Kamis, 20 September 2012 - 08:30:04 WIB
Proyek Rumah Transmigrasi Ketapang Senilai Rp9,4 M Diduga Gunakan Material Kayu IlegalKategori: Kalimantan Barat - Dibaca: 842 kali

Baca Juga:Tartilah Ishak Mekki Terima Satya Lencana Melati dari PresidenKanit Reskrim Polsek Renggel Tuban Ancam Tembak WartawanSering Tidak Qorum, Paripurna Molor, BK GeramResahkan Masyarakat, Oknum Dishub Kota Medan Lakukan Pungutan Liar

Ketapang, Jaya Pos

Pelaksanaan proyek Pembangunan Rumah Transmigrasi dan Jamban Keluarga (RTJK), serta pembangunan jalan, jembatan dan lahan senilai Rp9,4 milyar, tahun anggaran 2012, yang dibuka di Desa Pelang, Kecamatan MHS, Kabupaten Ketapang, Pro­vinsi Kalimantan Barat di­du­ga keras pelaksanaannya me­nggunakan bahan material kayu ilegal. Pasalnya, asal–usul kayu yang dipergu­na­kan untuk pembangunan rumah transmigrasi tersebut dipasok dari supplier yang di­duga keras tidak mengantongi Izin Pemanfaatan Kayu (IPK).

Proyek RTJK tersebut, dilaksanakan melalui Satuan Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Ketapang, dengan menggunakan dana yang bersumber dari APBN murni tahun anggaran 2012, yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya dengan metode pelaksanaan dikontrakkan, melalui kontrak nomor: SPK.12/STKT/APBN/TP.O6/KTP/2012, tanggal 7 Mei 2012, limit masa kontrak selama dua ratus sepuluh hari kalender.

Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Ketapang, Joko Prastowo ketika dikonfirmasi Jaya Pos via pesan singkat (sms) tentang ada atau tidaknya dukungan perusahaan pemengang IPK yang mendampingi pelaksanaan proyek tersebut, belum memberikan jawaban yang jelas. Joko Prastowo hanya menjawab (sms) bahwa dirinya sedang berada di luar kota.

Sementara menurut sumber Jaya Pos yang tidak mau disebutkan namanya, didalam pelaksanaan proyek tersebut terutama pada item pembangunan rumah, diduga keras menggunakan kayu ilegal.

Masih menurut sumber, kayu – kayu yang dipasok tersebut berasal dari sawmill-sawmill liar yang diduga keras tidak mengantongi izin. “Kayu – kayu itu dipasok dari sawill–sawmill liar terutama dari arah Desa Negeri Baru,” ucap sumber.

Hal tersebut, dibenarkan oleh beberapa buruh bangunan yang bekerja di proyek tersebut. “Kayu sebagian dipasok dari sawmill Desa Negeri Baru,” ungkap salah seorang buruh bangunan di lokasi proyek kepada Jaya Pos ketika ditanya darimana asal–usul bahan material kayu  yang digunakan untuk bahan rumah transmigrasi di Desa Pelang.Hardi


0 Komentar













Isi Komentar :
Nama :
Komentar:
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



TerpopulerProyek Kawasan Wisata Penataran Blitar Abaikan Spek Kadis dan Satker Disbudpar Lempar Tanggung Jawab (59646)Kejanggalan Pengadaan Barang dan Jasa di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Sidoarjo Terciu (51494)Walikota Tanjungbalai Hadiri Seminar Nasional Yang Diselenggarakan Pusat Kajian Selat Malaka USU Me (49388)Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab Pasuruan, Realisasi Drainase di Desa Rejosari Kecamatan (14977)Perempuan Misterius Titip Bayi, Gegerkan Warga Kolelet Picung (14258)BPPT MoU Dengan Pemkab Natuna Kaji Pemanfaatan Teknologi Guna Mendukung Percepatan Pembangunan Dae (14075)Sepasang Kekasih Tewas Di Hotel Kisaran (13805)Kejahatan Freddie Tan, Menjual Aset Triliunan Milik Pemprov DKI Jakarta (13301)Sintong Gultom Bubarkan Rapat Banmus DPRD Setiran Bonaran Situmeang (11855)Perselingkuhan Antar Kepsek Akhirnya Terbongkar (9274)
Bedah JayaposPunya Beking di Kejagung, Pejabat Masih "Kutip" KontraktorSumber, Jaya Pos Seakan tak pernah jera, sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon diduga ...


Pengelolaan DAK 64 Miliar, Disdik Ketapang Diduga Berkubang di Pusaran KKNTender Dibatalkan, Ada Tekanan Dahsyat ?Proyek Talud Pengaman Pantai Pering Diduga Tidak Sesuai SpekAPBDes Pademonegoro Diduga Masuk Kantong KadesRealisasi APBDes Sidokepung Kecamatan Buduran Tidak TransparanLahan Pertanian Milik Pemprov Jatim Disewakan di Kecamatan Tutur, Uangnya Kemana ?Kasus Suap Mega Proyek Meikarta, Sekda Pemprov Jabar Jadi Tersangka Baru
Laporan KhususAmryatul Anam dan Melan Puspitasari Terpillih Menjadi Pradana Ambalan Pandu-KunthiJawa Tengah, Jaya Pos Amryatul Anam dan Melan Puspitasari terpilih menjadi Pradana Ambalan Pandu-Kunthi pada ...


Sekang Dewek Nggo Dewek Volly Pantai, Staf Teritorial JuaraBupati Tasikmalaya: Teruslah Berkreasi, Berkarya Dalam Gerakan PramukaRaperda Perubahan APBD 2019 Disahkan20 Anggota DPRD Kota Padang Panjang Dilantik dan DisumpahIlyas Panji Alam Sholat Idul Adha di Masjid An-NurPUBLIKASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019Bertemu di IPDN, Bupati Bantaeng Bincang Akrab dengan Wapres