Sabtu, 15 September 2012 - 06:57:06 WIB
Nazaruddin Bernyanyi, Ada Korupsi di Mahkamah KonstitusiKategori: Jakarta - Dibaca: 537 kali

Baca Juga:Dinas PU Pengairan Sidoarjo "Menjual" SungaiUrus KTP Rp 850 Ribu, Kasi KTP dan Lurah Tanjung Duren Utara Minta DicopotPdt Willem TP Simarmata MA Terpilih Sebagai Ephorus HKBP Priode 2012-2016Swasembada Daging Jadi Target

Jakarta, Jaya Pos

Terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlit Palembang, Muhammad Nazaruddin kembali bernyanyi. Tidak tanggung-tanggung, ia kini menyerang sebuah lembaga tinggi negara pengawal konstitusi negara. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu menuduh pejabat Mahkamah Konstitusi (MK) bermain dalam proyek pembangunan gedung MK dan gedung diklat pada tahun 2006 silam. Sasaran tembak Nazaruddin pun salah satunya diarahkan kepada mantan Ketua MK, Jimly Jimly Asshiddiqie.

Nazaruddin mengaku sudah melaporkan dugaan korupsi proyek bernilai Rp 300 miliar tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Pembangunan gedung diklat sama pembangunan gedung MK, jadi sudah saya laporkan resmi,” kata Nazaruddin, di Gedung KPK, Kamis (13/9) usai pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Menurut Nazaruddin, ada kejanggalan dalam proyek pembangunanan gedung MK senilai lebih kurang Rp 300 miliar tersebut. Salah satu yang janggal, katanya, proses penentuan pemenang tender proyek yang melalui penunjukan langsung.

“Masak senilai proyek Rp 300 miliar, bukan proyek yang luar biasa, pakai penunjukan langsung? Kenapa penunjukan langsung?” ucap Nazaruddin.

Dia mengaku tahu soal proyek tersebut karena saat itu Nazaruddin menjadi koordinator anggaran di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Menurutnya, ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek gedung MK itu yang dilaporkan ke Komisi III.

“Memang proyek itu sudah selesai. Waktu itu ada temuan BPK yang dilaporkan ke Komisi III. Waktu itu kita suruh BPK klarifikasi penemuannya itu. Nah, itu yang sekarang saya laporkan ke KPK,” kata Nazaruddin.

Adapun pemenang tender proyek gedung MK tersebut, menurutnya, adalah PT Pembangunan Perumahan (PT PP). Sebelum proyek pembangunan itu dijalankan, lanjut Nazaruddin, ada pertemuan di Restoran Bebek Bali, dekat Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pertemuan tersebut diikuti pihak PT PP, pimpinan MK, Sekjen MK, dan beberapa orang anggota Komisi III DPR. Namun, Nazaruddin enggan menyebut siapa saja anggota Komisi III DPR yang ikut dalam pertemuan tersebut. Terkait pembangunan gedung MK ini, Nazaruddin pernah menuding mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie.

“Pembangunan Gedung MK itu penunjukan langsung. Sebelum dibangun, ada pertemuan Jimly, sekjennya, pengusahanya, dan anggota DPR. Itu di (Restoran) Bebek Bali. Tanya Pak Jimly, dia mau bohong apa enggak,” kata Nazaruddin, April lalu.

Sementara Jimly membantah tudingan Nazaruddin tersebut. Menurut Jimly, tidak ada korupsi dalam pembangunan gedung MK. Anggaran proyek pembangunan gedung itu pun, katanya, relatif kecil.

“Coba tanyakan ke sekjen, pasti Nazar cuma asal nguap. Yang jelas gedung MK dikenal sebagai gedung kebanggaan, contoh gedung dibangun tanpa korupsi. Karena itu, kontraktornya dapat penghargaan sebagai gedung paling banyak mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di tahun 2006/2007. Gedung MK cuma 17 lantai, proyek relatif kecil anggarannya dibanding proyek-proyek lain,” kata Jimly. RMT


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (116713)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (88070)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (42884)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (27271)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (26313)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (24653)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (21052)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (17527)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (14952)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (13418)
Bedah JayaposApa Dengan Dispora Lubuklinggau ?Lubuklinggau, Jaya Pos Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Pemantau Korupsi (MPK) ...


ANEH BIN AJAIB, PT ABK Pemenang Tender Lelang Didisbimarta Kota Bekasi TA APBD 2015Terkait Kasus Gas Elpigi 3 KG, Andar Minta Megawati Batalkan Rapidin Cabup SamosirPolres Bogor Selidiki Dugaan Korupsi Lelang Megaproyek GOR PakansariBank BNP Digugat, Tabungan Nasabah Raib Rp 2,3 MPenyebab Anggota Dewan Segel Kantor DPRD OKUProyek Bandara Rahadi Oesman Ketapang TA 2014 Senilai Rp 19 Miliar Diduga DikorupsiPengadaan Mamin Diduga Fiktif di Dinsos Provinsi Jatim
Laporan KhususSejak Diluncurkan, LAPOR! Terima Lebih dari 800 Laporan per HariBandung, Jaya Pos LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan ...


Bupati PALI Safari Ramadhan di Desa Air ItamBanyak TKW Terjerumus Menjadi Pelacur ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang ), TammatBayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn KPUD Musi Rawas Lantik 597 Anggota PPSJelang Pilkada, PPK Se-Kabupaten Musi Rawas dilantikDPD KNPI Lamteng Gelar Audiensi Dengan DPRD KabupatenAku Pulang Membawa Anak Haram (Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn 5)