Rabu, 12 September 2018 - 10:48:29 WIB
Sejumlah Anggota DPRD Kab Subang dan DPR-RI Diduga Terlibat Kasus Suap Perizinan Mantan Bupati SubaKategori: Bedah Jaya Pos - Dibaca: 550 kali

Baca Juga:Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Tarisi Beraroma KorupsiMasyarakat Galang Resah, PDAM Baru Diperbaiki Malah Mati TotalTidak Terima Dilempar Kotoran Ayam, Qomaruddin Hulu Melapor ke PolisiPekerjaan PNPM-MP Desa Bindu Diduga Menyimpang

Subang, JAYAPOS - Pengembangan penyelidikan KPK terhadap kasus korupsi suap perizinan di Kabupaten Subang semakin terkuak le­bar. Pada sidang kasus suap perizinan yang melibatkan mantan Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih dengan terdakwa Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (DPMPTSP) Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat Asep Santika di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, (29/8) terucap pengakuan dari terdakwa ihwal sejumlah nama anggota DPRD Kabupaten Subang hingga anggota DPR RI yang terlibat kasus perizinan dan ditengarai menerima saweran uang haram.

Bahkan saking dominannya peran oknum anggota dewan yang terhormat itu turut campur tangan ihwal perizinan, dipastikan akan bermunculan saksi-saksi baru untuk dimintai keterangan guna memperkuat bukti korupsi kasus perizinan tersebut. “Oknum anggota DPR RI meminta tolong agar dipermudah penerbitan perizinannya,” kata Asep saat memberikan keterangan di persidangan, seperti dilansir media lokal Subang, (1/9).

Di persidangan saat berlangsung dialog antara Hakim, para JPU KPK dan terdakwa Asep Santika, muncul ucapan dari Asep yang menyebutkan ada anggota dewan dari pusat yang ikut bermain di perizinan, juga anggota DPRD Kabupaten Subang yang turut bermain meloloskan perizinan usaha.

Dijelaskannya, selain turut berperan meloloskan perizinan, kedapatan anggota dewan Kabupaten Subang yang ikut mengatur berapa nominal setiap pengusaha mengirimkan uang suap perizinan kepada mantan Bupati Subang Imas.

Pengaturan tahapan pengiriman uang diatur dan proses pengiriman uang tersebut agar tidak terdeteksi oleh pihak manapun dengan pola mengirimkan uang via rumah Bendahara DPD Golkar Subang Nia Kurniasari.

“Ada karung plastik hitam yang dilempar ke halaman rumah,” kata Nia yang mengaku dikirim setiap pagi dan kiriman paket itu isinya uang miliaran rupiah kemudian diambil oleh Chandra, dulu ajudan mantan Bupati Subang Imas.

Chandra berperan penting dalam proses transit uang suap perizinan, karena dirinya orang kepercayaan mantan Bupati Subang Imas. “Mau ambil itunya,” kata Nia menirukan ucapan Chandra ketika datang ke rumahnya.

Asep Santika juga mengakui bahwa dirinya menyebarkan uang suap perizinan kepada sejumlah anggota dewan Kab Subang, agar bisa meloloskan Perda Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan segera mendapat dukungan payung hukum. “Saya menyuruh staf untuk memberikan uang tersebut,” katanya.

Saat ini KPK sedang me­lakukan pengembangan, siapa saja yang turut menikmati aliran uang suap mantan Bupati Subang Imas untuk meloloskan perizinan para pengusaha dan dipastikan akan ada tersangka baru yang ikut terlibat.

Sebelumnya, mantan Bupati Subang Hj Imas Aryumningsih dituntut JPU KPK dengan pidana penjara 8 tahun pada sidang dua pekan lalu, (20/8/2018). Pada tuntutan itu politisi Golkar itu terbukti melanggar pasal 12 huruf a, tentang UU Tipikor.

“Imas terbukti melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a, dengan tuntutan 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider kurungan enam bulan,” kata JPU KPK Lie Putra.

Selain ganjaran dipenjara, akibat perbuatan yang merugikan negara itu, Imas harus mengganti kerugian sebesar Rp 410 juta atau kurungan penjara dua tahun, jika tidak bersedia mengganti uang tersebut.

Pada pembacaan tuntutan disampaikan juga bahwa dr Arya Natasusanda, anak dari mantan Bupati Subang Imas telah berperan dalam mengatur fee pembuatan Izin prinsip sebesar Rp 1.000 – Rp 4.000/meter.

Selain Imas yang ditetapkan sebagai tersangka pasca-OTT, Asep Santika selaku Kabid Perizinan DPMPTSP, Drta alias Darta dari swasta (mereka selaku penerima suap). Adapun sebagai tersangka lainnya selaku pemberi suap adalah Miftahudin dari swasta.

Keempat orang tersangka tersebut kini sudah menjadi tersangka dan sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung. Kasusnya sendiri terbongkar melalui OTT pada Februari 2018, KPK mengamankan uang sejumlah Rp 337.328.000 beserta bukti penyerahan uang.(@BH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani