Selasa, 09 Oktober 2018 - 06:05:50 WIB
Pantaskah Jadi Terdakwa ? Kategori: Tangerang - Dibaca: 386 kali

Baca Juga:Sebanyak 237 Pejabat Dapat Promosi dan RotasiSeni Jadi Kepribadian BangsaKadisdik Kabupaten Pandeglang Segera Berikan Sanksi, Oknum Guru SDN Karya Utama 1 Nyambi Calo PNSSDN Leuwigajah Mandiri 1 Cimahi Program Pendidikan Mutu

Tangerang, Sungguh tragis nasib Muhammad Irsan, niatan tulus membantu, namun berujung di Pengadilan Tangerang sebagai pesakitan atau terdakwa. Didakwanya dia sebagai pelaku penggelapan dan pemalsu amatlah menyakitkan dirinya dan keluarga. “Men­ding kalau saya yang melakukan,saya siap tanggung jawab bang,” kata Irsan ketika ditemui di ruang kerjanya.

Muhammad Irsan, SH sebagai pejabat Notaris, tugas dan tanggung jawabnya telah diatur dalam Undang Undang bukan dalam kapasitas pribadi. Pada perkara No : PDM-74/TNG/3/2018 kenyataannya saksi korban sudah menerima pembayaran apakah sebagai tanda jadi atau pembayaran bertahap sebesar satu milyar melalui transfer rekening BCA Bank yang berasal dari saksi Rivan dan dari Hartawan Wijaya, walaupun transaksi atas tanah SHM No.1157/Gandaria Utara masih berupa Akta Pengikatan Jual Beli (APJB), seperti yang tertera dalam pembelaannya.

Satu pertanyaan, apakah layak perkara ini ranah pidana. Apalagi Irsan saat persidangan memperlihatkan asli atau minuta Akta Pengikatan Jual Beli nomor 36 tgl 29 September 2017 antara RM. Ardhanariswara-Budhi Nugraha sebagai penjual dengan saksi Rivan Putra Yuwono pihak pembeli, termasuk memper lihatkan surat Asli seperti KTP, KK dan Akta Cerai dari RM.Ardhana-Riswara Budi Nugraha. “Selain itu, sebelum pengikatan jual beli dilakukan dihadapan Irsan, saksi Rivan sebelum membeli melakukan pengecekkan fisik lokasi ba­ngunan yang akan dibeli,” jelas Irsan.

Berkas berkas yang dimaksud, diterima Irsan saat penandatangan Akta Pengikatan Jual Beli di Kantor HW Property di Ruko Cordoba Pantai Indah Kapuk milik Hartawan Wijaya seperti yang dituliskan Irsan dalam pledoinya. Sebelumnya Irsan belum pernah bertemu dengan yang saksi korban sebelumnya, hanya berkas saja yang diterima Ari Trijaya, pegawainya. Lagi pula, lanjut Irsan, melalui Nadya sertifikat no.1157/Gandaria Utara dititipkan untuk pengecekan ke BPN.

Berdasarkan ciri fisik orang penjual yang sudah dilihat sendiri maupun copy fisik dokumen asli dianggap telah cocok maka akta pengikatan jual beli dibuat. Kemudian dilakukan penandatanganan akta Pengikatan Jual Beli. “Sebagai Notaris tentunya saya menyerahkan sertifikat asli kepada Rivan sebagai pembeli karena sudah ditanda tangani,” terang Irsan.

Munculnya pengaduan Meliantha (Kakak Ardhana­riswara, korban) menimbulkan permasalahan, bahwa Ardhanariswara yang ditemui adalah paksa. “Bagaimana mungkin saksi korban palsu, karena jelas ciri fisik dari Ardanariswara,” kata Irsan.

Lucunya, saat persida­ngan, Ardhanariswara mengakui menerima uang pembayaran dari jual beli tanah SHM No.1157/Gandaria Utara dari saksi Rivan Putra Yuwono yang dikuatkan dengan bukti transfer rekening Bank BCA atas nama saksi korban. Walaupun saksi korban mengakui belum lunas. Selain itu sertifikat asli No.1157/Gandaria utara, disita polisi dari tangan Rivan Putra Yuwono. Artinya sudah terjadi jual beli yang legal.

Dengan demikian, apakah layak Irsan sebagai terdakwa seperti dakwaan jaksa melanggar pasal 372 KUHP maupun pasal 264 ayat (1) KUHP. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59090)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50947)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14252)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (13817)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13719)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13399)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13353)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12701)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8738)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8258)
Bedah JayaposKetua NCW Lahat Dapat Surat Balasan Terkait Dugaan Korupsi di PUPR Senilai Rp24 MNCW desak KPK agar secepatnya memproses kasus dugaan korupsi senilai Rp 24 miliar yang dilaporkan melalui ...


RSI Siti Hajar Tidak Profesional Dalam Menangani PasienPolemik Pengiriman 2.493 Ton Zirkon Oleh PT Putraprima Mineral MandiriDiduga Gelapkan Dana Nasabah, PT PNM Unit Amurang Dilaporkan Ke Polda SulutMencuri Kabel Milik PT OKI Pulp and Papers Mills, Sarmadin Ditangkap PolisiMantan Camat Merapi Timur Diduga Terlibat Pembuatan Surat Tanah FiktifDrainase Desa Rimba Beringin Rusak Diduga Pembangunan Asal JadiRealisasi APBD Membengkak, Biaya Perjalanan Dinas 2017 Terindikasi Korupsi ?
Laporan KhususPenilaian Dasawisma Aster II "Optimis Raih Juara"Padang Panjang, Jaya Pos Dasawisma Aster II berhasil menjadi nominator Kelompok Dasawisma Berprestasi ...


Fachrori: Kita Berupaya Maksimal Wujudkan Program Pembangunan 30 Ribu Massa Akan Ramaikan Gelaran Generasi Muda Cinta Lalu Lintas di Provinsi JambiFachrori Rapat Bersama Mentan Bicarakan Penguatan Harga Karet dan PanganHasil Evaluasi SAKIP Pemkab Gunung Mas Raih Predikat BPerbub Baru: Gaji PTT di Gumas Diatas UMKBupati Gumas Lantik 59 Kades Terpilih Periode 2018-2024Jiwa Rela Berkorban R Joko Kaiman Perlu Diteladani