Sabtu, 15 September 2012 - 07:09:39 WIB
Amankan Kasus Tanah, Hendarman Supandji Direkrut Hartati MurdayaKategori: Jakarta - Dibaca: 384 kali

Baca Juga:Putra Samosir Jadi Ephorus HKBP, Pdt WTP Simarmata Pimpin 4,5 Juta UmatNazaruddin Bernyanyi, Ada Korupsi di Mahkamah KonstitusiDinas PU Pengairan Sidoarjo "Menjual" SungaiUrus KTP Rp 850 Ribu, Kasi KTP dan Lurah Tanjung Duren Utara Minta Dicopot

-Kejati Sulteng ‘petieskan’ kasus tanah Hartati 4.500 hektare

Jakarta, Jaya Pos

Konglomerat Siti Hartati Murdaya yang kini sudah mendekam di tanahan pada tahun 2010 lalu merekrut Hendarman Supandji untuk duduk sebagai salah satu petinggi di perusahaannya. Saat itu, Herdarman baru lengser dari jabatannya sebagai Jaksa Agung.

Perekrutan itu bukan tanpa alasan. Hendarman yang merupakan mantan Jaksa Agung diminta untuk ‘mengamankan’ masalah perusahaan Hartati yang sedang diusut di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Buol. Adalah Bupati Buol, Amran Batalipu yang menyebut-nyebut keterlibatan Herdarman dalam permasalahan tanah perusahaan Hartati di Buol, Sulteng. Dalam dokumen pemeriksaan Amran di KPK, Hendarman yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu, turut membantu penyelesaian kasus lahan PT Sebuku Inti Plantations, milik Hartati di Kejati Sulteng.

PT Sebuku Inti Plantations adalah salah satu perusahaan Hartati yang berkasus di Kejari Buol. Perusahaan tersebut memiliki kelebihan lahan seluas 4.500 hektare yang sudah ditanami sawit. Lahan itu di luar lahan resmi PT Sebuku yang sudah ditetapkan seluas 22 ribu hektare.

Terkait dengan permasalahan lahan 4.500 hektare itu, Hartati telah diperiksa di kantornya oleh tim dari Kejati Sulteng karena dipanggil dua kali belum bisa hadir. Namun, karena Hendarman Supandji sudah direkrut sebagai salah satu petinggi di kelompok usaha Hartati, permasalahan di kejaksaan tersebut bisa diselesaikan.

Amat Y. Antedaim salah satu kuasa hukum Amran Batalipu mengakui adanya masalah kelebihan tanah milik PT Sebuku Inti Plantations seluas 4.500 hektare tersebut yang akhirnya masuk ke kejaksaan. Guna menyelesaikannya, Bupati dimintai oleh Hartati untuk menandatangani izin hak guna usaha (HGU) untuk lahan 4.500 hektare itu agar masalahnya selesai di kejaksaan.


“Namun Bupati tak serta-merta memenuhi permintaan Hartati. Alasannya, izin lahan sudah ditangani pemerintah daerah. Selain itu, beliau sibuk menghadapi pemilihan bupati,” kata Amat.

Ditawari jadi komisaris

Buol yang berada di Provinsi Sulteng meman jauh dari Ibukota. Namun kasus suap yang melibatkan bupati daerah setempat telah menyedot perhatian masyarakat umum karena menyeret sejumlah sosok kesohor di negeri ini. Sebut saja Siti Hartati Murdaya Poo yang akhirnya menjadi tersangka penyuapan dan telah ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu ada nama Artalyta Suryani, mantan terpidana kasus suap kasus BLBI yang melibatkan pengusaha besar Sjamsul Nursalim. Terakhir, kasus Buol juga menyeret bekas Jaksa Agung, Herdarman Supandji.

Benarkah Hendarman telah menjadi salah satu petinggi di kelompok bisnis Murdaya? Kepala BPN itu membantah bukan bagian dari perusahaan milik Hartati Murdaya.

Namun ia mengaku pernah ditawari jabatan komisaris di perusahaan milik Murdaya Poo, suami Hartati. Tawaran itu datang setelah dia tak lagi menjabat Jaksa Agung pada September 2010.

“Namun, tawaran itu tak pernah terealisasi. Soalnya, jika tawaran itu terwujud, harus ada surat yang diteken di hadapan notaris. Jadi, saya enggak ada sebagai direksi di situ,” ujar Hendarman kepada wartawan.

Kakak kandung bekas Calon Gubernur DKI Jakarta Herdarji Supandji itu pun membantak jika dirinya ikut campur dalam kasus Hartati di Kejati Sulteng. Meskipun mengenal petinggi kejaksaan tersebut sebagai anak buahnya, Hendarman menegaskan tak pernah menghubungi mereka. Hendarman menilai, ada kemungkinan namanya dicatut dalam kasus suap Bupati Buol.

Hendarman mengaku tak kenal dekat dengan Murdaya Poo dan istrinya, Hartati. Perkenalan pertama dengan taipan pendiri PT Cipta Cakra Murdaya itu dimulai pada 2005-2006, saat Hendarman menjabat Jaksa Agung Muda Pembinaan. Perkenalan berlanjut saat Murdaya duduk sebagai anggota Komisi Hukum DPR.

Hendarman juga mengaku baru mengenal Hartati sejak diangkat sebagai pelindung Tidar Heritage di Magelang. Lembaga itu memiliki kekhususan terhadap warisan budaya di daerah Jawa Tengah, termasuk pengembangan pariwisata Borobudur sebagai bangunan suci umat Buddha. “Kalau di Tidar Heritage, biasanya ketemu setahun sekali,” kata dia.

Keterangan Bupati Buol yang menyebutkan kasus perusahaan Hartati pernah diperiksa di lingkungan Kejati Sulteng pun mendapat bantahan. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, M. Isa Ansary melalui juru bicaranya Eki Muh Hasyim, mengatakan sudah mengecek semua berkas pemeriksaan di kejaksaan. Hasilnya, tak ada petunjuk apa pun soal pemeriksaan Hartati. L30 P1000


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60012)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (54803)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51855)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (15357)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14622)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14437)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14129)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13693)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (13679)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9642)
Bedah JayaposPAD Dishub Bukittinggi Diduga Terjadi Kebocoran, Oknum ASN Tidak Beretika Perlu PembinaanBukittinggi, Jaya Pos Tingkat kebocoran sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi perparkiran di ...


Kasektor Citata Kramat Jati Diduga Lindungi Bangunan BermasalahProyek Jalan PUPR Lahat AmburadulPT DWK Diduga Produksi CPO Dioplos MikoTiang Oktagonal Segi 8 Bengkok, Dishub Surabaya Lakukan PembiaranKegiatan Pamsimas di Kabupaten Sidoarjo Diduga Mark UpPembangunan Gerai Pusat Oleh-Oleh Diduga Gunakan Bangunan LamaPendataan Dinas Sosial Bukittinggi Diduga Pilih Kasih Pada Warga Miskin
Laporan KhususPemkab Gumas Raih Penghargaan Dari Menkumham RIKuala Kurun, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Bagian ...


Menjelang Hari Jadi Kabupaten Indramayu Lantik WabupWalikota Padang Panjang Kembali Terima Penghargaan Pembina ProklimPemkab Bantaeng Raih Penghargaan STBM Award Tingkat NasionalJumaga Nadeak Kembali Dilantik Pimpin DPRD KepriPimpinan Tiga Daerah ke Bantaeng Ikuti Monev Bersama KPKHari Kesaktian Pancasila Pemkot Manado Gelar Upacara Bendera45 Anggota DPRD Labuhanbatu Periode 2019 - 2014 Dilantik