Minggu, 16 September 2012 - 14:49:52 WIB
Butuh Armada, DKP Kewalahan Atasi SampahKategori: Tangerang - Dibaca: 456 kali

Baca Juga: Wawako batam Tinjau Lokasi Penertiban PKLKedapatan Berpesta Sabu Digelandang ke Polrse Tanjungbalai Bupati Simalungun DR JR Saragih “Suap” Uspida Terkait Pemberian 1 Unit Sepeda MotorKasus Sabu 2000 Gram Divonis 10 Tahun, Keluarga Terdakwa Mengamuk

Tangerang, Jaya Pos

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sudah saatnya menambah kendaraan pengangkut sampah. Jika hal itu tidak dilakukan, Dinas Kebersihan dan Petamanan (DKP) setempat  kewalahan mengatasi sampah di wilayah itu. Karena untuk 29 kecamataan, armada pengangkut sampah yang ada hanya 90 unit, dan sebagian sudah tidak dapat lagi diopersikan. Jumlah itu sangat minim dengan luas wilayah Kabupaten Tangerang. Sementara Kota Tangerang yang hanya 13 kecamatan terdapat 200 lebih truk sampah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Tangerang, H  Agus Suryana kepada Jaya Pos, belum lama ini. “Kita kewalahan mengatasi sampah-sampah tersebut, disebabkan sejumlah faktor, seperti terbatasnya armada pengangkut sampah, minimnya alat berat untuk meratakan sampah di TPA Jatiwaringin Mauk, dan pola masyarakat yang enggan membuang sampah di tempat pembuangan sampah resmi milik Kabupaten Tangerang. Sehingga banyak sampah yang masih tercecer,” katanya.

Menurut Agus, karena berbagai keterbatasan tersebut, sedikitnya 300 kubik sampah setiap harinya tercecer tidak terangkut. Padahal, volume sampah Kabupaten Tangerang di 29 kecamatan setiap harinya mencapai 800 meter kubik. “Sekitar 30 persennya tidak terangkut sehingga terjadi penumpukan,” terangnya.Agus juga mengakui tumpukan sampah juga terjadi di wilayah Cisauk, Kosambi, Mauk, Teluknaga, Pakuhaji dan wilayah lainnya. “Terutama sampah di pasar-pasar,” kata dia.

Sebelumnnya kepada wartawan, Agus mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan lahan seluas 100 hektar di Kecamatan Mauk dan Sukadiri sebagai tempat pengolahan sampah terpadu. Persiapan pembangunan pengolahan sampah yang bekerja sama dengan PT Arax dari Jepang ini masuk pada tahap pembebasan lahan.

“Kabupaten Tangerang hanya menyiapkan lahannya saja, sementara dana untuk pembebasan lahan tersebut akan ditanggung oleh PT Arax,” ujarnya.

Kerja sama dengan nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun ini, menurut Agus, akan melibatkan wilayah DKI Jakarta dengan wilayah penyangga ibu kota lainnya, seperti Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. “Karena ini bisnis murni dan segala sesuatunya ditanggung oleh investor, yang mengatur segala teknisnya adalah investor dari Jepang itu,” kata Agus.

Jika kerja sama pengolahan sampah ini terealisasi, menurut Agus, proyek pengolahan sampah terpadu akan membutuhkan sekitar 3.000-5.000 ton sampah per harinya. Sampah akan dipilah, dikelola menjadi listrk, gas, dan kompos.

Kebutuhan akan sampah tersebut bisa didapat dari wilayah Jakarta dan wilayah lainnya, seperti Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang sendiri.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang Akip Samsudin, mengatakan kebutuhan lahan untuk proyek pengolahan sampah tersebut sangat memungkinkan. Sebab, dalam Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten Tangerang, wilayah pengolahan sampah telah diperluas di empat kecamatan, meliputi Mauk, Rajeg, Kemiri dan Sukadiri. “Jadi, sangat mungkin diperluas sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Akip menambahkan, secara tata ruang, wilayah tersebut memang sudah ditujukan untuk pengolahan sampah terpadu. Proyek pengelolaan sampah TPA Jatiwaringin, menurut Akip, nantinya akan sangat terbuka bagi daerah lain yang ingin bekerjasama dalam pengolahan sampah.

Kabupaten Tangerang saat ini mulai kewalahan mengatasi sampah diwilayah tersebut. Minimnya sarana yang menyebabkan banyak sampah yang tidak terangkut setiap harinya. Dari 800 meterkubik sampah setiap harinya, 30 persennya tercecer tidak terangkut.bung


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerWalikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (67013)Proyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60968)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52727)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (18477)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16296)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15559)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15273)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14966)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14730)Diduga Mabuk, Tarian Gemulai Siswi SMAN 1 Mojosari Mojokerto Viral (10946)
Bedah JayaposKepala Inspektorat Sumbar Pecat Oknum ASN, Diduga Tilep Dana Masjid Raya Rp 1.5 MPadang, Jaya Pos Setelah menjabat enam tahun sebagai bendaharawan, akhirnya terungkap kebobrokan oknum ASN ...


Kasus YP Galuh Kini di Polda, KPK Diminta MensupervisiProyek Peningkatan Jalan Utama BPTP Babel Diduga MenyimpangMurkayani S, Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan PenjaraDiduga Gunakan Dana Desa FiktifDiduga Honor Pencegahan Karhutla Tahun 2019 di Ketapang DisunatKejati Babel Usut Dugaan Penyimpangan Pembelian Biji TimahProyek Jl Pelang-Batu Tajam Ketapang Rp 56,4 M Terindikasi Gagal Mutu
Laporan KhususKajati Jabar Hadiri Pencanangan WBK/ WBBM di Kejari Kabupaten BandungKab Bandung, Jaya Pos Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Ade Eddy Adhyaksa menyaksikan ...


Empat Tahun Pimpin Tanah Datar, Duet Irdinansyah Tarmizi dan Zuldafri Darma Bertabur PrestasiMTQ OKI Ke 29, Syiar Al QurKPP Pratama Bukittinggi Bersinergi dengan Pemko PadangpanjangDesa Sukamulya Maju Dan Berkembang Pesat Berkat Kepemimpinan H. NawawiOrmas LACAK Mengajak Masyarakat Mengawal Terus Anggaran Negara Dalam Pemberantasan KorupsiKerajinan Ijuk Panumbangan Tembus Pasar Tanah AirKesakralan Gunung Pusuk Buhit Perlu Dipertahankan