Sabtu, 15 September 2012 - 07:15:05 WIB
ICW Sumut Nilai Kasus Tonny Napitupulu DirekayasaKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 476 kali

Baca Juga:Amankan Kasus Tanah, Hendarman Supandji Direkrut Hartati MurdayaPutra Samosir Jadi Ephorus HKBP, Pdt WTP Simarmata Pimpin 4,5 Juta UmatNazaruddin Bernyanyi, Ada Korupsi di Mahkamah KonstitusiDinas PU Pengairan Sidoarjo "Menjual" Sungai

Medan, Jaya Pos

Walau mantan Dosen Hukum Pidana Universitas Dharma Agung harus masuk bui selama 2,6 tahun atas amar putusan PN Medan, namun di PT Sumut kasus Tonny Napitupulu ini dinyatakan bebas demi hokum, dalam arti ada perbuatan namun bukan perbuatan pidana (onslag van rechtsvervolging). Hal ini pun membuat Ketua Indonesian Corruption Watch (ICW) Sumut, David Sitorus memberi reaksi keras.

Menurut David Sitorus, dalam kasus ini ada beberapa kejanggalan. Dimana kasus yang diadukan Syamsul Risal Siregar,SH ke Poldasu dengan isi pengaduan Tonny Napitupulu telah melakukan tindak pidana penyerobotan tanah dan pengerusakan tanaman atas tanah yang terletak di Jalan Sei Belutu, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal dengan luas tanah 2,179 m2. Namun kenyataanya bukan seluas itu yang di pagar, melainkan keseluruhan tanah dengan luas 7.980 m2.

Kemudian, pihak Juper Poldasu Kompol Amwizar,SH MH dan Bripka Victor H Purba me­nuduh terdakwa telah melakukan pemalsuan surat sedangkan laporan bukan mengenai pemalsuan surat melainkan penyerobotan tanah dan pengerusakan tanaman.

Dasar surat kepemilikan Syamsul Rizal Siregar adalah SHM No 871 tahun 1999 yang dikeluarkan BPN Medan, juga terdapat kejanggalan yakni dasar penerbitan sertifikat itu adalah Surat Keterangan Tanah tahun 1975 yang dikeluarkan Bupati Deli Serdang. Sedangkan tahun 1973, tanah tersebut sudah termasuk wilayah Kota Medan sesuai PP RI No 22 tahun 1973 tentang Perluasan Kotamadya Medan.

ICW Sumut menduga bahwa tanah yang merasa dimiliki Syamsul Rizal Siregar bukanlah terletak di Jalan Sei Belutu, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Oleh karena itu, David Sitorus meminta BPN memblokir atau membatalkan SHM No. 871 tahun 1999 tersebut.

Kejanggalan lainnya yang dihimpun ICW Sumut seperti diputusan majelis hakim yang mengatakan orangtua Syamsul Rizal Siregar bernama Dahlan Siregar membeli tanah yang dipersengketaan tersebut dari Moh. Saleh Lubis tahun 1967 dan dibuatkan atas nama Samsul Rizal Siregar.

Akan tetapi terbit lagi surat keterangan tanah (SKT) tahun 1975 atas tanah yang sama dan SKT ini lah sebagai dasar penerbitan SHM No. 871 tahun 1999 itu.

ICW Sumut pun sangat heran dengan adanya dua kali pembelian tanah dimana orangnya sama, objek tanah juga sama. Untuk itu, ICW Sumut meminta agar Poldasu memeriksa kembali surat kepemilikan tanah Syamsul Rizal Siregar.

Dalam rekonstruksi, pihak BPN Medan tidak dihadirkan selaku ahli dalam pemetaan batas-batas tanah. Terdakwa dituduh tidak dapat menujukan batas –batas tanah. “Ini dapat diduga telah terjadi kriminalisasi ataupun pemutar balikan fakta,” kata David Sitorus.

ICW Sumut melihat perkara ini tidak sesuai prosedur hukum sebagaimana mestinya. David Sitorus menduga bahwa kasus ini direkayasa ataupun dikondisikan menjadi kasus pidana yang seharusnya adalah kasus perdata.

Akibat tuduhan itu, kasus ini kemudian dinyatakan P21 oleh JPU Pohan Siahaan, yang selanjutnya terdakwa dihukum 2,6 tahun oleh majelis hakim PN Medan yang diketuai Baslin Sinaga. Hukuman itu pun sudah dijalani terdakwa sekitar 6 bulan. Namun penasehat hukum terdakwa, yakni Panangian Sinambela dan Jaya Sitepu menempuh upaya hukum banding di PT Sumut, yang menghasilkan terdakwa dinyatakan bebas. Sono


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59556)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51413)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (43427)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14903)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14179)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14004)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13741)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13201)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11022)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9180)
Bedah JayaposGetwien Menduga Ada Pihak Sengaja Rekayasa Kasus Menantunya Untuk Cari NamaRiau, Jaiya Pos Terkait tuduhan dan fitnah yang tersebar di berbagai media yang menyebutkan bahwa Mindo ...


Ketua BPD Bukit Kemuning Tuding Kades Gelapkan DDKangkangi Izin, Aktivitas Mall Matahari dan Gedung Novita Pertaruhkan Nyawa Pengunjung UNTIRTA Pertanyakan Tanah Hibah Yang Diberikan Pemkab PandeglangPekerjaan Bersumber DD di Desa Boddi Kecamatan Mandalle Terkesan AmburadulPungli di Lapas Kapuas Resahkan NapiMerek U-Ditch Bercampur Pek Saluran Pumpungan 3 Menyimpang Dinas Lakukan PembiaranDiduga Persulit Warga Mengurus Dokumen, Andar: Copot Lurah dan Kasie Pemerintahan Kelurahan Rawamang
Laporan KhususBupati OKI Buka Gerak PKK dan BBGRM XVI Kayuagung, Jaya Pos Posisi stategis Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan, yang ...


Rencana Proyek RSUD di Pantura Capai Rp 500 MTMMD, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI-RakyatBupati Tanjab Barat Pimpin Rapat Persiapan HUT RI Ke 74 dan Tanjab Barat Ke 54Pemerintah Segera Cairkan DAK Nonfisik Jenis Baru Tahun 2019Bupati Ketapang Pimpin Upacara Pembukaan TMMD 105 Adat Suku BatakJelang Pemecahan Rekor Dunia Menyelam Massal di Manado