Senin, 10 September 2018 - 06:28:10 WIB
Majelis Hakim Vonis Bebas Asiong Cs, Pengendali Narkotika dari Lapas CipinangKategori: Jakarta - Dibaca: 250 kali

Baca Juga:Masyarakat Galang Resah, PDAM Baru Diperbaiki Malah Mati TotalTidak Terima Dilempar Kotoran Ayam, Qomaruddin Hulu Melapor ke PolisiPekerjaan PNPM-MP Desa Bindu Diduga MenyimpangDiserang DBD, Seorang Ibu Terbaring Lunglai di Rumah Sakit

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ketiga terdakwa Cecep Setiawan alias Asiong, Victor dan Chandra masing-masing selama 7 tahun penjara.

Jakarta, JAYAPOS - Persidangan atas kasus narkotika jaringan Freddy Budiman (almarhum) dengan terdakwa Victor, Heryanto Chandra dan Cecep Setiawan alias Asiong digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (6/9) dengan agenda pembacaan putusan.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut ketiga terdakwa Cecep Setiawan alias Asiong, Victor dan Chandra masing-masing selama 7 tahun penjara.

Namun dalam amar putusan Majelis Hakim, Syafrudin Ainor Rafiek menyatakan bahwa terdakwa Cecep Setiawan alias Asiong, Victor dan Chandra tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika dan dinyatakan bebas.

Saat dikonfirmasi, Humas sekaligus Ketua Majelis Hakim Syafrudin Ainor Rafiek menyatakan, yang menjadi pertimbangan majelis atas putusan tersebut dalam kasus sebelumnya Cecep sudah mendapatkan vonis hukuman mati. “Jadi mau dihukum apapun tetap hukuman mati saja,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ainor juga menambahkan bermula dari Victor, kesaksian dari Polisi, kesaksian dari portir serta saksi petugas Menkumham melakukan sidak hingga ditemukan apa-apa, itu riwayat Victor dan Heryanto sehingga Heryanto dipindahkan dari Salemba ke Lapas Cipinang.

Selanjutnya, setelah ada disitu (Lapas Cipinang) Cecep dan Freddy (almarhum) sudah berada disana, artinya ini bukan kelompok dia (Freddy Budiman). Pasalnya Cecep dan Freddy sudah berada di rutan, namun di Cipinang Heryanto sama Victoe satu sel.

“Lalu pada saat sidak hanya menemukan bahan pembuat sabu di BLK (Balai Latihan Kerja) tetapi semua saksi menyatakan tidak tahu pemiliknya dan tidak tahu siapa yang mau membuat karena bahan sudah ada,” ujar Ainor.

Lebih lanjut diutarakan, Victor di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tahun 2013 namun tahun 2017 mengajukan Pembebasan Bersyarat (PB) ke Menkumham yang akhirnya disetujui.

Menurut Ainor, logikanya kalau dia tersangkut dengan perkara Freddy Budiman (almarhum) maka Pembebasan Bersyarat (PB) tidak mungkin dikabulkan. “Jadi, perilakunya masih ada tidak mungkin. Itu logika yang kita ambil, maka keterangan saksi yang tidak mendukung,” ungkapnya.

Menurutnya, keterangan saksi tidak ada yang mendukung seperti saksi mahkota. Kesaksian dari Cececp dan juga dari fakta surat, tidak mungkin tahun 2013 melakukan seperti yang diduga ada kongkalikong dengan Freddy,” sebutnya.

Dalam kesaksiannya, lanjut Ainor, para saksi sama-sama mengatakan jarang bertemu dengan Freddy walau sama-sama ada di dalam lapas.
Sebagaimana dalam BAP Freddy yang dibacakan bahwa Freddy memberikan bahan kepada Cecep untuk pembuatan sabu tetapi tidak ada kesepakatan tentang pembagian hasil.

Lalu Cecep membatalkan pembuatan sabu tersebut namun bahannya tidak dikembalikan kepada Freddy, tapi disimpan di BLK. “Ini bukan bebas hukuman matinya ya, tapi bebas dalam perkara yang ini,” tegasnya.

Sehingga, kata dia, pasal yang dikenakan bagi para terdakwa berbeda-beda. “Kalau sidang yang saya pimpin ada Pasal 114 KUHP, Pasal 132 KUHP, Pasal 112 KUHP dan Pasal 139 KUHP,” tutup Ai­nor.(@d2)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59567)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51426)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (44037)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14911)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14186)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14014)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13754)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13213)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11115)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9192)
Bedah JayaposPengelolaan Dana Pokir Desa Bojongkeding Diduga Sarat KKNSubang, Jaya Pos Kultur perilaku korup birokrasi di negeri ini kian hari semakin kompleks dan parah. Korupsi ...


Kantor Terbengkalai Rapat Malah Digelar di Rumah KadesAnggaran Pembelian Kendaraan Roda 4 Diduga Mark Up, Kades Ciawi Berdalih Sisa Lebihnnya DisilpakanGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaKetua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan Amburadul
Laporan KhususZAF International Semakin Diminati MasyarakatDepok, Jaya Pos ZAF International merupakan lembaga pendidikan yang berkomitmen dengan pengembangan Sumber ...


Pembangunan Tanggul Banjir Blok Pulo Direspon Positif MasyarakatApri Terima Satyalencana Karya Bhakti Praja Nugraha dari Wapres JKBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019