Senin, 17 September 2012 - 07:08:05 WIB
GERAM Demo Kantor Bupati & DPRD TaptengKategori: Sumatera Utara - Dibaca: 432 kali

Baca Juga:Berkas Teroris Solo Dilimpahkan ke Kejari JaktimButuh Armada, DKP Kewalahan Atasi Sampah Wawako batam Tinjau Lokasi Penertiban PKLKedapatan Berpesta Sabu Digelandang ke Polrse Tanjungbalai

- Lengser Harga Mati Buat Bonaran Situmeang

Pandan-Tapteng, Jaya Pos

Elemen masyarakat yang menyatakan diri Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM) tiga hari berturut-turut mendatangi Kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara.

Aksi damai menuntut Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang turun dari jabatannya dan segera pulang ke Jakarta sesuai janji kampanye orang nomor satu di Negeri Saio Sakato (Sahata Saoloan=Seia Sekata) itu. Pasalnya, masyarakat yang tergabubung dalam GERAM dan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tapteng Tahun 20011 adalah pendukung pasangan Raja Bonaran Situmeang, SH, M.Hum bersama H. Syukran Jamilan Tanjung, SE yang dikenal dengan sebutan BOSUR berbalik arah memaksa mantan pengacara koruptor, Anggodo Widjoyo itu turun dari jabatannya.

Kenapa tidak..? Oknum Bupati yang disinyalir sebagai mantan pengacara hitam tersebut dinilai telah gagal membawa Tapteng kearah yang lebih baik. Sebab, 21 % dari masa jabatan Bonaran Situmeang telah dilalui namun pemerintahannya tidak menunjukkan tanda tanda membawa Tapteng kearah yang lebih baik.

Konon orang nomor satu di Tapteng itu terkesan suka menciptakan masalah dan pembohong serta tidak masuk saran/pendapat.
Ironisnya, Putra Tapteng yang berjanji akan memperjuangkan hak-hak masyarakat seperti mengembalikan tanah rakyat yang diserobot perusahaan, dan mengembalikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) korban mutasi Pemilukada) tahun 2011 ke tempat tugas masing-masing menjadi berbalik arah,  dimana kepemimpinannya terkesan diktator, korup bahkan semakin menambah jumlah PNS korban mutasi.   

“Hampir satu tahun dua bulan Bonaran Situmeang menjabat sebagai Bupati namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda membawa Tapteng ini kearah yang lebih baik. Kalau bisa ditunjukkan ada tiga prestasi Bonaran Situmeang, saya akan turun dan pulang dari sini. Tapi yang terjadi justru penambahan PNS korban mutasi, pemerintahan berbau korupsi, tanah rakyat yang diserobot perusahaan tidak kembali.Akibat kegagalannya, Bonaran Situmeang, SH, M. Hum harus diturunkan dan dipulangkan ke Jakarta sesuai janji yang diucapkannya pada rakyat saat kampanye Pemilukada tahun lalu. Dimana dia akan menyelesaikan permasalahan tanah yang diserobot perusahaan selama seratus hari masa jabatannya dan membangun Tapteng kearah lebih baik dalam satu tahun. Apabila dia tidak tidak berhasil Bonaran Situmeang akan pulang ke Jakarta karena penghasilannya lebih banyak di sana dari pada di Tapteng.”Ujar Penanggung jawab aksi, Orator GERAM yang juga mantan Ketua Tim Pemenangan BOSUR, Rantinus Manalu didampingi mantan Koordinator Tim Pemenangan BOSUR, Sodikin Lubis dan keduanya berubah menjadi Tim menurunkan Bonaran Situmeang dengan sebutan Tim Bonaran Surpung (BOSUR), didepan ribuan massa pendukungnya di Jl. Junjungan Lubis pandan, Tapteng.

Selain Bonaran Situmeang diduga kuat telah melanggar sumpah-janji jabatan dengan mengangkat PNS yang telah pensiun menjadi Pejabat Pemkab Tapteng, pernyataan Bonaran Situmeang siap “Fichting” (Berkelahi) dan sampai habis-habisan dinilai merupakan sikap arogansi dan ketidak dewasaan seorang kepala daerah, sehingga menambah akumulasi kekesalan  masyarakat yang menimbulkan sikap penghadiahan buat Bonaran Situmeang harus lengser dari jabatannya.

Hal itu sudah menjadi kata mati dan telah diimplementasikan dengan permintaan GERAM pada Wakil Rakyat melaui Ketua DRPD Tapteng agar sesegera mungkin melakukan Rapat Bamus, Pansus dan Paripurna untuk melengserkan mantan pengacara koruptot tersebut.

Menyahuti permintaan GERAM tersebut, pada hari yang sama, Ketua DPRD Tapteng, Sintong Gultom didampingi Wakil Ketua, Sondang B. Hutagalung, Ketua Fraksi Demokrat, Herbinsar Sitanggang, SE serta legislator, Murniati Banjarnahor dan Devi S. Batubara berjanji akan menindak lanjuti tuntutan GERAM tersebut. Seraya memberikan ijin pemakaian rumah rakyat itu dugunakan massa GERAM menginap sewaktu malam selama dilakukan aksi damai.

Pada kesempatan yang sama, Sintong Gultom menegaskan, Rapat Bamus yang akan ditindak lanjuti dengan Rapat Paripurna yang dilakukan kelompok Wakil Ketua DRPD Tapteng, DJamaluddin Tanjung untuk menggulingkan Wakil Ketua DRPD Tapteng, Sondang Berliana Hutagalung adalah cacat hukum. Sebab, tidak sesuai dengan mekanisme atau tata tertib DPRD Tapteng, konon surat undangan diduga kuat menggunakan stempel DPRD Tapteng palsu atau stempel yang digandakan. Seraya menghimbau massa GERAM melakukan pengawasan pelaksanaan Bamus dan Paripurna tersebut.

Amarah massa GERAM hampir tersulut dengan adanya baliho yang dinilai provokatif dan menghasut bertuliskan “Diminta Kembalikan Surat Tanah Rakyat” ditujukan pada Rantinus Manalu dan Sodikin Lubis dipasang di depan pintu maskuk Kantor Bupati Tapteng. Akibat dua oknum “kroco” Bonaran Situmeang berinisial AS dan GS berusaha menghalang-halangi penurunan baliho disinyalir illegal tersebut nyaris menimbulkan baku hantan. Akhirnya massa GERAM berhasil menurunkan dan menyerahkan baliho sebagai rilis berita salah satu media lokal tersebut pada Sat-Poll PP Pemkab Tapteng guna diamankan di kantor mantan pengacara korutor tersebut. Dalam aksi tersebut tidak luput dilakukan pengkoyakan dan menginjak-ijak kuos BOSUR yang pengadaannya sarat gratifikasi.

Kebulatan tekad GERAM meminta pertanggung jawabab janji politik Bonaran Situmeang agar segera turun dari jabatannya serta pulang ke Jakarta semakin bulat dan mengkristal.

Hal itu dibuktikan massa GERAM pada Demo hari kedua dengan tetap memilih menginap di Gedung DPRD Tapteng meski Danrem 023/KS Kol. Andika P didampingi Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara, Dandim 0211/TT Letkol G. Siagian dan Dansional Sibolga Letkol Laut (P) Ivan GP menghimbau agar GERAM membubarkan diri dan menawarkan armada yang dimiliki untuk mengantar pulang seraya berjanji akan memfasilitasi tuntutan GERAM namun massa yang memperjuangkan hak-hak sesuai janji Bonaran Situmeang itu tetap bertahan.

Kebulatan tekat masyarakat menggulingkan Bonaran Situmeang semakin kuat akibat kekesalan GERAM semakin menggurita karena oknum Bupati yang didukungnya pada Pemilukada tahun lalu dinilai tidak memiliki itikad baik konon tidak memiliki keberanian menjumpai dan memberi penjelasan pada massa pendukungnya. (JP/SG-86)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (60714)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (60660)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (52497)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (16032)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (15418)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (15308)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (15088)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (14770)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (14392)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (10309)
Bedah JayaposBPD Tak Kujung Dilantik Desa Balongbendo Terancam LumpuhSidoarjo, Jaya Pos Warga Desa Balongbendo Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo Re­sah, pasalnya ...


Demi Untung Banyak, Ketua Panitia Gunakan Tanah Urug Tidak Sesuai SpekLujeng Sudarto Desak Kejari Bangil Ungkap Aktor Intelektual Kasus DisporaTanpa SP Grop Wilmar Mutasi Karyawan Semena MenaProyek Rehab Bangunan Pelabuhan Diduga MenyimpangPT Adira Finance Pasaman Barat Terkesan Tutup Mata Terhadap Konsumen yang TertipuDugaan SPJ Fiktif di DisdukCapil BukittinggiKegiatan Pembangunan di Desa Gedangrowo Jadi Bancakan
Laporan KhususSemarak Festival Bunga Dan Buah Nusantara 2019Bogor, Jaya Pos Euforia acara Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2019 yang telah berakhir pada Minggu ...


Pembangunan Jalan di Provinsi Jambi, Dinas PUPR Terus Berkoordinasi Dengan Kepala BalaiBupati OKU Hadiri Peringatan Hari Guru Nasional 2019Tingkatkan Kualitas Batik Jambi Rahima Gandeng Desainer Eddy BettyGubernur Jambi Anggarkan Bantuan dan Fasilitasi Kesepakatan PMI, DMI dan LPP TVRI Untuk MasyarakatKecamatan Kurun Juara Umum Festival Tandak Intan KaharinganPemkab Asahan Laksanakan Upacara Peringatan HKN Peringati HKN Ke-55, Pemkab Gumas Gelar Senam Sehat dan Germas Hidup Sehat