Selasa, 18 September 2012 - 19:34:06 WIB
Rehabilitas Ruang Kelas di Kecamatan Pasar Kemis, Disinyalir Beraroma KorupsiKategori: Tangerang - Dibaca: 849 kali

Baca Juga:Kepala SMPN 11 Cimahi Jemput Bola ke WargaDua Perusahaan Tambang Bidik Pasir Besi di BuolPetani Pangkep Menuju AlsintanDiduga Oknum PT Pos Tilep Dana Pensiun TNI

Tangerang, Jaya Pos

UU No. 20 Tahun 2003 tentang  sisdiknas mengamanatkan bahwa setiap warga Negara mempunyai hak yanag sama untk memperoleh pendidikan yang bermutu. Sementara itu, peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar dapat dicapai apabila di dukung oleh sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.

Untuk memenuhi amanat peraturan perundang-undangan tesebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar pada tahun anggaran 2012 melaksanakan rehabilitasi ruang kelas sekolah dasar, baik negeri maupun swasta.

Untuk wilayah Kecamatan Pasar Kemis,yang menerima bantuan rehabilitasi  ruang kelas, tahun 2012 ada 8 (delapan) sekolah, dengan total anggaran Rp. 1.250.669.000. dalam pelaksanaan kegiatan tersebut,sifatnya swakolola, kepala sekolah yang menjadi penanggung jawab penuh, bilamana anggaran yang di terima oleh sekolah tidak terserserap/ terealisasi optimal.

Berdasarkan hasil pemantauan Jayapos di lapangan, pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas di sinyalir beraroma korupsi antara lain, SDN Suka asih II, SDN Sindang sari III, dll.

Terkait pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas di SDN Suka asih II,sindang sari II, wartawan Jayapos mengkonfirmasi kepada Kepala Sekolah Tito Kartina, menurutnya pelaksanaan rehabilitasi sudah selesai dengan baik., sedangkan pengawasan dari Dinas pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerima laporan pertanggung jawaban dan tidak ada masalah.

Namun dalam pelaksanaannya, ditemukan banyak kejanggalan termasuk bahan material bekas bongkaran yang masih layak pakai, sedangkan untuk kegiatan pekerjaan kusen dan lantai keramik hanya tambal sulam dan meubleair hanya !(satu) ruangan.
Pelaksanaan rahabilitasi di SDN suka asih II menelan anggaran sebesar Rp. 188.293.000,-, untuk 3 ruang kelas yang diganti total hanya kerangka atap(baja ringan) genteng dan plafon.

eperti halnya SDN sindang Sari III, menelan anggaran sebesar Rp. 191.517.000,-. Untuk 3 ruangan kelas, diduga keras sarat korupsi. Dalam pelaksanaannya kusen dan lantai keramik hanya tambal sulam, sedangkan kerangka atap (baja ringan) tidak dig anti sama sekali, masih menggunakan baja berat yang lama, sementara yang diganti total haya genteng dan plafon.

Terkait pelaksanaan rehabilitasi ruang kelas SDN Sindang Sari III, Jayapos mengkonfirmasi kepada ketua Panitia Pelaksanan Rahabilitasi, Juber dan sulastri selaku bendahara mengatakan, tidak punya wewenang menjelaskan sehubungan dengan rehabilitasi ruang kelas.

Sedangkan sumaryati. Spd, selaku kepala sekolah SDN Sindang sari III saat di konfirmasi lewat telephon seluler mengungkapkan, SDN sindang sari III, mendapatkan bantuan jenis rehab berat tidak harus diganti semua.untuk kerangka atap sudah ada baja berat, yang jelas lebih kuat. Apabila diganti dengan baja ringan menghabidskan dana Rp. 110 juta, sehingga pekerjaan di bawah tidak kebagian apa-apa. Tidak ada aturan harus memakai baja ringan yang kesedot 60 %, masalah kusen yang diganti hanya 3 (tiga) tidak harus diganti semua.

Untuk keramik khusus satu kelas, karena rusak berat, yang (2) ruang tidak rusak hanya tambal sulam.

Tlopam manurung dari Aktivis Pendidikan ketika di konfirmasi di suatu tempat mengatakan, jika pihak disdik Kabupaten Tangerang tidak mau di konfirmasi, pihaknya juga jadi curiga.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan hal inike pihak penegak hukum dalam waktu dekat.

Sampai berita ini di turunkan, Kadisdik Kabupaten Tangerang H.Arsyad belum bersedia di konfirmasi dengan berbagai macam alasan.(guns)

 


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41709)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek