Senin, 19 November 2018 - 09:41:12 WIB
HMI Pandeglang Menduga Ada Setoran Tiap Proyek DPUPR Kategori: Banten - Dibaca: 205 kali

Baca Juga:Resahkan Masyarakat, Oknum Dishub Kota Medan Lakukan Pungutan LiarKepala BKKBN Provinsi Jambi DilantikKepala Inspektorat Pemkab Humbahas Curi Uang APBD?isip Unsri Puji Pembangunan di OKI

Pandeglang, Jaya Pos - Setelah lakukan aksi demo dan audensi pada Jumat (9/11) lalu, kini masa HMI Pandeglang kembali gerudug kantor DPUPR Kabupaten Pandeglang.

Dalam aksi kali, puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Pandeglang berhasil menerobos masuk ke dalam ruangan kantor DPUPR dan melakukan orasi - orasi keras dan pedas, tak hanya itu mereka juga meneriakan nyanyian - nyanyian lagu daerah yang di ganti liriknya guna menyindir salah satu pejabat yaitu Rahmat yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR, Jumat (16/11).

Ampar-ampar pisang, pisangku belum matang, jangan dulu pulang sebelum Rahmat tumbang. Ini lah salah satu lirik yang dikumandangkan terus menerus oleh masa HMI di dalam kantor DPUPR.

Aksi ini merupakan buntut kekecewaan mereka terhadap hasil - hasil pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana besutan DPUPR yang dinilai amburadul tanpa memperhatikan mutu atau kualitas dan tidak sesuai RAB.

Fikri Anidzar ketua HMI Pandeglang mengutuk keras oknum - oknum DPUPR dan Kontraktor dan konsultan pengawas yang melakukan konsfirasi dan KKN sehingga berdampak tidak berkualitasmya pembangunan.

Rekaman digital yang menunjukan arogansi ASN DPUPR Pandeglang, Rahmat Sekdis PUPR saat menerima audensi jumat lalu, perwakilan masa HMI yang membawa secarik kertas berita acara yang berisikan 3 tuntutan, yaitu hentikan dan blacklist CV Habil Putra Mandiri pelaksana jalan Sodong pintu - Majau dan CV Ahdiat pelaksana irigasi Cukang sadang – Pagelaran, blacklist konsultan pengawas dari CV Arya Graha Abdika Mandiri dan CV Arkana dan copot Kepala Dinas PUPR Pandeglang yang telah melakukan FHO (Final Hand Over).

 

“Padahal semua itu kacau pekerjaannya dan terindikasi korupsi, sayangnya ketika disodorkan ternyata pihak DPUPR tidak mau menandatangani malah si Rahmat Sekdis PUPR, tersulut emosi dengan menggebrak meja. Sontak timbul pertanyaan ada apa dengan DPUPR ?

Tentu asumsi kami bahwa DPUPR telah gagal dalam menjalankan tugasnya dan terindikasi melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dengan pihak kontraktor dan konsultan pemgawas,” katanya.

Sama halnya Bayu dan Ropiansyah selaku korlap aksi menganggap DPRD dan yudikatif (Kejari) di Pandeglang nampak tak berdaya dan terkesan mandul.

“Pembangunan di Pandeglang yang mulai menunjukan progres tidak dibarengi dengan  kualitas yang sesuai dengan RAB. Ada beberapa faktor yang menjadi rahasia umum (undercover) nya, yakni persoalan setoran, koordinator lelang proyek, penggunaan bahan material yang tidak sesuai serta terindikasi hanya mencari keuntungan. Selain itu fungsi DPRD Pandeglang selaku legislatif salah satu tugasnya untuk melakukan controling nampak tak berdaya dan terkesan mandul. Mereka hanya bisa berstatemen di media untuk pencitraan pencalonan ditahun mendatang, kami butuh kalian kerja,” tegasnya.

Lanjut dia, yudikatif (Kejari Pandeglang) dengan telah berdirinya Tim pengawal, pengawas, pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) harusnya bisa membangkitkan penegakan hukum di Pandeglang. Walaupun pernyataan kutipan ketua TP4D di media masa, tidak dimanfaatkan kehadirannya oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Itu semakin memperkuat asumsi kami akan ketakutan terbongkarnya mega mafia proyek di Kabupaten Pandeglang,” tandasnya. (Na2)


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59211)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51048)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (19645)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14386)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (13825)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (13521)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13442)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (12821)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (8901)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (8840)
Bedah JayaposDiduga Libatkan Sejumlah oknum Dewan dan Kades, Dana Pokir Diduga Jadi Ajang BancakanSubang, Jaya Pos Aparat penegak hukum diminta segera mengusut hingga tuntas terkait dugaan bancakan dana ...


Bermasalah, Proyek Kemenhub di KKU Rp 29 M Gagal DilaksanakanPapam Kanas Kecewa Dengan Proses Hukum Di Polsek Bilah HuluWaspada! Bank BNI Cabang Lahat Ada Indikasi Kecurangan di Transaksi Mesin ATM Nasabah ?Pemdes Patimban Diduga Lakukan Pungli SKD/SKA Hingga Ratusan Juta RupiahOtong Khusni : Bukan Hanya 5 Meter, 80 % Pekerjaan Drainase Harus DibongkarRusun Warugunung Memiliki Hutang, DPBT Kota Surabaya Harus Bertanggung JawabGerombolan Pencuri TBS Dan Berondolan Kelapa Sawit PTPN III Aek Nabara Semakin Beringas
Laporan KhususSanggar Tuah Pusaka Juara I Festival Tari Kabupaten Bintan 2019Bintan, Jaya Pos Sanggar Tuah Pusaka kembali menjuarai Festival Tari Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2019. ...


Gelar Forum OPD, DBPR OptimalkanPembangunan Kantor Pelayanan, Gedung Sekolah dan Civic CenterMisteri Liang Sakti Batu GordangBupati Subang Terima Piagam Penghargaan Presiden RI Sebagai Pelaksana Revitalisasi Pasar Rakyat TerbKebebasan Pers Dan Penyimpangan Profesi JurnalisLantik Pengurus Forum Honorer, Bupati Sangat Serius Untuk Dukung Forum HonorerSekilas Sejarah Keturunan Op Guru Tatea BulanDialog Dengan Penerima Bansos PKH dan BPNT Di Bangka Belitung, Ini Pesan Presiden Joko Widodo