Selasa, 09 Oktober 2018 - 06:05:50 WIB
Pantaskah Jadi Terdakwa ? Kategori: Tangerang - Dibaca: 824 kali

Baca Juga:Sebanyak 237 Pejabat Dapat Promosi dan RotasiSeni Jadi Kepribadian BangsaKadisdik Kabupaten Pandeglang Segera Berikan Sanksi, Oknum Guru SDN Karya Utama 1 Nyambi Calo PNSSDN Leuwigajah Mandiri 1 Cimahi Program Pendidikan Mutu

Tangerang, Sungguh tragis nasib Muhammad Irsan, niatan tulus membantu, namun berujung di Pengadilan Tangerang sebagai pesakitan atau terdakwa. Didakwanya dia sebagai pelaku penggelapan dan pemalsu amatlah menyakitkan dirinya dan keluarga. “Men­ding kalau saya yang melakukan,saya siap tanggung jawab bang,” kata Irsan ketika ditemui di ruang kerjanya.

Muhammad Irsan, SH sebagai pejabat Notaris, tugas dan tanggung jawabnya telah diatur dalam Undang Undang bukan dalam kapasitas pribadi. Pada perkara No : PDM-74/TNG/3/2018 kenyataannya saksi korban sudah menerima pembayaran apakah sebagai tanda jadi atau pembayaran bertahap sebesar satu milyar melalui transfer rekening BCA Bank yang berasal dari saksi Rivan dan dari Hartawan Wijaya, walaupun transaksi atas tanah SHM No.1157/Gandaria Utara masih berupa Akta Pengikatan Jual Beli (APJB), seperti yang tertera dalam pembelaannya.

Satu pertanyaan, apakah layak perkara ini ranah pidana. Apalagi Irsan saat persidangan memperlihatkan asli atau minuta Akta Pengikatan Jual Beli nomor 36 tgl 29 September 2017 antara RM. Ardhanariswara-Budhi Nugraha sebagai penjual dengan saksi Rivan Putra Yuwono pihak pembeli, termasuk memper lihatkan surat Asli seperti KTP, KK dan Akta Cerai dari RM.Ardhana-Riswara Budi Nugraha. “Selain itu, sebelum pengikatan jual beli dilakukan dihadapan Irsan, saksi Rivan sebelum membeli melakukan pengecekkan fisik lokasi ba­ngunan yang akan dibeli,” jelas Irsan.

Berkas berkas yang dimaksud, diterima Irsan saat penandatangan Akta Pengikatan Jual Beli di Kantor HW Property di Ruko Cordoba Pantai Indah Kapuk milik Hartawan Wijaya seperti yang dituliskan Irsan dalam pledoinya. Sebelumnya Irsan belum pernah bertemu dengan yang saksi korban sebelumnya, hanya berkas saja yang diterima Ari Trijaya, pegawainya. Lagi pula, lanjut Irsan, melalui Nadya sertifikat no.1157/Gandaria Utara dititipkan untuk pengecekan ke BPN.

Berdasarkan ciri fisik orang penjual yang sudah dilihat sendiri maupun copy fisik dokumen asli dianggap telah cocok maka akta pengikatan jual beli dibuat. Kemudian dilakukan penandatanganan akta Pengikatan Jual Beli. “Sebagai Notaris tentunya saya menyerahkan sertifikat asli kepada Rivan sebagai pembeli karena sudah ditanda tangani,” terang Irsan.

Munculnya pengaduan Meliantha (Kakak Ardhana­riswara, korban) menimbulkan permasalahan, bahwa Ardhanariswara yang ditemui adalah paksa. “Bagaimana mungkin saksi korban palsu, karena jelas ciri fisik dari Ardanariswara,” kata Irsan.

Lucunya, saat persida­ngan, Ardhanariswara mengakui menerima uang pembayaran dari jual beli tanah SHM No.1157/Gandaria Utara dari saksi Rivan Putra Yuwono yang dikuatkan dengan bukti transfer rekening Bank BCA atas nama saksi korban. Walaupun saksi korban mengakui belum lunas. Selain itu sertifikat asli No.1157/Gandaria utara, disita polisi dari tangan Rivan Putra Yuwono. Artinya sudah terjadi jual beli yang legal.

Dengan demikian, apakah layak Irsan sebagai terdakwa seperti dakwaan jaksa melanggar pasal 372 KUHP maupun pasal 264 ayat (1) KUHP. (Togun)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51491)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49337)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11849)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres