Senin, 24 September 2018 - 06:47:04 WIB
Ratusan Warga Kelurahan Bumi Ayu Tolak Sita EksekusiKategori: Riau - Dibaca: 155 kali

Baca Juga:Pdt Willem TP Simarmata MA Terpilih Sebagai Ephorus HKBP Priode 2012-2016Swasembada Daging Jadi TargetIstri Oknum Polisi Simpan Narkoba dan GranatDireskrimsus Polda Sedang Lidik, Mobil Damkar Tempuling Diduga Kuat Bodong

Dumai, JAYAPOS - Sekitar tiga ratusan warga Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai, datang ramai-ramai menyambangi kantor Pengadilan Negeri (PN) kelas IA Dumai, Selasa (18/9/2018).

Kehadiran mereka guna menyuarakan dan meminta pihak pengadilan untuk tidak melakukan sita eksekusi terhadap tanah yang sudah mereka duduki sejak puluhan tahun.

Alasan warga meminta pihak Pengadilan Negeri Dumai untuk tidak melakukan sita eksekusi terhadap lahan mereka (warga 4 Rt), karena menurut warga telah melakukan upaya hukum gugatan perlawanan di PN Dumai (proses perkaranya sedang berjalan) terhadap lahan sengketa yang mereka duduki.

Hal ini merupakan bagian dari permintaan warga kepada Ketua PN Dumai, yang disampaikan salah seorang perwakilan tokoh masyarakat Kelurahan Bumi Ayu Marihot Sianturi, saat mereka (perwakilan) warga ditemui Ketua PN Dumai dan jajarannya di di halaman kantor pengadilan.

Dengan menggunakan alat pengeras suara, Marihot Sianturi meminta pihak Pengadilan untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan di PN Dumai atas gugatan perlawanan warga yang sidangnya sedang berproses.

Bahwa gugatan perlawanan yang dilakukan warga merupakan gugatan perlawanan atas putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap perkara sengketa lahan (objek perkara) antara Barita Simbolon dan Djafar selaku penggugat dengan warga Jl Gunung Bromo Kelurahan Bumi Ayu Kecamatan Dumai Selatan (saat itu 30 KK) sebagai tergugat.

Dalam perkara sengketa lahan yang sudah berjalan hingga 25 tahun ini, proses banding di tingkat MA memenangkan para penggugat dan memerintahkan PN Dumai untuk melakukan eksekusi terhadap objek lahan yang diduduki warga (tergugat).

Sekitar 10 tahun lebih putusan MA dikabarkan telah turun ke PN Dumai, namun proses eksekusi belum pernah dilaksanakan. Hal tersebut karena berbagai kendala dan masih proses aanmaning atau peringatan terhadap warga yang menduduki lahan untuk rela atau kemauan sendiri meninggalkan objek perkara sebelum dieksekusi.

Sebelumnya pihak PN Dumai telah mengundang para pihak penggugat dan warga tergugat hadir di PN Dumai dengan agenda aanmaning terhadap warga. Akan tetapi niat atau kemauan sendiri (para warga tergugat) untuk membongkar rumah mereka masing-masing tidak terlaksana.

Kemudian pada Selasa (18/9/2018), pihak PN mengundang warga, lurah setempat, Camat Dumai Selatan dan pihak Polres Dumai ke kantor PN, guna dilaksanakan rapat koordinasi Sita Eksekusi terhadap lahan objek perkara yang saat ini telah diduduki setidaknya 500 rumah warga termasuk di dalamnya rumah ibadah.

Mengetahui akan dilaksanakan sita eksekusi terhadap lahan yang diduduki warga Kelurahan Bumi Ayu itu, sekitar 300 an warga Kelurahan Bumi Ayu dari 4 Rt turun ramai-ramai menyambangi kantor PN Dumai. Dalam aksinya mereka dikawal ketat oleh aparat Kepolisian Resor Kota Dumai.(HH)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59089)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13815)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13718)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13352)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8257)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani