Sabtu, 15 September 2012 - 06:57:06 WIB
Nazaruddin Bernyanyi, Ada Korupsi di Mahkamah KonstitusiKategori: Jakarta - Dibaca: 392 kali

Baca Juga:Dinas PU Pengairan Sidoarjo "Menjual" SungaiUrus KTP Rp 850 Ribu, Kasi KTP dan Lurah Tanjung Duren Utara Minta DicopotPdt Willem TP Simarmata MA Terpilih Sebagai Ephorus HKBP Priode 2012-2016Swasembada Daging Jadi Target

Jakarta, Jaya Pos

Terpidana kasus korupsi proyek Wisma Atlit Palembang, Muhammad Nazaruddin kembali bernyanyi. Tidak tanggung-tanggung, ia kini menyerang sebuah lembaga tinggi negara pengawal konstitusi negara. Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu menuduh pejabat Mahkamah Konstitusi (MK) bermain dalam proyek pembangunan gedung MK dan gedung diklat pada tahun 2006 silam. Sasaran tembak Nazaruddin pun salah satunya diarahkan kepada mantan Ketua MK, Jimly Jimly Asshiddiqie.

Nazaruddin mengaku sudah melaporkan dugaan korupsi proyek bernilai Rp 300 miliar tersebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Pembangunan gedung diklat sama pembangunan gedung MK, jadi sudah saya laporkan resmi,” kata Nazaruddin, di Gedung KPK, Kamis (13/9) usai pemeriksaan terhadap dirinya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Menurut Nazaruddin, ada kejanggalan dalam proyek pembangunanan gedung MK senilai lebih kurang Rp 300 miliar tersebut. Salah satu yang janggal, katanya, proses penentuan pemenang tender proyek yang melalui penunjukan langsung.

“Masak senilai proyek Rp 300 miliar, bukan proyek yang luar biasa, pakai penunjukan langsung? Kenapa penunjukan langsung?” ucap Nazaruddin.

Dia mengaku tahu soal proyek tersebut karena saat itu Nazaruddin menjadi koordinator anggaran di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Menurutnya, ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait proyek gedung MK itu yang dilaporkan ke Komisi III.

“Memang proyek itu sudah selesai. Waktu itu ada temuan BPK yang dilaporkan ke Komisi III. Waktu itu kita suruh BPK klarifikasi penemuannya itu. Nah, itu yang sekarang saya laporkan ke KPK,” kata Nazaruddin.

Adapun pemenang tender proyek gedung MK tersebut, menurutnya, adalah PT Pembangunan Perumahan (PT PP). Sebelum proyek pembangunan itu dijalankan, lanjut Nazaruddin, ada pertemuan di Restoran Bebek Bali, dekat Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Pertemuan tersebut diikuti pihak PT PP, pimpinan MK, Sekjen MK, dan beberapa orang anggota Komisi III DPR. Namun, Nazaruddin enggan menyebut siapa saja anggota Komisi III DPR yang ikut dalam pertemuan tersebut. Terkait pembangunan gedung MK ini, Nazaruddin pernah menuding mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie.

“Pembangunan Gedung MK itu penunjukan langsung. Sebelum dibangun, ada pertemuan Jimly, sekjennya, pengusahanya, dan anggota DPR. Itu di (Restoran) Bebek Bali. Tanya Pak Jimly, dia mau bohong apa enggak,” kata Nazaruddin, April lalu.

Sementara Jimly membantah tudingan Nazaruddin tersebut. Menurut Jimly, tidak ada korupsi dalam pembangunan gedung MK. Anggaran proyek pembangunan gedung itu pun, katanya, relatif kecil.

“Coba tanyakan ke sekjen, pasti Nazar cuma asal nguap. Yang jelas gedung MK dikenal sebagai gedung kebanggaan, contoh gedung dibangun tanpa korupsi. Karena itu, kontraktornya dapat penghargaan sebagai gedung paling banyak mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di tahun 2006/2007. Gedung MK cuma 17 lantai, proyek relatif kecil anggarannya dibanding proyek-proyek lain,” kata Jimly. RMT


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (114047)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (83218)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (15888)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (12520)Dilaporkan Ke KPK, Pejabat DKI Korupsi Tanah Rp 49 Miliar (9297)Demo di Jakarta dan Tapteng Desak Tangkap Bonaran Situmeang (8921)Sudah Tiga Jenderal Polisi Pembawa Gerbong Terbelit Kasus (8853)Masyarakat Tapanuli Tengah Demo Didepan Kantor KPK Minta Ketua KPK Tangkap Bonaran Situmeang (8520)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (7888)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (7215)
Bedah JayaposProyek Abrasi Pantai Tope Jawa dan Cikoang, PPK S&P I Mustafa ST Diminta Tidak Bersembunyi Dari PublMakassar, Jaya Pos Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mempunyai perhatian penuh terhadap ...


Perubahan Jenis Tanaman PTPN VII Unit Usaha Bekri IlegalSelamatkan Danau Toba ( I ), Pembabatan Hutan oleh GDS Ancam Keselamatan Pulau SamosirInfrastruktur di Desa Sei Landak Sangat Minim PengawasanBandar Narkoba Dilepas Kinerja Kapolres Sergai DipertanyakanPembangunan jalan Nasional, PT. Inti Indokomp Cs Diduga Kuat Gunakan Material NonstandarPupuk Bersubsidi Menghilang di Pasaran Petani Pantura Subang KelimpunganDiduga Proyek Bermasalah 3 LSM Laporkan ke KPK
Laporan Khusus20.716 Unit Rumah Telah Dibedah, Bukti Kepedulian HBA Kepada Orang MiskinJambi, Jaya Pos Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dibawah kepemimpinan Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus ...


Pembangunan Jembatan Desa Mendapat Apresiasi Dari MasyarakatDr. Tigor Gembira, HKBP Perhatikan Masalah Pendidikan dan KesehatanIbu Petani, Kini Jadi Anggota DPRD Kota Pematang SiantarGelar Lomba Cipta Menu B2SAPSN Menjadi Budaya Hidup Bersih Sepanjang MasaPemkot Mojokerto Gelar Pameran UMKM dan Industri Kreatif Jatim 2014Rano Karno Resmikan Pembangunan Ruas Jalan Citeras-Tigaraksa