selain tahun lalu nilainya lebih besar dari pada sekarang. “Mengenai alas hak, kami telah dapat persetujuan dari BPN,” ungkap Yuslimardan.

Menyikapi hal ini, salah satu tokoh masyarakat menyayangkan pernyataan tersebut. “Yuslimardan sebagai Wali Nagari Lakitan Utara, jelas telah melanggar aturan pemerintah yang mana pengurusan sertifikat prona gratis, karena telah dianggarkan dan disubsidi oleh pemerintah melalui dana Dipa,” ujarnya.

Mengenai pungutan yang dilakukan oleh wali nagari yang masih tetap saja membangkang pada aturan-aturan yang telah ditetapkan, lanjut sumber, jelas sudah mengangkangi acuan yang diterapkan oleh BPN. Roni Prima


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (118293)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89084)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44154)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (36683)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (36235)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (32730)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (32333)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (27972)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (21197)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (18963)
Bedah JayaposPerusahaan Tidak Lulus karena Tidak Lampirkan Jaminan Penawaran (3)Kota Bekasi, Jaya Pos Lelang Ulang berdasarkan pemeriksaan terhadap Summary Report lelang diketahui terdapat ...


RSUD Kabupaten Melawi Tunggu Hitungan BPKProses Hukum LHP-BPK RI Atas Disbimarta Kota Bekasi Mandak (2)Sosialisasi Sadar Usaha Dengan Tema "Ayo Kerja" Di Minut Berlangsung TegangProses Hukum LHP-BPK RI Mandek (1)Periksa Direksi PT Panjang Jiwo, Reklame Billboard Miras Anggur Cap Orang Tua IlegalAnggota DPRD Maros Temukan Penyimpangan Pada Proyek PPI BontobahariDi Kantor Balai Wilayah 1 Provinsi Kalbar
Laporan KhususMasyarakat Selektif Dengan OrmasMelawi, Jaya Pos Adanya isu atas bangkitnya kembali ormas komunis di Indonesia belakangan ini, banyak ...


Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lab. Batu Adakan Pelatihan Pusat Seminary Bukit Gibeon Ajibata DiresmikanBupati Suparman Akan Tingkatkan Kesejahteraan GuruNusantara Mengaji AL-Quran Hingga Khatam 600 KaliAnggota DPR RI dari Fraksi NasDem Usulkan Tambahan DAK Untuk MelawiPolres Banyumas Teladan Dalam Sikap Terdepan Dalam PelayananIdris-Pradi Galakkan Program 100 Hari Kerja