Jumat, 09 November 2018 - 05:37:50 WIB
Teaching Factory Terapkan Prosedur dan Budaya IndustriKategori: Pendidikan - Dibaca: 94 kali

Baca Juga:Rehabilitas Ruang Kelas di Kecamatan Pasar Kemis, Disinyalir Beraroma KorupsiKepala SMPN 11 Cimahi Jemput Bola ke WargaDua Perusahaan Tambang Bidik Pasir Besi di BuolPetani Pangkep Menuju Alsintan

Ciamis, Teaching factory merupakan sistem yang mengadopsi konsep pembelajaran negara-negara di Eropa, seperti Jerman, Austria, Inggris dan Swiss. Konsep ini untuk menjembatani kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dengan kebutuhan industri.

“Teaching factory ini konsep pembelajaran yang dilakukan di sekolah, namun menerapkan prosedur dan budaya industri, standar industri. Jadi meski siswa melakukan praktek di sekolah, namun akan merasakan suasana layaknya di industri,” kata Kepala SMKN 1 Kawali Drs H Hadi Sumantoro MPd.
Menurutnya, hasil produk buatan siswa akan digunakan oleh industri. Dengan demikian, diharapkan siswa akan tahu bagaimana bekerja di industri yang sebenarnya walaupun masih duduk di bangku sekolah.

Dalam prosesnya nanti, kata H Hadi, memang akan se­perti bisnis. Namun tujuannya bukan untuk mencari keuntungan, melainkan memberikan pengetahuan bekerja di industri kepada siswa. “Kalau dapat untung dari penjualan produk itu boleh, yang penting jangan sampai rugi,“ ujarnya.

Pembelajaran meliputi mulai dari pencarian pasar, merencanakan produk, proses produksi, kontrol kualitas, pengemasan hingga transaksi keuangan. “Manfaatnya untuk sekolah adalah menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing dengan tenaga kerja profesional maupun tenaga kerja asing. Dengan teaching factory diharapkan meningkatkan kompetensi guru, sehingga melahirkan siswa yang kompeten. Siswa yang dinilai punya kompetensi akan mendapatkan sertifikat dari industri. Sehingga akan memudahkan siswa mencari kerja setelah lulus sekolah. Ukurannya bukan apa produk yang siswa buat, tapi apakah siswa kompeten atau tidak,” ujarnya.

H Hadi menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran dengan model teacher factory. Sehingga nantinya para siswa akan benar-benar praktek sesuai apa dengan yang ada di industri. “Kita sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dan pembuatan peralatan,“ pungkasnya. (Mamay)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59194)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51030)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (18581)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14355)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13800)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13501)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13426)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12799)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8819)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8772)
Bedah JayaposGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin BeringasLabuhanbatu,  Jaya Pos Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Pemantau Kinerja Aparatur Negara ...


Tiga Proyek Senilai Rp 4,2 M Bermasalah, Inspektorat Ketapang Tunggu Perintah Bupati Selain Tidak Difungsikan, Bangunan Pasar Pollung Diduga Mengandung Tanah GambutJaka Marhaen SH : Keterpurukan Hukum di Mata Masyarakat Pencari KeadilanPersoalan Letak Tanah Poktan KCS dan Kebun Milik K Handoko, Seharusnya Urusan Dokumen di Desa BumbunPenyidik Polresta Bukittinggi Terkesan Tidak Profesional, Dua Kali Jaksa Tolak SPDP TersangkaKurang Etis Terhadap Wartawan, Forum Wartawan OKI Sesalkan Sikap Bupati IskandarKoordinator BPP Kecamatan Kamang Magek Diduga Kerahkan Massa Ketika Wartawan Lakukan Investigasi Ten
Laporan KhususDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko WidodoKhusus untuk Kota Pangkalpinang, Mensos menjelaskan Bansos Tahap I sebesar Rp. 5.081.825.000, di peruntukkan ...


Disdukcapil PALI Sosialisasi Kebijakan Kependudukan Tingkatkan Kualitas Pelayanan AdmindukBupati PALI Resmikan Fungsi Gedung SD10 KIM Bangka Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Tingkat ProvinsiKejari Kabupaten Bandung Tingkatkan Pelayanan Dan Siap Menuju WBK Dan WBBMBupati Labusel Buka Acara Sosialisasi E-Perizinan DPRD Depok Paripurnakan Hasil ResesDuet Irdinansyah Zuldafri Bertabur Prestasi