Sabtu, 17 November 2018 - 06:38:28 WIB
Warga Sepang Keluhkan Truk PT Taiyoung Engreen Kategori: Kalimantan Tengah - Dibaca: 149 kali

Baca Juga:Kepala Inspektorat Pemkab Humbahas Curi Uang APBD?isip Unsri Puji Pembangunan di OKINatuna Minta 35% Pembagian Hasil MinyakDPRD Natuna Geram, Ada Mark Up di Disdik Natuna

Kuala Kurun, Warga Kecamatan Sepang Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Te­ngah (Kalteng), yang tinggal di Kelurahan Sepang Simin dan Desa Sepang Kota mengeluhkan armada truk milik perusahan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Taiyoung Engreen, yang melintas mengangkut palywood setengah jadi (Veneer), melewati jalan umum.

Pasalnya, selain mengganggu aktivitas warga, truk tersebut juga dituding menjadi penyebab kerusakan jalan di lingkungan mereka. Bahkan untuk menyeberangkan truk mereka PT Taiyoung Engreen juga menggunakan kapal ferry warga. Sehingga menimbulkan kekhawatiran warga, karena pada saat mengangkut truk kapal ferry sering oleng. “Ngeri sekali rasanya, kalau pada saat naik ferry ada truk mereka. Karena saat truk mereka naik-turun dari ferry, kapal ferry selalu oleng. Dan mobil kami bisa melurut, kalau remnya tidak kuat,” ucap salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya.

Dari pantauan Jaya Pos, tampak armada truk milik PT Taiyoung Engreen melintas di jalan umum, melewati kantor Camat, kantor Lurah. Bahkan untuk menuju ke pelabuhan ferry truk itu juga melewati cor beton di depan kantor Polsek dan kantor Koramil Sepang, serta melintas di lingkungan perumahan warga sehingga mengakibatkan kerusakan jalan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, hampir setiap hari ada sekitar 20 unit truk PT Taiyoung Engreen yang melintas di jalan tersebut. Selain mengangkut veneer, truk tersebut juga mengakut kayu olahan dari sawmill milik perusahaan tersebut. “Hampir setiap hari ada 20 truk yang melintas melewati Sepang, 2 truk pengangkut veneer dan 15 truk pengangkut kayu olahan, dari sekitar pukul 20.00 hingga pukul 02.00 dini hari,” ucap warga.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 260, yang mempunyai kewenangan dalam hal memberhentikan, melarang, melakukan penindakan, apabila terjadi pelanggaran di jalan adalah kewenangan Kepolisian Daerah Republik Indonesia. Sedangkan kewenangan penyidik Pegawai Negeri Sipil terbatas hanya di terminal dan atau tempat alat penimbangan yang dipasang secara tetap.
Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Tengah, Ati Mulyati SE saat menanggapi surat LSM LDW, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, dalam UU No 38 Tahun 2004 tentang jalan, pasal 1 angka 5 disebutkan bahwa, “jalan umum adalah jalan yang diperuntukan bagi lalu lintas umum” dan dalam pasal 1 angka 6 disebutkan, “jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, badan usaha, perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri”.

Ketentuan pasal 1 angka 5 tersebut menurutnya sangat jelas, bahwa jalan umum diperuntukan untuk lalu lintas umum dan bukan untuk kepentingan badan usaha atau untuk kepentingan sendiri.

“Berdasarkan Perda No 7 tahun 2012 tentang pengaturan lalu lintas di ruas jalan umum dan jalan khusus untuk angkutan hasil produksi pertambangan dan perkebunan, apabila memang pengangkutan tersebut dilakukan dengan aktivitas yang intens dalam jangka waktu yang lama dengan menggunakan armada truk yang banyak, sehingga dapat menggangu lalu lintas jalan umum dan dapat merusak badan jalan atau ruang manfaat jalan, maka perusahaan tidak boleh menggunakan jalan umum, tetapi harus menggunakan jalan khusus,” tandasnya.(Mandau)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (58988)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (50857)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14147)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13628)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13295)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12582)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8611)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (7790)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (7717)Sudah 4 Bulan Pegawai Kejaksaan RI Tidak Dapat Dana Remunerasi (6625)
Bedah JayaposSejumlah Bumdes Di Kecamatan Sukaresmi Diduga Tidak JelasPandeglang Jaya Pos Sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMdes)yang ada di Kecamatan Sukaresmi diduga tidak ...


Pekerjaan Peningkatan Jalan Desa Pertijo Terkesan Asal-AsalanGawat! Polisi Diduga Tangkap LepasProyek Pasar Rakyat Namang Diduga BermasalahLelang Proyek Kementerian PU Diduga Terjadi Praktik KKNDikonfirmasi Soal RTLH, Kadis Perkim Banten Jawabnya NgibulPerbaikan Bahu Jalan Link 157,158,160,162,163,164,165 Dikorupsi ?Mantan Kadis Kopumdag Dan Direktur CV Umrah Utama Dijebloskan Ke Lapas
Laporan KhususBupati Resmikan Jembatan Cileuleuy CiambarSukabumi, Jaya Pos Guna mewujudkan optimalisasi infrastruktur yang ada di Kecamatan Ciambar, Bupati Sukabumi ...


Wabup Tutup MTQ XXXV Tingkat Kabupaten, Peureulak Juara UmumBidang Intelijen Kejari Kabupaten Bandung Mendapatkan Penghargaan Terbaik di Wilkum Kejati JabarUnit Bisnis TAM PDAM Tirtawening Layani Warga Bandung 24 JamDanrem 071/Wijayakusuma Kunjungan Kerja Sambil Olahraga dan Mempererat SilatuhamiAwal Tahun, Padang Panjang Juarai Kategori Kota Kecil Smart CityCapaian 6 Misi Pembangunan Meningkat, Fachrori Ajak Semua Pihak Bersinergi Membangun JambiNatal Sagala Raja Bere Ibebere, Boru Dihadiri DPRD Deli Serdang Rosmawati Sitanggang SH