Selasa, 18 September 2012 - 07:41:52 WIB
Dua Perusahaan Tambang Bidik Pasir Besi di BuolKategori: Sulawesi Tengah - Dibaca: 393 kali

Baca Juga:Petani Pangkep Menuju AlsintanDiduga Oknum PT Pos Tilep Dana Pensiun TNIJalan dan Jembatan Rusak Warga Perbaiki Secara SwadayaRuang Anggrek RS Anuntaloko Parigi Bau

Buol-Sulteng, Jaya Pos

Di Kabupaten Buol belum terlalu larut dari ingatan masyarakat tentang hadirnya perusahaan tambang emas PT. Bina Daya Lahan Pertiwi (BDLP), lokasinya berada di wilayah Timur Buol, Sulawesi Tengah.

Pantaun Jaya Pos, PT. BDLP disinyalir telah melakukan eksploitasi atau operasi produksi (OP), tidak terbilang lama, namun masyarakat mulai melakukan berbagai gerakan menolak perusahaan tersebut. “Sebab dinilai meresahkan dan melakukan pelanggaran perizinan yang ada, karena telah melakukan eksploitasi. Sementara izinnya baru pada tahapan survey atau eksplorasi. Akhirnya, dengan sendirinya pihak perusahaan tersebut melemah karena perintah dari jajaran pemerintahan setempat untuk berhenti sementara atau tidak ada kegiatan dulu, sebelum ada evaluasi kembali dari pihak-pihak terkait,” kata sumber terpercaya.

Saat ini khususnya di Wilayah Paleleh, Kabupaten Buol, kembali diincar dua perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan pasir besi, yaitu PT. Bina Laksana Aneka Saranah (BLAS), dan PT. Fero Maining Indonesia (FMI).

Plh Kepala Dinas Pertambangan dan Mineral (Kadistamben), Gelaran M Matiala melalui Kepala Bidangnya Ibu Cia, mengatakan, dari kedua perusahaan itu, sepengetahuannya yang sudah mengantongi izin lokasi adalah PT. BLAS dengan luas wilayah operasi 2.917 Ha. Sementara PT. FMI, Ibu Cia enggan mengatakannya apakah sudah ada izin atau belum.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Syamsudin Tagigo, kepada Jaya Pos mengaku kaget setelah mendengar informasi adanya perusahaan pertambangan pasir besi yang bakal beroperasi di Buol. “Saya juga belum tahu itu. Kalau ada perusahaan pertambangan pasir besi yang mau mengelolah di Paleleh,” ujar Syamsudin santai.

Kepala Bidang (Kabid) Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol, Ir. Muh. Anas Abdult, terkait dampak kelautan, mengatakan, dampak yang dikhawatirkan tidak bisa dipungkiri, kemungkinan ada. Jika proses kegiatan penambangan tidak mencermati ekosistem dan bakal abrasi.

Namun menurut Anas, untuk perusahaan yang akan beroperasi itu, dinilainya kecil kemungkinan akan menghadirkan dampak lingkungan, walaupun belum bisa dipastikan saat ini, sebab masih diadakan penyelidikan secara seksama antara semua Dinas Tehnis terkait. “Karena kegiatannya berhubungan dengan kelautan, kami belum bisa memastikan penuh, bahwa hal tersebut akan berdampak, sebab sama-sama kita belum tahu sejauh ini apakah dalam pengolahan nantinya. Pihak perusahaan menggunakan zat-zat kimia atau tidak,” terang Anas.

Yanche, Direktur PT BLAS, melalui telepon selulernya, kepada Jaya Pos mengatakan, pihaknya mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun masyarakat Buol secara umum. Sementara cara pengelolaannya tidak berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat.

“Untuk melakukan operasi eksplorasi, pengambilan sampel, kami menggunakan alat penangkap yang hanya menarik pasir yang ada kandungan besinya. Sedang pasir yang tidak mengandung besi itu tinggal. Jadi, kira-kira untuk dampak besar kemungkinan tidak ada,” kata Yanche. Aldin/ST


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59297)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51159)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (26988)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14483)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13909)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13610)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13525)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12917)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (9291)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8932)
Bedah JayaposDiduga Korupsi, Siswa Tuntut Kepsek SMAN 3 Tapung Segera DipecatPekanbaru, Jaya Pos Dalam aksi mogok belajar, siswa SMA N 3 Tapung meminta agar Aldela dipecat dari ...


Peserta Pemilu dan Tim Quick Count Kecewa, Pintu Sekretariat PPK Labuan DigembokDugaan Korupsi Anggaran Publikasi Humas Pemkab Bangka BaratDiduga Kurir Sabu Bergentayangan Di Daerah Sungai SembilanKorban Tsunami Alami Kerugian, Petinggi Balai TN Ujungkulon Terkesan Lakukan PembiaranKinerja BLP2A Kota Surabaya Layak Di Sorot Terkait Aset Kendaraan dan Kepemilikan BPKBGubernur Sulut Patut Tinjau Kinerja Kadis Kominfo Jety PuluDiduga DD Ganggaeng Tahun 2018 Tak Direalisasi, Kecamatan Picung Ambil Jurus
Laporan KhususPemkab Samosir Raih WTP Kali KeduaSamosir, Jaya Pos Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ...


Kalteng Qualiti Expo 2019: Pemkab Gumas Akan Promosi Tahura Lapak JaruBupati OKU Melaunching Angkutan Perkotaan Bus Rapid Transit Makna Nama Raja Uti Bagi Orang BatakPemkab Bina Ukhuwah Islamiyah Semangat Persatuan Menuju PALI Serasi NiaLurah Baru Menjadi Semangat Baru Bagi Kelurahan Pondok Cabe IlirSekda: Jabatan Pegawai Sesuai Kompetensi Lahirkan Pemerintahan Yang BaikPemkab Tangerang Peduli Pola Hidup Bersih Dan Sehat Di Pondok Pesantren