Rabu, 19 September 2012 - 07:13:37 WIB
Peri Ananta: Kapal Penangkap Ikan Tingkatkan Kesejahteraan NelayanKategori: Riau - Dibaca: 1324 kali

Baca Juga:Proyek Jalan Lingkungan Tahun 2011 Rusak ParahSayur-Mayur di Senggerang Balocci BergejolakMantan Lurah Birobuli Utara Rentan MasalahRehabilitas Ruang Kelas di Kecamatan Pasar Kemis, Disinyalir Beraroma Korupsi

Pekanbaru, Jaya Pos

Pengadaan kapal penangkap ikan yang diprogramkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dengan program seribu kapal, sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu. Tujuan pengadaan kapal penangkap ikan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan.

Hal itu disampaikan oleh Perry Ananta, Kepala Bagian Bina Program Dinas Perikanan Provinsi Riau, kepada Jaya Pos, baru-baru ini, di kantornya. “Pada tahun 2010 Propinsi Riau mendapat alokasi anggaran untuk pengadaan dua unit kapal dari Kementerian Kelautan melalui APBN. Kemudian pada tahun 2011 Riau mendapatkan alokasi dana untuk pembelian delapan unit kapal penangkap ikan, sementara pada tahun 2012 juga mendapat alokasi dana untuk pembelian delapan unit penangkap ikan, sehingga saat ini Riau memiliki 19 unit kapal penangkap ikan,” ujar Perry Ananta.    

Pada tahun 2009, produksi ikan Riau sebesar 123.851 ton per tahun, sementara pada tahun 2010 meningkat menjadi 137.990 ton kemudian pada tahun 2011 meningkat menjadi 195.194,9 ton. Produksi ikan tangkapan nelayan Provinsi Riau bisa diperkirakan akan  terus bertambah mengingat banyaknya petani budidaya ikan keramba, dan bantuan kapal penangkap ikan yang diberikan oleh pemerintah.

Ferry menjelaskan, sejumlah kapal tersebut diserahkan kepada koperasi yang dianggap mampu untuk melaksanakan operasional kapal tersebut, tetapi sebelum kapal diserahkan, terlebih dulu dilakukan pelatihan oleh pemerintah kabupaten yang memiliki wilayah perairan, jadi tidak langsung diserahkan begitu saja. Ada kriteria koperasi yang bisa mendapatkan kapal tersebut.
“Jadi, dengan adanya bantuan kapal ini kita harapkan hasil tangkapan ikan nelayan bisa maksimal,” harapnya.

Ia mengatakan, produksi ikan laut dari daerah pesisir Riau juga saat ini sangat bagus, mengingat daerah pesisir Riau memiliki daerah yang panjang, dan memiliki kekayaan habitat perikanan yang bagus, seperti daerah Bagan Siapiapi, Kota Dumai, Bengkalis, Meranti dan Indragiri Hilir.

Pesisir pantai daerah Riau berada di pinggiran pantai Selat Malaka, jadi hasil perikanan di daerah tersebut sangat menjanjikan, dan terbukti hasil perikanan laut kita selama ini sangat bagus, meski masih belum sebagus daerah lain seperti Sumatera Barat dan Sumatra Utara. “Namun ke depan bisa juga menghasilkan produksi ikan yang lebih besar,” katanya.

Budidaya ikan kolam/keramba di Provinsi Riau mempunyai produksi yang cukup besar karena budidaya ini lagi berkembang pesat di Riau, terutama daerah yang memiliki  aliran sungai  seperti sungai Kampar, Sungai Rokan dan sungai Indragiri. “Saat ini kami sudah mengatur program pengembangan budidaya ikan keramba di beberapa daerah yang sangat potensial seperti di Kabupaten Kampar,

Rokan Hulu dan Rokan Hilir, karena sangat menjanjikan ke depan, terutama budidaya ikan jenis patin dan ikan lele,” terangnya.
“Melalui program budidaya ikan keramba dan bantuan kapal penangkap ikan yang diberikan oleh pemerintah, kesejahteraan masyarakat Riau khususnya nelayan maupun petani ikan dapat lebih meningkat,” pungkas Ferry.Tam/Tun


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerMembongkar Proyek Permai Grup (Bag 1), PT AJ Dapat Jatah Rp 35 M di Kementerian Perhubungan (119808)Komisi IX DPR RI dan Menteri Kesehatan Agar Meninjau Kembali Pembangunan Rumah Sakit Internasional (89867)Diduga Peras Pengusaha Toko Material dan Toko Emas, PPATK Diminta Audit Harta Pejabat KPP Pratama Ko (44964)SMPN 2 Pasar Kemis Butuh Ruang Kelas Baru (41709)PP Amanatul Ummah Tidak Penuhi Janjinya Pada Wali Murid (40242)Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibuang di WC Sekitar Kabah ( Nestapa Pahlawan Devisa di Negeri Orang Bgn (36029)Tanah Milik H.Amiruddin Pase Jadi Ajang Kejahatan Koneksitas Hakim Dan Penyidik Kepolisian (34414)Perusahaan Martua Sitorus Ngemplang Pajak Rp 7,2 Triliun? (30832)Ibunda Ajeng Mamamia Dimejahijaukan (29773)Gurame PJTV Ajang Penyaluran Artis Penyanyi (22120)
Bedah JayaposMahasiswa Kresai dan Aliansi Pemuda Bantaeng Pertanyakan Kasus Korupsi di Butta ToaBantaeng, Jaya Pos Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Bantaeng melibatkan nama-nama yang diduga ...


Oknum PNS Diduga Jadi Mafia ProyekPKL Bringinbendo Enggan Bongkar Lapak, Tuding Perintah Bongkar Bertendensi Bisnis (Bag 2)Sekdakab Bogor: Laporkan Proyek JanggalPekerjaan Jalan Beton PISEW Hancur Sebelum Kontrak BerakhirPembangunan Gedung Perindag Kab Sidoarjo Menyimpang, Dinas Tutup Mata (Bag 2)Pekerjaan Peningkatan Jalan Curug-Rawakalong Disorot WargaProyek IPLT Milliaran Rupiah Disinyalir Kurang Berkualitas
Laporan KhususPemkab Bogor Terapkan Sistem Online Dalam Pelaksanaan Tatakelola PemerintahanCibinong, Jaya Pos Memperoleh amanah menjadi Bupati Bogor, dengan luas wilayah 298.838,3 hektar dan ...


Kegiatan Pengelolaan dan Konservasi Waduk, Embung, Situ Serta Bangunan Penampung Air Lainnya TA 2016Pembangunan Jembatan Bolang Terus DikebutMenanti Perubahan Melalui Musorkab III KONI NatunaHUT PGRI, Guru Minta Pemerataan Tunjangan di Daerah 3T Natuna Dilirik Investor SingapuraWabup Natuna: Koperasi Perbatasan Harus DitingkatkanAkhir Pekan, Wabup Natuna Tinjau Proyek